Laporan Monitoring Keterbukaan Informasi Publik

LAPORAN

HASIL MONITORING KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK


BAB I

PENDAHULUAN


  1. LatarBelakang

KementerianPAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM mengamanatkan bahwa setiap lembaga seharusnya melaksanakan clean government (pemerintahan yang bersih) di dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan.


Dalam rangka memenuhi amanat tersebut LPMP Jawa Timur telah melaksanakan serangkaian kegiatan yang telah ditetapkan oleh PermenPAN dan RB tersebut, antara lain adalah dengan melakukan evaluasi keterbukaan informasi publik di LPMP Jawa Timur yang mengambil sampel warga dan karyawan LPMP Jawa Timur.


Dengan adanya monitoring dan evaluasi terhadap keterbukaan informasi publik ini maka diharapkan akan dirasakan adanya keterbukaan informasi bagi seluruh karyawan LPMP Jawa Timur dan tenaga pendidik dan kependidikan di provinsi Jawa Timur.


  1. DasarHukum

  1. PermenPAN dan RB Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM


  1. Tujuan

  1. Mengetahui tingkat keterbukaan informasi dari LPMP Jawa Timur terhadap publik (internal maupun eksternal)

  2. Mengetahui tingkat keterbukaan informasi publik pada seluruh karyawan LPMP Jawa Timur setelah memanfaatkan layanan.


  1. Manfaat

Terbantunya karyawan LPMP Jawa Timur dalam mendapatkan informasi publik.

  1. Hasil yang Diharapkan

  1. Karyawan LPMP JawaTimur makin merasakan manfaat dari keterbukaan informasi publik

  2. Berkembangnya kualitas sumberdaya manusia karyawan LPMP Jawa Timur

  3. Makin meningkatnya keterbukaan informasi publik bagi karyawan LPMP Jawa Timur



BAB II

PELAKSANAAN MONITORING


  1. TempatdanWaktu

Kegiatan monitoring dilaksanakan di lingkungan internal karyawan LPMP Jawa Timur sepanjang bulan Mei 2019.


  1. JumlahResponden

Yang menjadi responden dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari beberapa karyawan LPMP Jawa Timur dengan jumlah responden adalah 6 orang dengan rincian 2 wanita dan 4 orang pria.


  1. Instrumen

Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini adalah check list dengan pertanyaan sebanyak 15 butir disertai 2 opsi jawaban Ya atau Tidak. Responden bebas mengisi Y atau T sesuai dengan kondisi yang dialami dan dirasakan.


  1. Teknik yang Digunakan

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan pengisian instrumen yang berupa check list bagi responden.


  1. Teknik Analisis Data

Setelah data hasil monitoring terkumpulmaka data diolah dengan menghitung rerata per Indikator yang dipilih oleh responden. Jumlah Indikatorada 4 yaitu: kebijakan, Penerapan, Penanganan Pengaduan, dan Pemantauan dan Evaluasi. Setiap jawabanYa mendapatkan skor 1, dan jika Tidak mendapat skor 0.

  1. Kategori Penilaian

Kategori Baik (Rerata skor penilaian 80 s.d 100), pada indikator tersebut sudah berjalan dengan baik, namun tetap membutuhkan penyempurnaan untuk periode mendatang.

Kategori Cukup (Rerata skor penilaian 60 s.d 79), pada indikator tersebut sudah berjalan cukup baik, namun membutuhkan penyempurnaan untuk periode mendatang secara bertahap.

Kategori Kurang (Rerata skor penilaian kurang dari 60), pada indikator tersebut berjalan kurang baik, sehingga membutuhkan penyempurnaan untuk periode mendatang secara intensif.



BAB III

HASIL-HASIL MONITORING DAN EVALUASI

 

Hasil-hasil pengisian instrumen oleh responden disajikan dalam table 3.1 berikut ini.

 

Responden

 

Indikator

1

2

3

4

5

6

RerataSkor (%)

 

Skor (%)

 

Kebijakan

100

66.67

100

66.67

100

100

88.89

Penerapan

80

100

100

100

100

80

93.33

Penanganan Pengaduan

80

80

100

100

100

100

93.33

Pemantauan dan Evaluasi

100

100

100

100

100

100

100


Berdasarkan data tersebut maka dapat disebutkan bahwa yang merasakan Kebijakan informasi publik pada indikator Kebijakan, penerapan, penanganan pengaduan, pemantauan dan evaluasi dengan kategori I padake 4 indikator sudah berjalan dengan baik, namun tetap membutuhkan penyempurnaanu ntukperiode mendatang.

Bila ditinjau secara umum (tidak memisahkan setiap indikator) maka dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut.

Responden

RerataSkor (%)

 

 

1

2

3

4

5

6

 

Skor (%)

 

90

86.67

100

91.67

100

95

93.89

 

 

Dengan memperhatikan data tersebut maka dapat dikatakan bahwaketerbukaan informasi publik di LPMP Jawa Timurmasuk kategori Baik (93.89%)

 


BAB IV

PENUTUP



  1. Kesimpulan

  1. Keterbukaan informasi bagi publik yang dilaksanakan di LPMP Jawa Timur dikategorikan Baik (93.89%).

  2. Indikator Kebijakan dikategorikan Baik (88,89%)

  3. Indikator Penerapan dikategorikan Baik (93.33%)

  4. Indikator Penanganan dan Pengaduan termasuk kategori Baik(93.33%)

  5. Indikator Pemantauan dan Evaluasi masukkategori Baik (100%)

 

  1. Saran-saran

  1. Kebijakan tentang Keterbukaan informasi bagi publik lebih disosialisasikan baik internal maupun eksternal LPMP Jawa Timur.

  2. Penerapan Keterbukaan informasi bagi publik lebih ditingkatkan lagi dengan mengupayakan pelatihan/bimtek buat karyawan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik.

  3. Penangan dan Pengaduan sebaiknya lebih ditingkatkan kualitas pelayanannya, baik untuk karyawan LPMP Jawa Timur secara internal maupun bagi tenaga pendidik dan kependidikan di Provinsi JawaTimur.

  4. Untuk semua indikator keterbukaan informasi publik sebaiknya terus ditingkatkan agar tidak ada keluhan-keluhan dari pihak internal maupun eksternal.