Yuk, Berbagi Hasil Riset, Kajian & Best Practice di Jurnal Ilmiah Inspirasi BBPMP Jatim

Redaksi 03 Mei 2022

Mengaplikasikan riset ke kegiatan belajar mengajar maupun ke berbagai program penjaminan mutu pendidikan di beberapa negara, salah satunya Australia telah menjadi prioritas utama bagi mereka yang berkecimpung di bidang pendidikan.
 
Acuan untuk mengaplikasikan ‘penggunaan riset dan ‘inisiatif berbasis bukti’, sekarang menjadi bagian penting dalam berbagai kerangka kerja untuk meningkatkan perfoma sekolah di negeri Kanguru tersebut
 
Berdasarkan pengamantan (pandangan mata) dan beberapa wawancara nonformal pengelola Jurnal Inspirasi Ilmiah dengan beberapa “penggiat pendidikan” baik di sekolah maupun di eksternal sekolah di Jawa Timur, sumber dan informasi yang berkaitan dengan riset lebih jarang digunakan jika dibandingkan dengan jenis lain, seperti data siswa atau dokumen kebijakan dan kurikulum.
 
Acara-acara webinar dengan berbagai materi power point nya yang tidak jarang kontennya masih berupa bagan-bagan atau penjelasan-penjelasan singkat saja (belum dirangkum menjadi catatan-catatan populer ilmiah yang contoh-contoh penerapan teknisnya juga terintegrasi di dalamnya) agaknya masih menjadi “primadona” bagi mereka
 
 
 
Padahal riset dapat kita gunakan untuk berbagai hal, seperti memanfaatkannya sebagai instrumen, menggunakannya untuk merancang atau merencanakan program atau inisiatif baru, secara konseptual dan tidak langsung menggunakannya untuk mendalami isu atau masalah tertentu.
 
Riset juga digunakan secara individu untuk meningkatkan pengetahuan tentang suatu topik atau subjek, menggunakannya untuk merefleksikan praktik mereka sendiri, serta secara kolektif dengan orang lain (menggunakan riset untuk mendiskusikan praktik terbaik dengan rekan kerja).
 
Melihat sekilas beberapa kegunaan dari riset untuk pendidikan, kami, pengelola Jurnal Ilmiah Inspirasi  BBPMP Provinsi Jawa Timur mengajak dulur edukasi baik yang berprofesi sebagai pendidik maupun tenaga kependidikan, mahasiswa, peneliti di bidang pendidik, penggiat literasi dan lain-lain yang peduli pada peningkatan mutu pendidikan khususnya di Jawa Timur untuk berbagi hasil riset, kajian maupun best practice nya di jurnal kami
 
Konten riset, kajian maupun best practice, selain tentang pembelajaran, dapat juga yang sesuai dengan fungsi BBPMP seperti: (a) pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat; (b) pengembangan model penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat; (c) pelaksanaan supervisi penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat dalam penjaminan mutu pendidikan; (d) pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat dalam penjaminan mutu pendidikan; (e) pengembangan dan pelaksanaan kemitraan di bidang penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat; (f) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat
 
Berikut beberapa petunjuk penulisan di “Jurnal Ilmiah Inspirasi” BBPMP Provinsi Jawa Timur:
 
Pertama, naskah belum pernah ditulis/diterbitkan di jurnal lain.
 
Kedua, naskah yang ditulis berupa hasil penelitian, hasil kajian/telaah, best practice di bidang pendidikan (telah disebutkan di atas)
 
Ketiga, naskah diketik menggunakan Microsft Word dengan hurus Times New Roman, ukuran kertas A4, font 12, spasi 1,5 (untuk abstrak dan daftar pustaka spasi 1), dengan jumlah halaman antara 10 sampai 20 halaman. Batas tepi atas dan tepi kiri 4 cm, sedangkan batas tepi bawah dan tepi kanan 3 cm.
 
Keempat, nama penulis dicantumkan tanpa gelar akademik di bawah judul. Di bagian akhir naskah dicantumkan identitas lengkap penulis (nama penulis, alamat korespondensi, email serta nama dan alamat Lembaga tempat penulis bekerja). Jika ditulis bertim maka komunikasi akan dilakukan kepada penulis utama atau penulis pada urutan pertama.
 
Kelima, naskah dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
 
Keenam, sistematika penulisan: (a) Hasil penelitian, yaitu judul; nama penulis (tanpa gelar akademik); Abstrak (maksimal 200 kata) yang berisi tujuan, metode dan hasil penelitian; kata kunci; pendahuluan yang berisi latar belakang, sedikit tinjauan pustaka, dan tujuan penelitian; metode; hasil dan pembahasan; kesimpulan dan saran; daftar rujukan (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk); (b) Hasil telaah/kajian, yaitu judul; nama penulis (tanpa gelar akademik); abstrak masimal 200 kata; kata kunci; pendahuluan yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan; bahasan utama (dapat dibagi ke dalam beberapa sub bagian); penutup atau kesimpulan; daftar rujukan (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk); (c) Best practice, yaitu judul; nama penulis (tanpa gelar akademik); abstrak (maksimal 200 kata); kata kunci; pendahuluan yang berisi latar belakang, sedikit tinjauan pustaka, dan tujuan penulisan; metode; data dan pembahasan; kesimpulan dan saran; daftar rujukan (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk).
 
Ketujuh, sumber rujukan sedapat mungkin merupakan pustaka-pustaka terbitan 10 tahun terakhir.
 
Kedelapan, naskah dikirim melalui nomor WhatsApp: 085732044301 dalam bentuk file Microsoft Word, atau email ke: jurnallpmpjatim@gmail.com. Kepastian pemuatan dan penolakan naskah akan diberitahukan melalui email atau WhatsApp. Penulis yang naskahnya dimuat akan diberikan hasil Jurnalnya sebanyak 1 eksemplar. File naskah yang tidak dimuat tidak akan dikembalikan melalui WhatsApp.
 
Kesembilan, segala sesuatu yang menyangkut pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) menjadi tanggung jawab penulis naskah tersebut.
 
Pengelola Jurnal Ilmiah Inspirasi memang belum pernah turun ke daerah untuk menggali apakah riset, kajian maupun best practice yang salah satunya terangkum di jurnal ilmiah dapat mensupport para stakeholder di daerah (yang ada di Provinsi Jawa Timur) dalam melakukan penjaminan (termasuk peningkatan) mutu pendidikan.
 
Namun, berdasar sharing beberapa guru dari kabupaten/kota di Jawa Timur yang sempat berkunjung ke Lorong Redaksi (Lored) BBPMP Provinsi Jawa Timur, guru umumnya belum faham benar pentingnya penggunaan riset, minimnya dukungan sekolah terhadap penggunaan riset, serta kemampuan riset mereka.
 
Mereka lebih cenderung memprioritaskan pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri daripada penggunaan riset untuk meningkatkan praktik mengajar.
 
Terdapat juga rasa kurang percaya diri dan menganggap kemampuan mereka kurang dalam hal: menemukan dan mencari sumber riset yang relevan; menilai kualitas riset; menganalisis dan menafsirkan riset yang berbeda untuk digunakan; dan memulai diskusi dengan rekan kerja.
 
Sementara itu, masalah waktu dan akses juga menjadi perhatian semua pendidik karena guru merasa bahwa mereka tidak memiliki akses yang cukup untuk menggunakan riset, dan mereka merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengaplikasikan riset secara maksimal.
 
Sekolah juga tidak secara khusus menyediakan waktu yang cukup untuk meggunakan riset.
 
Sudah saatnya internal sekolah termasuk pendidik sendiri mendapat dukungan sebagai konsumen informasi kritis.
 
Perlu motivasi atau bimbingan teknis agar mereka memiliki keterampilan tepat untuk menemukan, menilai, dan menggunakan riset dalam praktik, serta kepercayaan diri untuk melakukan keterampilan tersebut, dan dipandang penting oleh pendidik dan sekolah.
 
Adanya upaya membuat pola pikir mereka lebih terbuka dan memiliki daya interogatif serta keyakinan yang baik akan pentingnya mengoptimalkan penggunaan riset untuk memperbaiki berbagai praktik pendidikan (termasuk pembelajaran).
 
Semua pemangku kepentingan dalam sektor pendidikan (termasuk BBPMP) sebaiknya peduli dan turut berperan aktif mendukung pendidik dan seluruh internal sekolah dalam mengembangkan keterampilan mereka, serta memastikan bahwa budaya sekolah mendukung dan menyukseskan praktik berbasis riset ini.
 
Memastikan riset yang digunakan harus relevan secara kontekstual, kredibel, dan praktis juga dibutuhkan agar pendidik maupun masyarakat internal sekolah yang lain mau dan mampu menggunakannya dalam praktik pendidikan maupun mengajar mereka.
 
Maka penting bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan organisasi riset serta para agen penjaminan mutu pendidikan menyadari kebutuhan pendidik dan sekolah dalam hal ini.
 
Hanya dengan mensosialisasikan riset atau bukti yang dianggap relevan secara kontekstual saja mungkin tidak cukup. Ketersediaan dan aksesibilitas riset juga harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran sekolah termasuk pendidik akan sumber riset yang kredibel dan dapat dipercaya, serta keterampilan terkait riset mereka.
 
Terakhir, masalah ketersediaan waktu.
 
Membantu pendidik mengatur dan menyisihkan waktu yang tepat untuk menggunakan riset secara maksimal harus diprioritaskan dan ditangani oleh semua pemangku kepentingan dalam sektor pendidikan – bukan hanya menjadi tanggung jawab guru atau sekolah saja.

Tags: