Wiyata Kinarya Merdeka Belajar, Platformnya Pemelajar Sepanjang Hayat

Redaksi 14 Desember 2021

Jakarta, 13 Desember 2021 --- Sebagai upaya memenuhi kebutuhan pengembangan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Wiyata Kinarya (Corporate University) Merdeka Belajar di Jakarta, pada Senin (13/12). Wiyata Kinarya Merdeka Belajar merupakan strategi Kemendikbudristek mengintegrasikan seluruh platform pembelajaran dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi melalui pengembangan pengetahuan, kecakapan, dan sikap setiap individu untuk mewujudkan SDM yang unggul.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengajak seluruh SDM yang ada di lingkungan Kemendikbudristek untuk memanfaatkan Wiyata Kinarya Merdeka Belajar. “Kita harus berperan aktif dalam percepatan reformasi agar terus bisa memberikan layanan yang terbaik pada masyarakat Indonesia. Karena itu, kita harus terus belajar dan terus berkembang dan menjadi perwujudan nyata dari konsep pemelajar sepanjang hayat,” terang Menteri Nadiem saat meluncurkan Wiyata Kinarya Merdeka Belajar secara daring.
 
Podcast MSG (Mikir Sing Genah) untuk Pendidikan: Cara Menumbuhkan Kegemaran Membaca pada AnakMenumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Anak dengan Membuka Ruang Rasa dan Emosinya4 Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Anak Usia SD dan RemajaMemetakan Kemampuan Numerasi Siswa SD Kelas Awal melalui Asesmen Diagnosis dan Mengajak Anak Usia SD Menyukai Menulis, Tidak Cukup dengan Memintanya Duduk Tenang dan Menulis

Menteri Nadiem mengatakan, kunci dari Wiyata Kinarya Merdeka Belajar adalah mengintegrasikan semua sarana, sumber belajar, pendekatan pembelajaran, dan pengembangan yang terintegratif, kolaboratif, dan dapat diakses oleh semua SDM Kemendikbudristek melalui gerbang masuk tunggal atau single sign on. “Dengan satu kali masuk, kita bisa menggunakan sarana belajar yang sudah kita kembangkan sebelumnya,” ujar Menteri Nadiem.

Beberapa platform sarana pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam Wiyata Kinarya antara lain Rumah Belajar, PIJAR (platform e-learning berbasis aplikasi website yang digunakan untuk pelatihan), SPADA (Sistem Pembelajaran Daring Indonesia), SLiMS (Pustaka Digital), EPerpusdikbud, Repositori Institusi, Jurnal Elektronik Nasional, dan Jurnal Elektronik Internasional.

Wiyata Kinarya, lanjut Menteri Nadiem, mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis pengalaman, pelatihan, mentoring, dan pelatihan formal. “Sebagai penggerak Merdeka Belajar kita harus menjadi contoh pemelajar sepanjang hayat bagi anak-anak generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, mengatakan platform Wiyata Kinarya Merdeka Belajar merupakan sistem untuk mendukung kinerja SDM di lingkungan Kemendikbudristek yang berjumlah 124.732 orang. “Kami berharap betul bahwa semua warga Kemendikbudristek betul-betul menjadi SDM yang pemelajar setiap waktu, baik itu belajar melalui pelatihan maupun belajar secara mandiri,” ujar Suharti.

Wiyata Kinarya, kata Suharti, merupakan upaya Kemendikbudristek dalam membangun SDM yang berkarakter dan unggul sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kita ingin pastikan bahwa seluruh jajaran di Kemendikbudristek betul-betul bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dan tambahan keterampilan,” imbuhnya.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai, Amurwani Dwilestariningsih mengatakan, Kemendikbudristek akan memastikan semua SDM mendapatkan hak pengembangan kompetensi sehingga sesuai dengan standar kompetensi jabatan masing-masing.

Amurwani menyampaikan bahwa pengalaman, ilmu pengetahuan, dan keahlian dari para pejabat, mantan pejabat, para praktisi, pakar, akademisi, budayawan, seniman, sejarawan, dan para pekerja yang memiliki pengetahuan akan menjadi sumber belajar yang berharga dalam Wiyata Kinarya Merdeka Belajar. “Ini menjadi upaya kita untuk mendorong agar setiap SDM selalu belajar dan berbagi pengetahuan, sehingga Kemendikbudristek menjadi organisasi pemelajar atau learning organization,” tuturnya.  

Apresiasi dan dukungan terhadap Platform Wiyata Kinarya Merdeka Belajar

Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, Wiyata Kinarya Merdeka Belajar mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa. Ia menyambut baik dan meyakini program Wiyata Kinarya adalah upaya meningkatkan kinerja pegawai Kemendikbudristek.

“Dengan program ini, pegawai Kemendikbudristek dapat menjadi tujuan kebaikan sebagai insan penggerak pembangunan pendidikan yakni bersungguh-sungguh dalam bekerja tanpa mengharapkan imbalan untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata Suharso.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian juga turut mengapresiasi keseriusan Kemendikbudristek untuk terus meningkatkan kinerja organisasinya melalui peningkatakan kapasitas SDM. “Saya berharap agar inisiatif ini dapat menjadi contoh baik bagi kementerian dan lembaga lainnya. Semangat bagi para abdi negara untuk terus meningkatkan kapasitas dan potensi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar Hetifah.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih juga mengatakan platform Wiyata Kinarya Merdeka Belajar juga mampu meningkatkan pengetahuan, kecakapan, dan sikap yang melahirkan insan berakhlak mulia. “Insya Allah bangsa ini akan menjadi unggul karena dicetak oleh SDM Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kemendikbudristek,” ucapnya optimistis.

Melalui Wiyata Kinarya Merdeka Belajar, Kepala Polisi Daerah Provinsi Jawa Barat, Suntana juga berharap upaya pengembangan SDM akan menjadi lebih maju sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada kita semua,” katanya.

Wiyata Kinarya merupakan padanan istilah dalam bahasa Indonesia untuk Corporate University.   Wiyata memiliki makna pendidikan atau pengajaran, sementara kinarya bermakna bekerja. Corporate University merupakan model atau sistem pengembangan kompetensi SDM  yang kini semakin menjadi pilihan bagi kementerian/lembaga di Indonesia, termasuk Kemendikbudristek. (www.kemdikbud.go.id/Judu asli berita: Wujudkan SDM Pemelajar Sepanjang Hayat, Kemendikbudristek Luncurkan Wiyata Kinarya Merdeka Belajar/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: