Webinar Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka

Redaksi 14 November 2022

Implementasi Kurikulum Merdeka harus dimaknai sebagai transformasi pembelajaran yang bertujuan mengubah cara pembelajaran supaya lebih efektif dan memerdekakan guru serta jeli terhadap keunikan tiap siswa
 
Tiap anak tentu tidak sama alias berdeda. Ada yang hebat dalam kuliner, atau tertarik pada sains. Ada juga yang sejak dini suka dengan angka-angka (matematika).
 
Anak yang lain bisa jadi mudah belajar bahasa asing hanya melalui you tube, film dan podcast. Namun anak yang lainnya belum tentu.
 
Kita pasti juga pernah melihat anak-anak yang tanpa les tiba-tiba mampu bernyanyi bak penyanyi profesional, vibrasinya muncul dengan alami, dan berbagai kemampuan lain sesuai bidang mereka masing-masing
 
Hal tadi sesungguhnya sinyal yang sangat jelas bagi kita semua termasuk pendidik, diferensiasi telah ada sejak mereka berusia dini.
 
Maka, bila ada guru atau pendidik yang belum menerapkan manajemen kelas yang fleksibel, mustahil melakukan pembelajaran berdiferensiasi walaupun faktanya guru atau pendidik tersebut paham tentang diferensiasi, mengakui urgensi diferensiasi, dan bisa merencanakan diferensiasi.
 
Berikut flayer lengkap Webinar Program Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Provinsi Jawa Timur yang mengangkat tema “Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka”:
 
 
Guru atau pendidik harus bisa menerapkan pembelajaran yang membuat siswa bisa mengeksplor seluruh potensi dirinya, dan menghargai pencapaian setiap siswa.
 
Sekali lagi, setiap anak itu berbeda, sekalipun anak kembar pasti mempunyai karakter yang berbeda.
 
Bayangkan, bagaimana seandainya di era yang serba cepat, dinamis, butuh berbagai kemampuan nyata dan spesifikasi yang jelas untuk menjadi global community, tapi kita masih menuntut dan mewajibkan siswa mengumpulkan tugas dalam format yang seragam?
 
Sedikit, atau bahkan tidak sama sekali, siswa diberikan kebebasan mengumpulkan tugas dalam bentuk tulisan, suara, gambar atau video.
 
Perlu diketahui, Kurikulum Merdeka diluncurkan bukan untuk membuat siswa lagi-lagi duduk tenang, diam, takut atau malu-malu dalam bertanya, dan seragam, atau menempuh cara yang sama untuk belajar dan memahami apa yang dipelajarinya.
 
Kurikulum Merdeka justru dimasifkan penerapannya agar pembelajaran di kelas maupun di luar kelas jadi makin menyenangkan, terkait erat dengan kemampuan esensial yang harus mereka kuasai di keseharian dan masa depan mereka, berparadigma baru dengan mengakui adanya perbedaan atau diferensiasi di dalam diri mereka.
 
Maka agar niat baik tadi penerapannya terus makin optimal karena adanya pemahaman yang makin dalam terkait apa itu diferensiasi di Kurikulum Merdeka, yuk ikuti Webinar Program Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Provinsi Jawa Timur yang mengangkat tema “Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka”
 
Link pendaftarannya di https://bit.ly/WebBBPMPJatim1
 
Informasi selengkapnya, hubungi bit.ly/HaloAdminGB
 
"Webinar ini terselenggara berkat kerjasama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur dan Putera Sampoerna Foundation"
 
(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: