Wakil Jatim, Siswa Prestasi dari 13 Kabupaten/Kota

Redaksi 27 Juni 2019

Peserta Training OSN SMP Provinsi Jatim 2019 di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim berjumlah 24 siswa yang berasal dari 13 kabupaten/kota. Mereka akan berangkat mewakili Provinsi Jatim bertanding dengan peserta OSN dari provinsi lainnya di Yogyakarta pada 30 Juni hingga 6 Juli 2019.

Siswa-siswa tersebut adalah peserta hasil seleksi tingkat provinsi dari beberapa sekolah di Tuban, Lamongan, Jember, Banyuwangi, Pamekasan, Gresik, Jombang, Lumajang, Malang, Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kota Pasuruan. Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai dari 17 hingga 21 Juni 2019.

“Peserta akan dilatih oleh para dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya,” kata Maryono, Kepala Seksi Sistem Informasi LPMP Jatim saat mendampingi Kepala LPMP Jatim membuka training OSN tersebut, Senin (17/6/2019).

Materi yang diberikan terdiri dari empat bagian. Pertama, kebijakan OSN SMP Tingkat Nasional, petunjuk teknis pelaksanaan OSN SMP Tingkat Nasional, penguatan materi OSN SMP untuk masing-masing mata pelajaran, dan motivasi belajar siswa. Durasi penguatan materi OSN SMP terlama yaitu 15,7 jam.

Pemateri antara lain Kepala LPMP Jatim Dr Bambang Agus Susetyo MM MPd, dosen ITS dan UNESA, serta narasumber dari widyaiswara LPMP Jatim.

Untuk bidang Matematika, peserta diberikan materi kombinatorika, aljabar, teori bilangan, dan geometri.

Bidang IPA terdiri dari topik yaitu Biologi dan Fisika.

Pada Biologi, dipelajari materi biogeochemical, genetic; plant structure; life organization, biosystematics; dan cell biology, biochemical.

Sedangkan Fisika meliputi gerak dan gaya, fluida; pengukuran, zat dan kalor, energi; fisika cahaya dan optic; serta getaran, gelombang dan bunyi dengan eksperimen Fisika.

Peserta training OSN SMP bidang IPS mempelajari geografi, sosiologi, ekonomi, sejarah, IPS terpadu, praktek melakukan penelitian sederhana, serta penulisan laporan hasil penelitian.

Walaupun training OSN SMP Jatim ini baru dilaksanakan LPMP Jatim, tetapi metodologi telah dibuat semaksimal mungkin. “Tentu masih perlu revisi kembali dan ke depan akan dapat digunakan untuk olimpiade atau ajang berprestasi lainnya,” imbuh Maryono.

Pengembangan inovasi kompetensi menjadi prioritas Direktorat Pembinaan SMP melalui kegiatan lomba, festival dan olimpiade tahun 2019. Fokus ditujukan pada tiga bidang yaitu Matematika, IPA dan IPS.

Maryono juga menambahkan, kegiatan OSN SMP mendorong pihak-pihak yang berwenang untuk memberikan ruang belajar, memfasilitasi dan menstimulus para siswa dan guru yang berprestasi dan memiliki bakat minat pada sains.

Melalui pembinaan yang baik, menurutnya akan dapat meningkatkan kemampuan akademis mereka

Ia mengatakan pula, untuk mempersiapkan para siswa yang mewakili Provinsi Jatim mengikuti OSN SMP tingkat Nasional tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempercayakan penyelenggaraan kegiatan Training OSN SMP Provinsi Jatim Tahun 2019 di LPMP Jatim.

Mengingat dari sisi kenyamanan, LPMP Jawa Timur memang layak. Bangunan-bangunannya megah dibalut arsitektur modern berkonsep futuristik dan popularis.

“Untuk yang suka selfie, atau foto bersama, di LPMP Jatim banyak spot-spot menarik yang instagrammable. Kelas-kelasnya akademis minimalis, lingkungannya bersih dan stafnya ramah. Belum lagi ada fasilitas fitnes, bulutangkis, tenis, karaoke. Siswa pasti kerasan dan tidak jenuh di sini,” imbuh Maryono (Bagus Priambodo)

Tags: