Usir Kejenuhan Anak dengan Bertualang Virtual

18 Mei 2020

Bagi anak-anak, ketika sekolah pertama kali dinyatakan libur sementara karena pandemi Covid-19, mungkin mereka akan merasakan senang yang membuncah karena menganggap hal ini sebagai liburan. Dalam imajinasi anak, mereka mungkin akan mengira bahwa ini adalah saatnya untuk lebih banyak bermain ketimbang belajar.

Namun, perasaan bahagia itu tampaknya tak awet lama. Karena terlalu lama libur sekolah, anak-anak pun mulai jenuh. Apalagi di lingkungan tempat tinggalnya, anak-anak juga harus dilibatkan melakukan pembatasan sosial demi tak terpapar Virus Corona.

Dikutip dari Kompas, pakar kejiwaan sekaligus staf pengajar ilmu kedokteran FKUI-RSCM, Prof Dr dr Indrawati Ismail SpKJ (K) MEpid menyebut pembatasn sosial dapat memengaruhi kesehatan mental semua orang, tak terkecuali anak. Namun respon anak terhadap stres ini unik dan beragam karena setiap anak mempunyai mekanisme untuk merespons perubahan yang berbeda.

Kejenuhan ini tentu menjadi tantangan berat bagi setiap orangtua dan guru. Karenanya, mereka dituntut terus menerus kreatif dan menghadirkan hal-hal yang baru. Untungnya, guru tak sendirian. Di luar sana, banyak konten-konten edukatif yang dapat diakses secara mudah dan gratis dengan memanfaatkan internet.

Konten-konten itu pun tak melulu menyajikan hal-hal yang bisa ditemui anak-anak setiap hari di sekolah. Misalnya, pemandangan guru sedang mengajar di depan papan tulis. Konten-konten edukatif yang seperti itu, bisa jadi membuat anak-anak merasa kurang bersemangat untuk terlibat. Sebab, hal seperti itu adalah pemandangan yang mereka lihat sehari-hari selama di sekolah.

Lalu bagaimana?

Sekali lagi, di luar sana bertebaran konten edukatif yang dikemas dalam gaya-gaya yang menarik. NASA misalnya, secara khusus membuat konten seputar alam semesta, antariksa, bumi, dan lain sebagainya, dalam kemasan yang menyenangkan. Kemudian, National Geographic juga punya kanal khusus untuk anak-anak yang disajikan dengan gaya-gaya bertualang.

Kemasan-kemasan yang atraktif seperti inilah yang sebenarnya perlu diperbanyak, khususnya selama masa pandemi Covid-19. Harapannya, tentu saja agar anak-anak merasa terhibur namun tetap mendapatkan sajian yang positif, sekaligus agar mereka merasa seolah-olah sedang diajak bertualang. Hal ini penting karena pada dasarnya setiap anak memilih naluri dan energi yang besar untuk mengeskplor apa yang ada di sekitar mereka. Namun karena pembatasan sosial tak memungkinkan hasrat tersebut terpenuhi, tak ada salahnya kalau untuk sementara digelar secara virtual. Apalagi, dengan adanya internet, dunia selalu ada di genggaman bukan? (Bagus Priambodo/Judul asli catatan: Mengajak Anak 'Bertualang Virtual' di Tengah Pembatasan Sosial/Semua foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: