Usia Bukan Faktor Untuk Jadi Guru Penggerak yang Berhasil

Redaksi 09 November 2022

Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbud Ristek, Dr Iwan Syahril Ph.D, menggelar kunjungan ke SMAN 14 Surabaya.
 
Dalam kunjungan yang dilakukan pagi, sebelum launching akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka di Jatim pada Kamis lalu (3/11/2022) itu, Iwan Syahril mendengar curhatan para guru seputar implementasi kurikulum merdeka dan program merdeka belajar.
 
Salah satu tantangannya adalah kualitas SDM guru.
 
Menurut guru setempat, para guru penggerak kebanyakan muda dan memiliki keterampilan IT. Sementara, keterampilan IT itulah yang belum dikuasai oleh guru-guru yang lebih senior.
 
Menanggapi curhatan itu, Iwan Syahril menegaskan bahwa fokus Kemendikbud Ristek saat ini adalah mengatasi krisis pembelajaran. Kemampuan untuk berinovasi itu sendiri, tidak tergantung pada usia seseorang. Bahkan mereka yang masih muda sekalipun, bisa diangkat sebagai pemimpin apabila memang memiliki kemampuan untuk itu.
 
"Menteri kita misalnya, menjadi menteri di usia 35 tahun. Ini sering dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang lebih dulu berkecimpung di dunia pendidikan. Apalagi, beliau tidak memiliki latar belakang ilmu pendidikan. Tapi fokusnya adalah problem solving. Itu yang kita butuhkan. Bisa nggak?" tutur Iwan.
 
Dia memastikan, untuk menjawab krisis pembelajaran, juga dibutuhkan cara kepemimpinan yang berbeda dengan masa lalu, yakni cara kepemimpinan yang bisa menggerakkan akselerasi.
 
"Dengan kepemimpinan itu, kita ingin agar negara kita masuk dalam daftar 5 negara besar di dunia. Kita akan dorong terus. Dari dinas butuh apa, silakan disampaikan," tuturnya.
 
Dia menambahkan, keberhasilan program kurikulum merdeka juga tidak tergantung pada fasilitas yang tersedia. Apalagi, ternyata banyak pula sekolah-sekolah di daerah yang berhasil menerapkan kurikulum merdeka meski fasilitas yang mereka miliki tak semewah yang ada di perkotaan.
 
"Jadi kuncinya ada pada mindset. Kita harus punya Asset Based Thinking, di mana apapun masalahnya, diatasi dengan apa yang dimiliki. Harus punya kemampuan problem solving, mengatasi masalah dengan apapun yang bisa dilakukan,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: