Usia Bukan Alasan Untuk Tidak Mulai Menulis

Redaksi 13 Juni 2020

Surabaya - Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai menulis. Usia yang tak lagi muda pun bukan halangan. Buktinya, banyak penulis yang memulai karir kepenulisan saat usianya sudah menginjak kepala lima, bahkan kepala enam.

Hal ini pun dibenarkan oleh Dr. Wahyu Nugroho, SH.,M.M, salah satu anggota tim fasilitasi peningkatan mutu pendidikan LPMP) Jawa Timur.

Saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Ayo Menulis Buku: Katakan dan Ceritakan Dengan Buku" yang digelar LPMP Jatim secara daring menggunakan aplikasi Zoom, belum lama ini, Wahyu mengatakan bahwa buku pertamanya diterbikan ketika dia telah berusia 50 tahun.

Karena itu, dia pun memotivasi dan menantang para peserta webinar untuk berani bermimpi menerbitkan buku dan tidak menjadikan usia yang tak lagi muda sebagai alasan untuk tidak mulai menulis.

“Buku pertama saya saja diterbitkan ketika saya sudah umur 50 tahun. Di umur ke-51, terbit buku kedua. Jadi tidak ada kata terlambat untuk mulai menulis,” ujar Wahyu.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh Dr. Djoni Setiawan M.Pd, Widyaiswara LPMP Jatim yang telah menerbitkan 5 buku. Salah satu yang terbaru adalah buku berjudul "Merdeka Belajar", yang ditulisnya bersama dengan Dr. Wahyu Nugroho. Buku ini terasa kekinian karena senada dengan jargon merdeka belajar yang disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini.

Menurut Djoni, kunci untuk menjadi penulis yang produktif di usia senja, tak lain adalah semangat dan motivasi.

“Seperti Pak Wahyu Nugroho, walaupun usianya sudah 50 tahun, tapi mulai menelorkan satu buku. Beliau punya semangat yang luar biasa untuk membuat satu buku setiap tahun,” kata Djoni di kesempatan yang sama.

Sementara itu, untuk memotivasi para tenaga kependidikan, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, atau siapapun, untuk mulai menulis, LPMP Jawa Timur kembali menggelar kegiatan serupa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis.

Kalau sebelumnya webinar digelar dengan tujuan untuk mendorong para praktisi pendidikan untuk menulis buku, kali ini LPMP Jatim menggelar "Bimtek (bimbingan teknis) Penyusunan Artikel Best Practice, PTK dan PTS" (flyer bimtek dapat dilihat pada gambar headline di atas). Bimtek ini pun digelar secara virtual menggunakan aplikasi Zoom mengingat sampai saat ini pemerintah masih terus mengampanyekan protokol kesehatan yang salah satu di antaranya adalah physical distancing atau jaga jarak.

Nyatanya minat 'namu' (nambah ilmu) bareng dari para pendidik baik tua dan muda ini sangat tinggi. Terbukti saat Bimtek bersertifikat dan free yang akan dimulai pada 8 Juni 2020 dan akan diakhiri pada 24 Juni 2020 tersebut dishare melalui media sosial LPMP Jatim (instagram & facebook), kuota peserta sebanyak 120 orang langsung 'ludes', sehingga banyak yang tidak kebagian 'tempat' saking membludaknya para pendidik yang antusias mendaftarkan diri sebagai peserta. 

Beberapa orang yang nanti akan bicara dalam forum virtual tersebut adalah Plt. Kepala LPMP Jatim, Drs Toto Basuki, M.Pd; Dr.Rizqi S.Pd.,M.Pd, Kasi FPMP LPMP Jawa Timur; lalu Dr.Djoni Setiawan M.Pd dan Dr.Marjuki,M.Pd yang keduanya merupakan Widyaiswara LPMP Jatim, serta Dr.Mustakim,M.Si, Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Lamongan.

Dalam sertijab Plt. Kepala LPMP Jawa Timur beberapa waktu lalu, Drs Toto Basuki, M.Pd mengatakan bahwa berbagai bimtek hasil gagasan tim internal LPMP Jatim ini selain sebagai ikhtiar yang harus terus menerus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya untuk meningkatkan keterampilan menulis para guru, kepala sekolah, serta pengawas sekolah, juga merupakan terobosan LPMP Jawa Timur di tengah Pandemi Covid-19 agar para pendidik terus-menerus belajar.

"Banyak inovasi yang kita buat di tengah Pandemi Covid-19 agar guru selalu haus ilmu. Salah satunya adalah bimtek meningkatkan kemampuan menulis para guru. Dengan kegiatan semacam ini, tujuan kita untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat terus kita upayakan meski di tengah Pandemi Covid-19," ujarnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi berita dipenuhi dari Foto Dokumentasi Kegiatan LPMP Jawa Timur)

 

Tags: