Upacara Hardiknas 2022 BBPMP Jatim

Redaksi 13 Mei 2022

Kali ini upacara memperingati Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) dilaksanakan pada Jumat (13/5/2022), begitu juga di BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Jawa Timur yang diikuti seluruh pegawai
 
Dr. Rizqi sebagai pembina upacara membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang salah satu poin pentingnya, tahun ini Indonesia membuktikan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia
 
Isi pidato juga mengajak para penggerak Merdeka Belajar di seluruh Indonesia agar tidak berhenti bergerak meski sejenak. Teruslah memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar
 
Di momen ini, diberikan juga tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya untuk Pengembang Teknologi Pembelajaran, Indrianto Setyo Basori atas pengabdiannya  selama 10 tahun
 
 
 
 
'Secuil Ajaran' Bapak Pendidikan Indonesia
 
Pendidikan di Indonesa dengan berbagai program Merdeka Belajarnya saat ini yang secara bertahap namun pasti membawa perbaikan di bidang pendidikan, tak terlepas dari kembali ke ruh pendidikan nasional yang diajarkan oleh Tokoh Pendidikan bangsa ini, atau Bapak Pendidikan kita, Bapak Ki Hadjar Dewantara
 
Oleh karena itu, sejarah Hari Pendidikan Nasional tentu juga menjadi sejarah Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan rakyat Indonesia.
 
Beliau yang juga perintis pendidikan bagi kaum pribumi di era penjajahan Belanda memiliki beberapa kutipan terkenal yang saat ini dijadikan sebagai semboyan pendidikan Indonesia yaitu "tut wuri handayani".
 
Secara lengkap, semboyan dalam bahasa Jawa tersebut adalah "ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani".
 
Ing ngarsa sung tulodo, artinya "di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik".
 
Ing madya mangun karsa, artinya "di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa atau ide".
 
Tut wuri handayani, artinya "dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan".
 
Membangun manusia adalah investasi yang tidak berwujud nyata. Membangun manusia butuh kerja sama dan niat suci dari berbagai pihak.
 
Dengan 'Merdeka Belajar' yang kental dengan semangat gotong royong dalam mendongkrak mutu (kualitas) pendidikan nasional dan kembali kepada semangat dan ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, semoga mutu (kualitas) pendidikan di negeri ini juga mampu berakselerasi setara, bahkan melebihi kualitas pendidikan negara-negara yang langganan 10 besar bahkan 5 besar di Rangking PISA (Program for Internasional Student Assesment) 


 

Tags: