Ujian Nasional Hanya Boleh Ganti Nama

Redaksi 31 Maret 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa mekanisme ujian nasional (UN) tetap akan dipertahankan, hanya namanya saja yang boleh diganti. Penegasan ini sebagai tanggapan atas munculnya wacana penghapusan UN yang sempat disinggung Sandiaga Uno saat debat pilpres putaran ketiga yang diikuti cawapres pada 17 Maret 2019 lalu.

“Selain nama ‘UN’ tidak masalah, namun mekanisme ujian secara nasional tetap harus dilaksanakan. Diganti nama ‘oon’ pun boleh,” selorohnya saat menghadiri pembukaan Jambore Pandu Sekolah Model di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim), Rabu (20/3/2019).

Selama ini, nama UN telah mengalami perubahan berulang kali. Sebutan UN di masa lalu antara lain Ujian Penghabisan, Ujian Negara, Ebtanas, Ujian Akhir Nasional hingga sekarang disebut Ujian Nasional.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menerangkan, UN ini penting sebagai standar evaluasi pendidikan nasional. Dengan adanya evaluasi ini maka standar capaian belajar siswa dan pelaksanaan pendidikan di setiap daerah bisa terukur.

Sebelumnya, Sandiaga mengusulkan UN untuk dihapus dan menggantinya dengan metode penelusuran minat dan bakat, jika dia menang dalam Pilpres 2019. Menurutnya, UN merupakan wujud sistem yang tak berkeadilan dan pemborosan.

Alasannya, karena kemampuan sekolah dalam menjalankan proses belajar tidak sama rata di setiap daerah di Tanah Air.  Kondisi pendidikan di Jakarta tidak bisa diterapkan sama dengan sistem pendidikan di daerah.

Sandiaga juga menyatakan pihaknya memiliki konsep sekolah link and match. Konsep ini memungkinkan hadirnya penyedia dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan dunia pendidikan. (Bagus Priambodo)

Tags: