Tumbuhkan Literasi Ala Literacy Cloud

Redaksi 14 Oktober 2020

Liputan Khusus - Meningkatkan kemampuan literasi anak Indonesia perlu melibatkan kontribusi semua pihak. Namun agar daya gedornya semakin kuat, perlu ada inisiatif-inisiatif dari para tokoh-tokoh penggerak maupun dari organisasi-organisasi untuk mengumpulkan potensi-potensi yang terserak.
 
Salah satunya seperti dilakukan Room to Read Indonesia melalui platform digital Literacy Cloud. Dalam webinar bertajuk Sarasehan Literasi #8 beberapa waktu lalu, Chatarina Trihastuti dari Literacy Cloud Room to Read Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah melibatkan ratusan orang untuk terlibat dalam menyediakan bahan bacaan bermutu bagi anak-anak Indonesia.
 
Perempuan yang akrab dipanggil Rina ini menjelaskan, Literacy Cloud yang mengusung tagline 'Temukan Keajaiban Membaca di Mana Saja dan Kapan Saja', dibangun dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya para guru, penerbit, pengelola perpustakaan, dan para penulis hingga para ilustrator.
 
“Mulanya kami awali dengan workshop. Kami melatih ratusan penulis dan ilustrator. Tapi kami sadar, buku-buku yang dicetak tak akan mencukupi untuk dibagikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Karena itu kami menghadirkan platfrom digital Literacy Cloud," ujar Catharina.
 
Lewat platform digital itu, para guru dari seluruh Indonesia yang tidak bisa terlibat langsung dalam workshop secara offline, tetap bisa mengikutinya secara online.
 
Dia mengatakan pula, dalam Literacy Cloud terdapat berabagai koleksi buku digital. Buku-buku itu memiliki beragam tema, ditulis dengan bahasa yang bermacam-macam, serta dapat disesuaikan dengan kelompok-kelompok atau jenjang usia yang berbeda.
 
“Koleksi-koleksi itu adalah hasil workshop yang dikembangkan bersama. Kami juga menyediakan video yang bisa digunakan oleh guru untuk mengembangkan profesionalisme mereka dalam mengajar,” lanjutnya.
 
Dia melanjutkan, platform ini bermanfaat untuk mengembangkan profesional guru di sekolah sekaligus bermanfaat untuk memberikan panduan bagi orangtua dalam membiasakan anak membaca.
 
“Jadi tujuannya adalah membangun kebiasaan membaca pada anak, baik di sekolah maupun di rumah,” tuturnya.
 
Lebih jauh, dalam situasi pandemi Covid-19 di mana aktivitas belajar anak-anak diarahkan untuk digelar di rumah, Literacy Cloud memiliki 3 area fokus yang hendak dikembangkan.
 
Fokus pertama adalah membaca mandiri. Dalam hal ini, Literacy Cloud mengajak pada kepala sekolah agar mendorong dan mengkoordinir para guru untuk bekerja dengan orangtua dalam mendukung kegiatan membaca oleh anak di rumah.
 
“Guru diharapkan membimbing orangtua untuk mendukung bacaan anak di rumah. Kemudian orangtua mendukung anak untuk mengakses buku cerita dalam Literacy Cloud dan membacakan cerita untuk anak-anak. Ada lebih dari 200 judul buku dan bahan bacaan, serta berbagai video membaca nyaring yang dapat diakses di dalam Literacy Cloud,” urainya.
 
Fokus kedua adalah membaca nyaring. Dalam hal ini, Literacy Cloud berharap para kepala sekolah mendorong dan mengoordinasi guru untuk membaca nyaring secara online dengan anak-anak.
 
“Guru bisa menggunakan video di Literacy Cloud untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring. Lalu dilanjutkan dengan melakukan kegiatan membaca nyaring yang efektif bersama anak-anak secara daring,” jelasnya.
 
Sedangkan fokus ketiga adalah Offline Environment. Fokus ini dibangun mengingat bahwa masih ada berbagai daerah yang tak terjangkau internet. Fokus tersebut diimplementasikan salah satunya dengan melibatkan para mitra dalam menggunakan router seluler lalu pergi ke suatu tempat yang kesulitan akses internet. Harapan kami ini bisa didukung Dinas Pendidikan dan sekolah. Jadi bisa dilakukan bersama sehingga tidak ada lagi halangan dalam berkegiatan membaca.
 
“Kami juga ada fitur yang bernama Simpan Luring. Misal guru tak punya akses internet, mereka bisa datang ke tempat yang ada internetnya lalu mengunduh materi dan menyimpannya untuk disampaikan kemudian,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli liputan: Mendorong Pertumbuhan Literasi Ala Literacy Cloud/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari https://literacycloud.org/)

Tags: