Tujuh Strategi Transformasi Guru & Tenaga Kependidikan

Redaksi 12 Februari 2020

Kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia diterjemahkan dalam berbagai terobosan. Salah satunya adalah melakukan transformasi guru dengan harapan untuk menciptakan guru-guru yang berdaya, yakni guru yang memiliki karakter berjiwa Indonesia,  bernalar, pembelajar, profesional, dan berhamba pada anak.

Untuk mewujudkan transformasi guru, setidaknya ada tujuh strategi yang harus dijalankan.

Pertama, harus dirumuskan kerangka konseptual tahap-tahap perkembangan guru. Kerangka konseptual inilah yang menjadi landasan kurikulum pembelajaran guru pra-jabatan dan dalam jabatan. Selain itu, kerangka ini juga dapat menjadi acuan assesmen guru serta sebagai referensi jenjang karir guru.

Perumusan kerangka konseptual tahap-tahap perkembangan guru ini, oleh Kemdikbud RI ditargetkan tuntas pada 2020. Setidakya, pada 30 April 2020 sudah ada naskah akademik yang membahasnya. Penyusunan naskah akademik tersebut menjadi tanggungjawab Direktorat Pendidikan Profesi dan Pengembangan GTK serta melibatkan konsultan yang terdiri dari PSPK (Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan) dan TASS (Technical Assistance for Education System Strengthening).

Kedua, perlu disusun pula asesmen guru sesuai dengan tahap-tahap perkembangan guru. Strategi ini perlu ditempuh karena hasilnya dapat menjadi "gatekeeper" kualitas yang terpercaya, sebagai acuan assesmen guru, serta sebagai referensi jenjang karir guru.

Untuk strategi ini, naskah akademiknya ditarget rampung pada 29 Februari 2020, sementara instrumen asesmennya ditarget ada pada 31 Mei 2020. Apabila ini rampung, maka mulai 1 Juni 2020, ditargetkan 100 persen PPG menggunakan assesmen yang baru tersebut.

Strategi ketiga adalah menetapkan dan menerjunkan guru penggerak. Para guru penggerak inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak perubahan dalam ekosistem guru dan pendidikan guru.

Di tahun 2020 ini, para guru penggerak diidentifikasikan pada 31 Januari 2020. Selanjutnya, pada Februari hingga Maret 2020, akan dilakukan sosialisasi dan kesepakatan peran guru penggerak yang akan dilanjutkan dengan orientasi guru penggerak hingga Juni 2020. Tak cukup di situ, para guru penggerak ini juga akan diterjunkan untuk mengajar di PPG selama Juli hingga Desember 2020.

Strategi keempat yang tak kalah penting adalah mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar dalam pendidikan profesi guru. Alasannya, meski berbagai upaya peningkatan telah dilakukan, nyatanya kualitas pendidikan profesi guru belum begitu menyenangkan.

Dalam rangkaian strategi ini, perlu dilakukan revisi terhadap kurikulum PPG. Kemudian, mulai Juni 2020, para PPG pra-Jabatan sudah menggunakan kurikulum yang baru. Selain itu, pada 2020 pula, harus sudah dikembangkan model-model PPG yang inovatif.

Strategi kelima adalah pembentukan Center of Excellence (CoE) berupa Pusat Transformasi Pendidikan Guru. Strategi ini ditempuh mengingat diperlukannya sebuah pengelolaan pendidikan dan pembelajaran guru yang terintegrasi, mulai dari pendidikan prajabatan hingga dalam jabatan.

Seperti ditulis sebelumnya, CoE ini nantinya akan ada di semua provinsi. Namun, perintisan tahap 1 dimulai Februari 2020 hingga Juni 2020. Kemudian, pada April 2020, ditargetkan sudah ada BLU Kemdikbud (Pusat Inovasi Pendidikan) yang menaungi CoE tersebut. Terakhir, pada Juli 2020, CoE tahap 1 ditargetkan sudah mulai beroperasi.

Strategi-strategi tersebut di atas tidak akan dapat berlangsung tanpa adanya dukungan dari organisasi-organisasi civil society. Karena itu, strategi keenam yang tak kalah pentingnya adalah melibatkan organisasi-organisasi tersebut yang bereputasi baik dan tentu saja telah terbukti kualitasnya dalam membantu para guru untuk meningkatkan kualitasnya.

Strategi ini selanjutnya disebut dengan Program Merdeka. Pada 2020, ditargetkan 20 persen sekolah di daerah 3T sudah terlibat. Selain itu, 20 persen guru SD, 20 persen guru PAUD, 20 persen SMP di Indonesia, dan semua program PPG sejak juni 2020, ikut dalam program Merdeka tersebut.

Terakhir, setelah semuanya dilaksanakan sesuai target, perlu dilakukan telaah terhadap regulasi dan tatakelola. Diharapkan, nantinya semua regulasi terkait guru, jenjang karir guru, dan tata kelola guru, dapat terintegrasi dalam sebuah skema yang komprehensif berdasarkan kerangka konseptual yang jelas. Target lainnya, semua regulasi terkait guru dan pendidikan guru, telah tuntas direvisi pada akhir Mei 2020. (Bagus Priambodo/Sumber narasi: Paparan Strategi Transformasi Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang disusun oleh Iwan Syahril, Staf Khusus Mendikbud Bidang Pembelajaran/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari foto dokumentasi LPMP Jawa Timur)

Tags: