Tingkatkan Infrastruktur Demi Dapodik Berkualitas

Redaksi 18 September 2019

Harapan pemerintah untuk mewujudkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang berkualitas dilakukan dengan tidak main-main. Anggaran besar pun siap dikucurkan untuk mewujudkan hal tersebut.

Hal ini disampaikan Andik Purwanto, Tim Pengembang Dapodik, Sestijen Dikdasmen Kemdikbud RI pada Bimtek Dapodikdasmen Gelombang kedua yang digelar LPMP Jawa Timur selama 4 hari, yakni mulai 26 Agustus hingga 29 Agustus 2019 lalu di Hotel Utami Sidoarjo

Dia mengatakan, untuk mewujudkan Dapodik yang berkualitas, dibutuhkan infrastuktur teknologi informasi yang kuat pula. Salah satunya adalah server untuk menampung data-data dari seluruh sekolah yang besarnya luar biasa.

“Tiap tahun kami pasti menambah server. Saat ini data yang sudah direkam sudah mencapai ratusan juta dan akan terus bertambah, apalagi waktu masuk tahun ajaran baru,” ujar Andik.

Dia menyebutkan, anggaran untuk penambahan server tiap tahun umumnya mencapai puluhan miliar rupiah.

“Tahun ini, anggaran untuk menambah server bahkan mencapai 20 miliar rupiah. Hampir tiap tahun kira-kira sebesar itu. Kalau nanti sampai ada kebijakan mengunggah foto siswa dan guru, wah, kebutuhan servernya bisa membengkak lebih banyak lagi,” sambungnya.

Dia menyebutkan, pemerintah juga baru saja membangun Disaster Recovery Center (DRC) di Batam untuk memastikan data-data yang telah masuk ke dalam sistem, tetap aman bila terjadi bencana.

“Kemarin Jakarta sempat listrik padam, itu kami kelabakan. Nah, itu salah satu contoh pertimbangan mengapa perlu dibangun DRC untuk menjadi mirror center yang memperkuat jaringan infrastruktur dapodik sehingga semuanya bisa berlangsung lancar,” tuturnya.

“Semula direncanakan DRC ini dibangun di Jawa Timur, tetapi pada akhirnya dibangun di Batam,” imbuh Andik.

Manajemen SDM

Meski manajemen infrastruktur terus diperkuat, Andik menegaskan bahwa hal itu tidak akan berfungsi optimal tanpa diimbangi kinerja terbaik dari mereka yang bertugas melakukan entri data.

Karena itu, langkah-langkah pembinaan terus dilakukan terhadap mereka yang bersentuhan langsung dengan sistem dapodik.

“Harus diimbangi perilaku yang baik dari semuanya agar tidak memberatkan sistem. Contohnya, jangan menerapkan sistem kebut semalam. Kalalu semuanya melakukan itu, sistem jadi berat, collaps,” tegasnya.

Selain itu, kepada semua LPMP di provinsi-provinsi, telah ditugaskan untuk menyediakan unit layanan terpadu (ULT) yang bisa menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi petugas yang terlibat.

“Sedang gencar dilakukan customer service, layanan pengaduan, semua LPMP ditugaskan buka layanan ULT, LPMP Jatim ini salah satu pionirnya,” pungkasnya.  (Bagus Priambodo)

Tags: