Tidak Semua Isu Kebutuhan di PSP Harus Di-Acc Tapi Wajib untuk Dipetakan

Redaksi 26 Agustus 2022

PMO (Program Management Office) menjadi sistem tata kelola manajemen yang diberi amanah untuk mengawal PSP (Program Sekolah Penggerak) step by step, memastikan program prioritas Kemendikbudristek tersebut on the track serta untuk mengetahui progress, masalah dan solusi
 
Pada pertemuan PMO ke-4 hari Kamis lalu (25/8/2022) yang dilakukan melalui zoom meeting, Koordinator Teknis Pokja (Kelompok Kerja) Inovasi dan Transformasi Pembelajaran bidang PSP, Dyah Ayu Mexliessiana membahas beberapa hal terkait pelaksanaan PSP
 
Salah satunya bagaimana tim PMO di level dinas pendidikan merespon isu-isu yang dieskalasi oleh FSP (Fasilitator Sekolah Penggerak) terkait kebutuhan-kebutuhan dari sekolah penggerak dalam melaksanakan program ini
 
Selengkapnya tentang kegiatan ini dapat disimak pada video berikut:
 
 
Dyah Ayu Mexliessiana atau yang akrab dipanggil Nana menyampaikan, eskalasi isu-isu kebutuhan yang disampaikan oleh FSP tidak harus seluruhnya di acc. Menurut Nana harus ada persamaan persepsi terkait hal tersebut
 
Bila terdapat eskalasi isu dari FSP terkait tambahan anggaran untuk mendukung sekolah merealisasikan berbagai program yang digagas, dan dapat diakomodir oleh dinas pendidikan maka hal tersebut dapat komunikasikan melalui SIMPKB dengan keterangan akan segera dianggarkan
 
Namun ketika anggaran sesuai yang diusulkan oleh FSP dananya tidak tersedia, di pertemuan PMO ke-4 tersebut, Nana menyarankan ke seluruh peserta agar kebutuhan tersebut tetap ditanggapi melalui SIMPKB.
 
“Jadi misalnya untuk anggaran tahun ini belum tersedia untuk yang diminta, nanti akan dianggarkan insyaAllah di tahun anggaran berikutnya. Itu monggo disampaikan di SIMPKB sehingga bisa Bapak Ibu solve di situ,” ungkap Nana
 
“Akan tetapi isunya tergantung dari kesanggupan dari masing-masing kabupaten kota untuk mana yang bisa di acc dan mana yang tidak,” tambahnya
 
Isu-isu yang di eskalasi oleh FSP sebaiknya dipetakan agar permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekolah-sekolah penggerak di ketahui oleh tim PMO di level kabupaten kota. Sehingga dapat diidentifikasi permasalahan mana yang dapat segera diselesaikan tahun ini dan tahun depan
 
Nana menghimbau agar tim PMO di level kabupaten kota dapat melakukan cek secara berkala laporan-laporan dari para FSP melalui aplikasi SIMPKB masing-masing dinas pendidikan yang aksesnya menurut Nana sudah tidak bermasalah lagi
 
“Kemarin aksesnya sudah kami berikan. Jadi kemarin waktu bimtek PMO kami tekankan, Bapak Ibu, kundur dari sini sudah tidak ada lagi kendala terhadap akses. Jadi semuanya sudah bisa mengakses, sudah bisa melihat, mengunduh dan melakukan analisa,” pungkas Nana
 
Sebelumnya Nana juga menginformasikan tentang status pelaporan FSP. Status pelaporan FSP yang dimaksud Nana, hanya untuk pelaksana PSP Angkatan 1.
 
Sedangkan bagi PSP Angkatan 2 meski para FSP nya telah mulai bekerja mengawal pelaksanaan PKB (Pelatihan Komite Pembelajaran) dan IHT (In House Training), namun pelaporannya di SIMPKB masih belum dimulai.
 
“Jadi yang tertera di sini adalah untuk Bapak Ibu pelaksana PSP Angkatan 1,” imbuh Nana mempertegas.
 
Saat ini periode interval pelaporan FSP adalah triwulan, berdeda dengan sebelumnya yang bulanan. Dan sebagian besar FSP telah melakukan pelaporan yang nantinya wajib digunakan sebagai dasar paparan dan diskusi di setiap pertemuan PMO
 
Oleh karenanya proses unduh dan analisa pelaporan dari para FSP yang terupload di SIMPKB sebaiknya dilakukan sebelum paparan dan diskusi-diskusi terjadi di pertemuan-pertemuan PMO yang terbagi menjadi beberapa ruang diskusi.
 
Dalam kegiatan ini, Nana sangat mengapresiasi hasil kerja dari tim PMO di Dinas Pendidikan Kabupaten Kota. Hal itu disebabkan indikator warna jumlah isian di eskalasi tidak berwarna merah lagi.
 
Hal tersebut terjadi karena solidnya proses komunikasi dan koordinasi yang dilakukan antar Tim PMO di kabupaten kota dan di level UPT (Unit Pelaksana Teknis) Kemendikbudristek. Meskipun sebenarnya masih ada pekerjaan rumah (PR) yang perlu segera di tuntaskan.
 
Keberhasilan Program Sekolah Penggerak (PSP) sangat ditentukan oleh PMO di masing-masing level. Ketika PMO tidak berjalan, maka berpotensi pada kegagalan PSP.
 
Sehingga kompetensi tim PMO menjadi bagian penting yang menentukan berhasil tidaknya PSP. Salah satunya, kompetensi membina dan menjalin hubungan baik untuk mendapatkan kepercayaan. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: