Tidak Hanya Menjadi Guru Penggerak Untuk Siswa

Redaksi 10 Maret 2020

Gebrakan untuk mendongkrak mutu pendidikan yang didengungkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, selain merdeka belajar adalah guru penggerak. Merdeka belajar yang berarti  sekolah, guru dan siswa memiliki kebebasan dalam berinovasi, kebebasan belajar secara mandiri dan kreatif. Siswa dapat belajar dengan gaya belajarnya sesuai karakteristiknya sehingga siswa dalam belajar merasa nyaman dan bebas dari tekanan. Ini akan memberikan ruang kepada para guru untuk berinovasi dan berkreasi di kegiatan pembelajarannya di kelas dan di luar kelas. Di sinilah munculnya kebutuhan akan kehadiran para Guru Penggerak

Guru Penggerak

Guru yang dapat memanfaatkan ruang yang ada untuk berinovasi dan berkreasi ini akan menimbulkan gerakan-gerakan terbaik di sekolah, mereka itulah yang disebut sebagai guru penggerak. Gerakan-gerakan untuk memberikan hal yang terbaik tersebut tidak hanya ditujukan kepada siswa, tapi juga unyuk guru sejawatnya dan kemajuan sekolahnya. Guru penggerak akan selalu berupaya yang terbaik dan tidak pernah berhenti bergerak walaupun banyak hambatan yang menyebabkan terobosan-terobosannya tidak selalu berjalan dengan mulus bahkan hasilnya pun belum tentu selalu sukses. Guru penggerak selalu yakin perubahan baik sekecil apapun jika dilakukan secara terus-menerus lambat laun akan memberikan dampak peningkatan yang bisa dirasakan semua pihak.

Guru Penggerak untuk siswa

Guru penggerak akan fokus mengutamakan kebutuhan siswa dalam mensukseskan pembelajarannya. Mereka akan mengambil tindakan-tindakan tanpa disuruh atau diperintah untuk selalu melakukan sesuatu yang terbaik bagi siswanya dalam meningkatkan prestasinya. Guru penggerak akan menerapkan berbagai metode, model dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan materi dan modalitas siswa atau karakteristik dan gaya belajar siswa agar siswa merasa nyaman tanpa tekanan saat belajar. Mereka akan memulai mencoba melakukan hal kecil,  misalnya dengan mendesain ruang kelas dan bangku kelas yang nyaman untuk mendukung metode, model dan pendekatan pembelajaran yang diterapkannya. Contoh lain perubahan kecil dalam proses pembelajaran, dengan mengajak siswanya untuk berdiskusi, yang biasanya siswa hanya diminta mendengar saja sekarang besar peluang bagi mereka mengekspresikan kemampuannya dengan berbagi cakrawala di kelas dan guru bisa memberikan penguatan. Jika ada siswanya yang kurang percaya diri, guru penggerak akan memberikan motivasi dan dorongan. Dorongan bisa dilakukan dengan cara menemukan bakatnya. Bakat yang berhasil ditemukan, dapat dijadikan media untuk mendorong penumbuhan dan peningkatan kepercayaan diri siswa. Guru penggerak tidak mudah putus asa untuk selalu mencoba dan berupaya terus menerus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menarik dan menyenangkan bagi siswanya sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Guru Penggerak untuk guru sejawat

Guru penggerak untuk guru sejawat adalah guru yang mampu melakukan gerakan perubahan dari zona nyaman yang selama ini dirasakan guru menjadi gerakan perubahan pembelajaran yang menuntut guru lebih kreatif dan inovatif menjadikan siswanya lebih baik, cerdas, kreatif, terampil dan religius. Biasanya guru penggerak bertindak out of the box dan terkadang tindakannya "melawan arus" kebiasaan yang ada di sekolah. Guru penggerak ketika mengajar akan menggunakan metode yang berbeda dari biasa yang digunakan guru di sekolahnya. Mereka akan fokus membuat pembelajaran terasa menyenangkan dan ini membutuhkan kreativitas. Mereka akan tetap berupaya terus menerus untuk bisa mengispirasi teman-temannya menjadi lebih baik walaupun terkadang dilakukan diam-diam.  Secara perlahan guru penggerak akan menjadi role model bagi teman-teman guru dan siswanya. Tentunya hal tersebut didukung dengan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professionalnya yang baik, sehingga akan membuatnya selalu menjadi rujukan dan teladan bagi teman-teman gurunya.

Guru Penggerak untuk sekolah

Sekolah bertugas untuk mencetak lulusan yang berkarakter, cerdas, terampil, kreatif dan berintegrtas tinggi. Semua warga sekolah seharusnya punya kontribusi untuk mewujudkannya. Oleh karenya, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan harus secara sadar bergerak menunjang terwujudnya tujuan pendidikan di sekolah tersebut. Kalau orang dewasa sadar bergerak untuk memberikan perubahan yang lebih baik, akan turut pula memberikan keteladanan bagi siswanya. Di sini guru penggerak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pergerakan perubahan di sekolah yang dimotori oleh para orang dewasa yang ada di dalamnya.

Guru Penggerak menuju Indonesia maju

Masyarakat masih banyak yang menganggap reformasi pendidikan hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, padahal dampaknya kecil jika hanya kurikulumnya yang berubah. Efek yang lebih besar sebenarnya akan terjadi bila para guru penggerak yang ada di tiap sekolah bergegas mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan. Profesi guru sebagai guru penggerak sangat lekat dengan integritas dan kepribadiannya, tidak sekedar mentransfer ilmu saja tetapi juga bagaimana kemampuannya memanfaatkan teknologi informasi secara bijak ke siswanya. Sebagai pendidik, seorang guru sudah sepatutnya menanamkan nilai-nilai karakter di dalam kehidupan siswanya. Kurikulum yang dikembangkan tidak hanya sebagai konten, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengajarkan atau menyampaikan konten di dalam kelas secara menyenangkan, dan mampu mendorong siswanya untuk berpikir kritis dan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga menimbulkan "tik-tok" 2 arah

Di era distrupsi teknologi saat ini, muncul berbagai tantangan bagi para guru, diantaranya bagaimana cara guru memanfaatkan informasi dan sumber belajar yang mudah diperoleh ini ke proses pembelajaran yang ada di dalam kelas dan di rumah sehingga peran guru dan orangtua justru semakin urgen (vital) bagi para siswa (anak-anak) di tengah makin marak dan eksisnya mesin-mesin (berbagai teknologi) canggih di berbagai bidang yang memiliki efek pula ke karakter siswa (anak). Ini menjadi taruhan bagi para guru penggerak mengingat pengaruh teknologi nyatanya tidak melulu ramah untuk anak-anak. Makanya harus ada upaya terus menerus dan massif dari para guru penggerak menumbuhkan karakter-karakter positif dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur, khususnya ke siswa-siswanya. Selain itu perlu adanya penanaman empati sosial (kepedulian ke masyarakat sekitar dan lingkungan) ke para siswa, guru-guru sejawatnya dan warga sekolah lainnya dalam membangun imajinasi, kreativitas dan menumbuhkan dedikasi serta inovasi tinggi untuk meningkatkan prestasi siswa dan mutu pendidikan di sekolahnya menuju bangsa Indonesia yang maju.  Sehingga apa yang bermanfaat bagi internal sekolah juga akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitar sekolah dan lingkungan

Ayo, jadilah Guru Penggerak di sekolah!

(Dr. Wahyu Arijatmiko, Widyaiswara LPMP Jawa Timur/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: