Terapkan Wisata Literasi di Sekolah

Redaksi 19 September 2021

Literasi dan numerasi rendah, atasi dengan “Wisata Literasi”
 
Hal tersebut diungkapkan Koordinator Fungsi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan (FPMP) Provinsi Jawa Timur - Totok Basuki pada Sabtu (18/9/2021) di kegiatan pembekalan  Pendampingan Implementasi Pedoman Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi ke Sekolah Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 yang survey atau pendampingannya sendiri akan dilaksanakan selama 3 hari (Senin, 20/9/2021 sampai Rabu, 22/9/2021)
 
 
 
 
 
Tujuan dari pendampingan di 38 Kab/Kota yang di tiap wilayah menyasar ke 1 responden dari Cabang Dinas Pendidikan, 1 responden dari Dinas Pendidikan, 5 responden dari 5 SMA, 2 responden dari 2 SMP dan 3 responden dari 3 SD adalah untuk melihat gambaran kebijakan Kemendikbudristek dalam penjaminan mutu pendidikan, menggali data gambaran kebijakan daerah dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah, menggali pemahaman data tentang literasi dan numerasi dalam pembelajaran di satuan pendidikan dan menggali data strategi pembangunan literasi dan numerasi Kab/Kota di Jawa Timur
 
Yang kemudian perolehan informasi-informasi tersebut akan dianalisis, sekaligus dikaitkan dengan bagaimana tingkat kompetensi literasi dan numerasi para siswa di Jawa Timur ketika mengikuti asesmen nasional dan asesmen kompetensi minimum nanti
 
Teknisnya, tiap responden tadi mengisi instrumen yang telah disediakan oleh tim penggali informasi dari LPMP Provinsi Jawa Timur, dan menunjukkan bukti upayanya (upaya instansinya) dalam menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan (budaya) literasi dan numerasi para siswa sekolah, boleh melalui 2 foto dokumentasi (berupa file JPG) terkait hal tersebut (literasi dan numerasi)
 
 
Tak dapat dipungkiri, kemampuan literasi dan numerasi yang mumpuni merupakan hal yang sangat krusial yang harus dimiliki para siswa di Indonesia bila ingin mensejajarkan diri dengan kemampuan literasi dan numerasi para siswa di negara-negara maju (khususnya negara-negara yang peringkat literasi dan numerasinya di tes PISA 2018 berada di 15 sampai 20 besar)
 
Baca selengkapnya berbagai informasi dari Kemendikbudristek di siaran pers dan berita
 
Sayangnya, catatan para siswa Indonesia sendiri di tes tersebut masih kurang memuaskan.
 
Namun di era Mas Menteri Nadiem (Mendikbudristek) ha tersebut justru menjadi bahan evaluasi dan motivasi (cambuk) terkuat untuk terus berimprovisasi dan berinovasi menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan (budaya) literasi anak bangsa
 
Bukti nyatanya, keseriusan dan kerjasama berbagai pihak menyiapkan asesmen nasional yang tidak lama lagi akan hadir mengukur tingkat literasi dan numerasi siswa-siswa kita di jenjang-jenjang tertentu, seperti di kelas 5 SD, 8 (2 SMP) dan 10 (1 SMA)
 
Totok menyampaikan, sesungguhnya tingkat literasi siswa berhubungan erat dengan sarana pendukung yang ada di sekolah serta iklim literasi di sekolah tersebut
 
Bagaimana sekolah melakukan berbagai usaha (kegiatan-kegiatan/ragam aktivitas pembelajaran) yang di dalamnya terdapat muatan-muatan literasi dan numerasi demi menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi dan numerasi siswa-siswanya
 
Menurutnya, hal tersebut wajib (harus) disisipkan oleh para guru dalam setiap pembelajaran
 
Tak ketinggalan juga, menyisipkannya ke dalam berbagai aktivitas (kegiatan) intrakurikuler, ekstrakulikuler dan kokulikuler
 
Harapannya, dengan itu semua, terjadi penguatan budaya (kemampuan) literasi pada para siswa
 
“Tanpa itu semua, mustahil kemampuan literasi dan numerasi siswa dapat ditumbuhkan, apalagi ditingkatkan;” tegas Totok
 
Maka untuk tahu lebih dalam tentang hal ini, Totok menekankan, perlu bagi LPMP Provinsi Jawa Timur untuk melakukan survey, menggali informasi-informasi (data faktual) mengenai kesiapan sarana pendukung yang ada di sekolah, juga ragam kegiatan (aktivitas-aktivitas) yang di giatkan oleh sekolah untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan literasi siswa-siswanya
 
Terkait dengan kemampuan literasi dan numerasi warga internal sekolah, dirinya mendapat cerita dari salah satu calon pengawas di salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang tampaknya bukan kabar yang menggembirakan
 
Antusias para guru dalam mendorong tumbuh dan meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi pada siswa, tidak diimbangi oleh tumbuh dan meningkatnya kemampuan literasi pada para guru
 
Singkatnya, kemampuan para guru sebagai katalisator perubahan budaya dan kemampuan literasi bagi para siswanya sendiri masih kurang, sehingga perlu terobosan-terobosan (inovasi) untuk meluruskan “ranting-ranting patah” tersebut, salah satunya melalui “Wisata Literasi bagi Guru” yang menurut Totok sangat bagus dan perlu diimplementasikan di sekolah-sekolah di Jawa Timur
 
Bila perlu ke depannya ditujukan juga bagi para siswa terlepas dari masih rendah maupun telah tumbuh dan meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi mereka.
 
Di akhir penjelasannya, karena pandemi Covid-19 belum berakhir meski good news nya di Jawa Timur angkanya mulai menurun,Totok tetap mengingatkan agar para petugas penggali informasi dari LPMP Provinsi Jawa Timur selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat dalam melaksanakan kegiatan ini (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: