Terapkan Praktik Bukan Sekadar Makan Siang Gratis

Redaksi 17 Januari 2019

Intip Pendidikan di Finlandia 1 - Finlandia merupakan negara pertama di dunia yang melayani makan siang gratis bagi murid sekolah. Program ini berlangsung sejak 1948 yang diatur di Akta Pendidikan Dasar.

Mulai dari siswa day care hingga sekolah upper secondary dan vokasi menerima makan siang gratis, yang disajikan saat masih hangat, setiap hari. Seporsi piring terdiri dari menu utama yang sehat, salad, susu atau minuman lainnya, dan roti.

Makan siang gratis dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Pemerintah ingin agar setiap siswa tetap awas dan bersemangat hingga jam pelajaran berakhir. Untuk itu, mereka perlu asupan gizi yang cukup sebagai sumber energi sepanjang hari.

Program makan siang gratis menjadi alat pedagogi guru seperti pembelajaran mengenai kesehatan, nutrisi, perilaku yang baik ketika makan, dan budaya makanan. Melalui setiap sajian makan siang, anak-anak dibiasakan mengonsumsi sayuran, buah, roti wholemeal yang kaya serat, dan susu skim atau rendah lemak.

Penyusunan menu mempertimbangkan program diet. Setidaknya, seporsi makan siang setara dengan sepertiga kebutuhan nutrisi anak dalam sehari. Bahkan, sejumlah sekolah menyediakan pilihan menu vegetarian, makanan organik dan ramah lingkungan setiap hari.

Siswa diberi waktu 30 menit untuk makan siang. Di sejumlah sekolah, siswa turut berpartisipasi di kantin saat praktik working life, salah satu topik pembelajaran di sekolah.

Sebagian besar sekolah memiliki komite makanan sekolah. Siswa, guru dan staf katering mengembangkan layanan makan siang bersama-sama. Kadang, orang tua siswa diundang untuk mencicipi rasa makanan. Pada 2009, guru-guru dididik mengenai nutrisi dan makanan sekolah. Staf katering sekolah juga belajar tentang pendidikan pedagogik.

Beberapa kota di Finlandia malah menawarkan makan malam gratis bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Anak-anak yang berpartisipasi pada kegiatan sebelum dan sesudah jam pelajaran juga dilayani dengan camilan sehat gratis.

Siswa yang membutuhkan menu khusus, entah berkenaan dengan kesehatan atau agama, sekolah akan memenuhinya tanpa dikenai biaya. Bagi siswa yang sakit, sekolah akan berkonsultasi dengan dokter, perawat atau ahli gizi khusus untuk program diet.

Finlandia tidak mempunyai sistem akreditasi nasional untuk mengevaluasi kualitas makan siang di sekolah. Namun, akhir 2015, pemerintah memberikan School Lunch Diploma kepada 200 sekolah karena komitmennya dalam menjaga kualitas menu makan siang gratis. (finfo/paluu/Winarti/Bagus Priambodo/Marta Nurfaidah)

Tags: