Terapkan Pendidikan Karakter melalui Pramuka

Redaksi 29 Maret 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, Jambore Pandu Sekolah Model merupakan rangkaian pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Program PPK sendiri ditujukan untuk menciptakan mutu pendidikan yang lebih baik untuk menyongsong Generasi Indonesia Emas tahun 2045.

“Melalui Jambore ini, PPK dilaksanakan dalam kegiatan kepramukaan melalui lima nilai karakter yaitu religius, integritas, gotong royong, mandiri, dan nasionalis,” jelas Mendikbud Muhadjir Effendy di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim), Rabu (20/3/2019).

Ini terkait pula dengan tujuan pelaksanaan Jambore Pandu Sekolah Model 2019 yang menanamkan lima nilai pendidikan karakter dalam kegiatan kepramukaan di sekolah dan sebagai ajang gerakan penguatan pendidikan karakter.

Disampaikan pula oleh Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bahwa pramuka merupakan media di sekolah dalam membentuk karakter anak. Melalui kepramukaan, jiwa nasionalisme akan tertanamkan dalam diri anak-anak.

Hadir pula dalam pembukaan jambore ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur Bambang Agus Susetyo.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya Martadi mengatakan bahwa pendidikan karakter sebenarnya sudah masuk dalam implementasi pendidikan di Indonesia.

Sayangnya, pendidikan yang dilaksanakan di sekolah lebih banyak sebatas untuk menggugurkan kewajiban mengajar para guru saja.

“Jika pendidikan di Indonesia benar-benar dijalankan sesuai pedoman yang sudah ditentukan Kemendikbud, konsep pendidikan karakternya sudah pasti masuk,” kata Martadi yang juga selaku dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Paparan tersebut disampaikan Martadi yang menjadi pembicara dalam Seminar Nasional ‘Penguatan Pendidikan Karakter dan Ekspresi Kebudayaan Dalam Kearifan Lokal’ sebagai rangkaian acara jambore di LPMP Jatim. Turut sebagai pembicara seminar adalah Samsoedin selaku Guru SMP Negeri I Kabupaten Nganjuk dan Edy Susanto selaku Guru SD Muhammadiyah 4 Kota Surabaya. (Bagus Priambodo)

Tags: