Tepat Menentukan Masa Depan lewat Prototipe Aplikasi Tes Kepribadian & Pilihan Karier

Redaksi 27 Maret 2020

Tidak sedikit pelajar SMA yang bingung, jurusan apa yang akan mereka tempuh nanti di Perguruan Tinggi. Mereka bingung apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika hendak memilih jurusan. Bahkan tidak sedikit yang bingung bidang apa yang akan digelutinya nanti. Termasuk mereka bingung dengan karier apa yang akan mereka pilih untuk masa depannya.

Seringkali kebingunan itu berujung cekcok antara orang tua dengan anak. Orang tua menyuruh anak kuliah di jurusan A sedangkan anak ingin berkuliah di jurusan B. Anak ingin menjadi guru tapi orang tua ingin si anak menjadi dokter, dan sebagainya. Bahkan kerap sampai terjadi kasus anak "minggat" dari rumah karena kasus tersebut. Mayoritas anak akhirnya pasrah atas keputusan pilihan orang tua, alhasil anak menjalani pendidikannya tidak sesuai dengan minatnya.

Pertanyaan besarnya adalah, kenapa tidak jauh hari sejak lulus pendidikan dasar sudah ada diskusi antara orang tua bersama anak terkait hal tersebut? Dimana peran sekolah? Bukankah secara desain alur persekolahan, setiap lulusan akan dihadapi dengan dua pilihan: (1) Bekerja; dan/atau (2) Melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya? Dimana peran guru BK (Bimbingan Konseling) yang seharusnya membantu para siswa menentukan masa depannya melalui layanan bimbingan karier? Faktanya masih ‘jauh panggang dari api’, mayoritas orang tua menganggap karier yang baik bagi anak adalah karier yang ditentukan oleh mereka (orang tua). Parahnya lagi sekolah kurang tanggap, masih banyak guru BK yang tidak memberikan layanan bimbingan dan konseling karier di sekolah.

Atas problematika tersebut, Penulis yang berprofesi sebagai Pengembang Teknologi Pembelajaran di LPMP Jawa Timur mengkaji dan mengembangkan suatu prototipe aplikasi tes kepribadian dan pilihan karier berbasis desktop yang dapat digunakan oleh siswa, guru BK di sekolah dan orang tua. Prototipe aplikasi tes kepribadian dan pilihan karier ini dikembangkan berdasar pada kajian keilmuan di bidang psikologi dan konseling karier juga keilmuan di bidang teknologi pendidikan. Basic teori yang digunakan adalah teori karier John L. Holland. Sedangkan model pengembangan yang digunakan adalah model Borg and Gall yang disederhanakan dari sepuluh tahap menjadi tujuh tahap sehingga aplikasi ini masih layak disebut prototype yang ke  depannya akan terus di kembangkan lagi melalui tiga tahap lanjutan sehingga aplikasi tesebut lebih sempurna dan layak dipakai secara masif.

Dalam prototipe aplikasi tes yang diberi nama Mahaeswari V.1 ini, kepribadian dikategorikan menjadi enam tipe yaitu tipe Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional. Setelah mengetahui tipe kepribadian, melalui aplikasi dicari Kode Ringkasan yang merupakan kode kecocokan antara tipe kepribadian dengan jenis-jenis pekerjaan. Klasifikasi dan jenis pekerjaan diambilkan dari The Occupational Finder-nya Holland yang terdiri dari 500 jenis/nama pekerjaan, dan nama-nama pekerjaan ini telah penulis (sebagai pengembang aplikasi ini) sesuaikan dengan nama-nama jabatan yang ada pada Buku Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) tahun 2014. Contoh, seseorang dengan Kode IAS maka pekerjaan yang cocok adalah Ahli Ekonomi, Ahli Matematika/Statistika, atau Ahli Analisis Riset Pasar.

Selain dipergunakan dalam lingkup pendidikan seperti di sekolah, aplikasi ini juga sangat cocok dimanfaatkan oleh bagian HRD di instansi pemerintah maupun swasta dan industri untuk menentukan penempatan posisi dan jabatan yang tepat bagi para karyawannya.

Saat ini Aplikasi Mahaeswari V.1 sedang dikembangkan ke dalam versi web agar lebih mudah digunakan. Sebagai pendukungnya, penulis (sebagai pengembang aplikasi ini) telah membukukan kajian teoritik dan panduan penggunaan model layanan kariernya yang telah teruji secara saintifik di buku Konseling Zaman Now. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan buku dan pelatihan model layanan konseling karier berbantu aplikasi dapat berkomunikasi dengan penulis melalui surel (surat elektronik) di: wahsunlpmpjatim@gmail.com (Dr. Wahsun, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda LPMP Jawa Timur, web: https://www.celotehpendidikan.com/Foto atau ilustrasi penyerta judul artikel dipenuhi dari Google Image)

Tags: