Tantangan Membuat Tulisan Kreatif

Redaksi 06 Januari 2020

Menulis kreatif - Penulis juga mempunyai tantangan saat dia mengerjakan proyek tulisannya. Ragam hal harus dihadapinya. Misalnya, bagaimana pembaca dapat percaya terhadap karakter yang ada dalam tulisan, tekanan apa saja yang muncul dari sisi budaya dan sosial, sedalam apa pemahaman penulis terhadap suatu masalah, dan pola pikir si penulis itu sendiri.

Nah, apa saja tantangan yang kerap dihadapi penulis? Berikut ini beberapa di antaranya:

Kondisi yang berbeda

Jika kita mengkhawatirkan hasil tulisan kita akan berbeda dengan apa yang terjadi di lingkungan masyarakat tempat kita tinggal, jangan khawatir. Bisa jadi tulisan kita adalah tindakan yang memperbaiki kondisi sesungguhnya.

Bila kita tidak terlalu yakin, ubah skala tulisan kita menjadi lebih ‘terasa lokal’. Sebab, kita mengalami, menyaksikan, dan memahami sendiri apa yang sedang terjadi di sekitar lingkungan kita. Terus latih sensitivitas kita untuk menangkap semua perbedaan itu.

Bersaing dengan teknologi media

Kita merasa bahwa tulisan tidak lagi digemari audiens? Anggap saja itu tantangan kita. Buat tulisan fiksi yang seolah-olah adalah video yang tengah diputar dan ditonton para audiens tersebut. Berkreasilah dengan kosakata yang kita miliki sebebas mungkin.

Melakukan hal lain

Kita melakukan banyak hal untuk menghindari kebiasaan menulis. Misalnya, merapikan meja dan ruangan, atau menata ulang files di komputer. Penulis yang menunda rekaman ide dalam pikirannya tidak akan mampu membawa serta pembaca ke ‘dunia baru’ yang diciptakannya di buku itu.

Lebih baik diam

Penulis seharusnya tetap menyimpan ide tulisan dalam buku catatan dan benaknya saja. Usahakan tidak menceritakan hal itu kepada orang lain. Proses kreatif dalam pikiran kita akan berkurang jika kita banyak berbicara sementara energinya tidak dipakai untuk menulis.

Blog harian

Ketika kita sedang dalam proyek menulis sebuah buku atau karya tulisan lainnya, usahakan tidak terkecoh dengan keinginan menulis resensi atau kritik. Sebaiknya kita rajin menulis blog harian yang berguna juga sebagai latihan menulis secara disiplin dan jeli.

Ragu pada diri sendiri

Penulis kadang juga merasa tidak percaya pada kemampuannya sendiri. Mereka yang tidak merasakan hal ini, biasanya tidak jujur kepada dirinya sendiri.

Saat menulis kadang akan muncul situasi di mana kita tiba-tiba merasa tidak mampu melanjutkan tulisan, resah, dan pikiran buntu. Bukan saja tidak muncul satu kata pun, bahkan  semua ide hilang sama sekali.

Jalan keluarnya adalah pada diri kita sendiri. Kita yang mengatur semua situasi yang muncul. Menulislah dengan santai dan perasaan tenang. Anggap saja topik tulisan bukan sesuatu yang memberatkan diri kita. Nikmati setiap masa ketika jari kita mengetik di atas keyboard. (Bagus Priambodo/Sumber narasi: Buku “Creative Writing” karya David Morley/foto ilustrasi dipenuhi dari file dokumentasi sekolah-sekolah yang keunggulan/keunikannya pernah dimuat di rubrik inside school LPMP Jatim)

 

Tags: