Sulit Internet, Luring Bisa Jadi Pilihan

19 September 2020

Peran guru dalam proses belajar mengajar siswa memang sangat penting.
 
Guru diharapkan tetap bisa memberikan pengajaran kepada peserta didik apapun situasinya.
 
Contohnya ketika pandemi Covid-19 yang sedang melanda saat ini.
 
Adanya pandemi ini membuat proses belajar mengajar tatap muka ditiadakan dan diganti dengan daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan).
 
Pengertian pembelajaran jarak jauh via daring artinya menggunakan gadget ataupun laptop yang memiliki jaringan internet.
 
Sedangkan, pembelajaran jarak jauh luring merupakan pembelajaran luar jaringan yang bisa melalui televisi, radio, lembar kerja, benda di lingkungan sekitar, hingga modul belajar mandiri.
 
Sehingga dalam acara Bimtek Perancangan Pembelajaran Luring Gelombang 2 Tahun 2020 yang dilakukan secara daring, Sabtu (15/8/2020), Drs. Anang Prasetyo, M.Pd, Widyaiswara LPMP Provinsi Jawa Timur, pun berharap guru tetap bisa mengajar meski siswa tak punya akses internet.
 
Pembelajaran itu bisa dilakukan via luring yang memang tak perlu menggunakan koneksi internet untuk mengaksesnya.
 
"Kalau pakai televisi tidak bisa, ada yang sederhana, pakai modul, pakai LK, pakai bahan ajar, yang penting kita tetap harus melayani peserta didik."
 
Selain beberapa media tersebut, Anang juga menyarankan menggunakan media audio seperti radio untuk belajar luring.
 
Ia menyebutkan beberapa hal yang perlu dilakukan agar pembelajaran melalui radio berjalan dengan baik
 
Pertama, membagikan jadwal program dengan berbagai cara agar masyarakat dan orang tua siswa mengetahuinya
 
Siaran dikemas interaktif, seperti menggunakan kuis atau mempromosikan permainan
 
Jika memungkinkan, mengajak anak didik untuk berinteraksi lewat telpon
 
Keempat, memilih materi belajar sesuai kebutuhan seperti pendidikan karakter, kecakapan hidup, keagamaan, pola hidup sehat, pencegahan penyebaran Covid-19 dan lain-lain
 
Bila terdapat pengembangan materi-materi pembelajaran melalui radio, dinas pendidikan seyogyanya dapat memfasilitasi atau bekoordinasi dengan pengelola media (radio) maupun pengelola pembelajaran (sekolah)
 
Oleh karenanya, sekolah melalui dinas pendidikan setempat dapat bekerjasama dengan radio-radio komunitas di sekitarnya untuk menyiarkan materi-materi belajar yang diperlukan oleh siswa
 
Menurutnya sekolah-sekolah yang memiliki studio radio dapat memanfaatkannya untuk pembelajaran luring di masa pandemi ini.
 
Bila tidak dapat mengikuti siaran langsungnya, Anang merekomendasikan ke guru untuk merekam siaran-siaran tersebut, lalu disimpan di media seperti flasdish agar dapat dibagikan ke para siswa
 
Prinsipnya menurut Anang, belajar dari rumah wajib mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga belajar, memberikan pengalaman bermakna ke siswa, fokus ke kecakapan hidup khususnya yang berkaitan dengan pandemi Covid-19, materinya bersifat inklusif, aktivitas belajar dan penugasan tidak harus sama (dapat bervariasi di tiap daerah), penilaiannya kualitatif (tidak harus memberi skor/kuantitatif),dan mengutamakan interaksi (komunikasi) yang positif antara guru dengan orang tua.
 
Tujuannya agar siswa tetap mendapatkan hak belajarnya, melindungi warga belajar dari Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di sekolah, dan memastikan dukungan psikososial bagi guru, siswa dan orang tua siswa. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Mengajar Via Luring Bisa Jadi Pilihan Saat Siswa Tak Punya Akses Internet)

Tags: