Strategi Tingkatkan Adoption Rate Platform Merdeka Mengajar di Jatim

Redaksi 21 September 2022

Tingkat adopsi atau adoption rate Platform Merdeka Mengajar (PMM) di Jawa Timur hingga 13 September 2022 mencapai 94,48 persen dari total 24.165 sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka secara mandiri.
 
Bukan perkara mudah untuk bisa mencapai angka tersebut. Dibutuhkan strategi jitu dan kerjasama banyak pihak untuk bisa mewujudkannya.
 
Ketua Pokja Implementasi Kurikulum Merdeka, Balai Besar Penjaminan Mutu  Pendidikan (BBPMP) Jatim, Dr. Dwi Ilham Raharjo mengurai sejumlah upaya yang telah dilakukan pihaknya.
 
Di antaranya, menjelang tahun ajaran baru lalu, digelar seri webinar mempercepat Implementasi Kurikulum Mandiri (IKM) yang berisi materi tentang asesmen di awal pembelajaran (asesmen diagnostik) dan pembelajaran berdiferensiasi.
 
“Di balik webinar ini kami memasukkan materi plaform merdeka mengajar,” terang Ilham dalam pertemuan koordinasi BBPMP dan BBGP Jatim pada Jumat pekan lalu (16/9/2022).
 
Selain webinar, Pokja IKM BBPMP Jatim juga melakukan kolaborasi dengan komunitas kapten dan co-kapten belajar.id Provinsi Jatim pada 5 September 2022. Kolaborasi ini dibutuhkan untuk mendorong percepatan implementasi kurikulum merdeka di kabupaten/kota.
 
“Selain itu kami juga bekerjasama dengan mitra pembangunan, seperti Kelas Pintar dan Pupuk Surabaya,” ujar Widyaprada BBPMP Jatim ini.
 
Pendampingan dengan Pupuk Surabaya dilaksanakan di Ujungpangkah, Gresik pada Selasa (6/9/2022) yang diikuti 92 mitra. Ada juga pendampingan dengan Angonponik Sidoarjo digelar hari, Jumat-Sabtu, 9-10 September 2022 diikuti 110 kelompok belajar.
 
Khusus untuk PKBM dan SKB, Pokja IKM BBPMP Jatim juga telah melakukan percepatan pemanfaatkan PMM pada Jumat (9/9/2022) diikuti 100 orang.
 
“Kami juga berusaha memberikan jawaban atas permintaan dan pemanfaatan PMM Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Jawa Timur,” tegasnya.
 
Program-program di atas lalu ditindaklanjuti dengan membuat laporan kemajuan selama sebulan pemanfaatan PMM kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Jawa Timur .
 
Selain itu, pihaknya juga mengupayakan praktik baik dari Kabupaten Magetan dan Kabupaten Probolinggo kepada kabupaten/kota lain di Jatim. “Kemarin di Kabupaten Pacitan, kami tawarkan best practice (praktik baik) dari Magetan dan Probolinggo, gayung bersambut, secara umum menerima, tinggal koordinasi. Kita akan melakukannya melalui webinar,” terang Ilham.
 
Pokja IKM BBPMP Jatim juga terus menjalin kerjasama dengan mitra pembangunan lain, terakhir bersama Putra Sampoerna Foundation dan Djarum Foundation.
 
“Kami terus mencoba bekerjasama dengan komunitas belajar yang akan dijadikan contoh praktik baik untuk meningkatkan kualitas komunitas belajar dalam melaksanakan IKM,” imbuhnya.
 
Dalam waktu dekat, BBPMP Jatim akan menggelar kegiatan percepatan pelaksanaan IKM di BBPMP Jatim mulai 25 September hingga 15 Oktober 2022.
 
Pelaksanaan dilakukan empat tahap.  Masing-masing kabupaten/kota harus mengirimkan 10 orang, mewakili semua jenjang pendidikan serta pengawas atau korwas. “10 orang di tiap kabupaten/kota ini perpanjangan tangan kami. Ini nantinya langsung praktek minimal lulus 4 topik. Selanjutnya 4 topik ini diajarkan di kabupaten/kota masing-masing,” katanya.
 
Terlepas dari program yang sudah dan akan berjalan, Ilham juga sudah merancang strategi khusus  berbasis komunitas atau asosiasi pengawas/penilik sekolah.
 
Di program ini nantinya komunitas/asosiasi pengawas atau penilik sekolah akan diberikan pembekalan materi tentang Implementasi Kurikulum Mandiri (IKM), Perencanaan Berbasis Data (PBD), Program Sekolah Penggerak (PSP) maupun Data Sistem Informasi (DASI).
 
“Ini program usulan kami. Nantinya komunitas atau asosiasi tadi kami bekali  (TOT), kemudian mempraktekkannya ke sekolah binaan. Setelah TOT juga tidak dibiarkan karena di daerah banyak SDM yang potensi seperti guru pengerak, co captain dan SDM lain serta didukung UPT daerah dan pusat,” tukas Ilham. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: