Strategi Khusus BBPMP Jatim, Upaya Sukseskan Program Merdeka Belajar

Redaksi 30 Mei 2022

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur memiliki strategi khusus untuk menyukseskan program Merdeka Belajar yang telah dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
 
Strategi khusus  ini penting mengingat kondisi Jawa Timur yang  memiliki 38 kabupaten/kota dengan  2.700 pengawas sekolah serta 27 ribu lebih sekolah.
 
Plt Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur, Dr Rizqi mengungkapkan, strategi khusus ini diwujudkan dengan menciptakan inovasi-inovasi untuk mempercepat bimbingan teknis yang bisa ditindaklanjuti satuan pendidikan maupun pemerintah daerah.
 
“Kami di Jatim memiliki strategi melakukan pemodelan terhadap apapun kebijakan di Kemendikbud Ristek. Kemudian kami simulasikan untuk semua stake holder sampai mereka meniru dan melaksanakan di bawah evaluasi tim BBPMP Jatim,” terang Rizqi sebelum membuka Bimtek Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data yang digelar secara daring pada Rabu (25/5/2022).
 
 
 
Dengan pemodelan ini, diharapkan tercipta fasilitator-fasilitator yang  tidak hanya di BBPMP tapi juga di tingkat provinsi, kabupaten/kota, MKKS, KKG, MGMP mapun MKPS dan KKPS.
 
“Sehingga proses bimtek bisa mempercepat dan lebih banyak dirasakan satuan pendidikan dan pemerintah daerah serta dapat dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Jatim,” katanya.
 
Rizqi menyadari masing-masing provinsi memiliki strategi dan pemodelan yang berbeda-beda. Menurut dia, tidak ada salahnya berbagi dan diseminasi sehingga akan menyempurnakan serta mempercepat proses bimtek terkait kebijakan Merdeka Belajar yang sudah dirasakan peningkatan mutunya.
 
Khusus untuk kebijakan Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data yang telah diluncurkan Menteri Pendidikan,  Kebudayaan, Riset dan Teknologi  (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim pada April 2022, menurut Rizqi perlu ditindaklanjuti secara masif.
 
“Perlu kita melaksanakan sosialisasi dan bimtek secara masif ke pemda agar program Merdeka Belajar yang digagas Mas Menteri bisa terimplementasikan dan terlaksana oleh masing-masing pemerintah daerah,” tegas Rizqi.
 
Dijelaskan Rizqi, terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 57 yang diganti dengan PP Nomor 4 tahun 2022 telah menyerahkan urusan evaluasi hasil belajar siswa kepada guru dan satuan pendidikan.
 
Meski demikian, Kemendikbud Ristek tetap  melakukan evaluasi sistem pendidikan nasional, seperti layanan pendidikan, kinerja satuan pendidikan dan program pendidikan untuk tingkat  pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
 
Harapannya dari evaluasi ini ada hasil pengukuran akses, mutu, relevansi dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Kemudian, akan ada tata kelola sistem manajemen mutu yang akan memberikan gambaran pemda yang mungkin saat ini disiapkan dalam rapor pendidikan.
 
“Rapor pendidikan dan perencanaan  berbasis data ini tidak bisa diterapkan kalau tidak bisa disampaikan ke stake holder di daerah,” tegas Dr Rizqi SPd MPd dalam bimtek yang diikuti pejabat fungsional di lingkungan BBPMP/BPMP Jawa Timur, Yogyakarta dan Kalimantan Tengah.
 
Sebagai langkah awal, pihaknya melakukan pembekalan ke widya prada di BBPMP.  Kemudian pemerintah daerah, satuan pendidikan, pengawas satuan pendidikan yang akan meneruskan perencanaan berbasis data yang ada di masing-masing kaupaten/kota.
 
“Mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar, dapat memperoleh manfaat serta dapat meneruskan ke pemda sehingga pembangunan yang ada di masing-masing sesuai data yang diperlukan satuan pendidikan dan pemerintah daerah,” tandasnya.
 
Ada 5 narasumber yang menjadi pembicara dalam Bimtek Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data yang digelar BBPMP Provinsi Jawa Timur, yakni Dr R Muktiono Waspodo MPd, Widya Prada Utama, Direktorat PMPK, Kemendikbud Ristek yang menjelaskan tentang Merdeka Belajar dan  Perencanaan Berbasis Data.
 
Kemudian Susi Anto, ST, MPd dari BPMP Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjelaskan tentang Profil dan Platform Rapor Pendidikan.
 
Dilanjutkan,  Dr Wahyu Arijatmiko SKom MT dari BBPMP Provinsi Jawa Timur yang memberikan simulasi  platform rapor pendidikan. Lalu,  Edy Prabowo Atanasius, S.Si, M.T.  dari BBPMP Provinsi Jawa Barat yang menjelaskan Perencanaan Berbasis Data di Pemerintah Daerah.
 
Terakhir, Drs. Cokro Wihasto, M.Hum  dari BPMP Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjelaskan tentang  Perencanan Berbasis Data di Satuan Pendidikan. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: