Stimulus Siswa Belajar secara Mandiri

24 Desember 2020

Modul merupakan salah satu perantara yang dapat digunakan sebagai bahan ajar luring.
 
Komponen dalam modul minimal berisi tujuan pembelajaran, materi atau substansi belajar, dan evaluasi.
 
Al Badrotus Tsaniyah, Widyaiswara LPMP Provinsi Jawa Timur, menjelaskan tujuan dari penulisan modul.
 
"(Pertama) memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal," ujarnya dalam kegiatan Bimtek Penyusunan Bahan Ajar Luring Gelombang 2 yang digelar secara daring oleh LPMP Provinsi Jawa Timur pada Senin (31/8 lalu).
 
"Modul untuk belajar mandiri, makanya di dalamnya ada petunjuk penggunaan modul."
 
Kedua, modul bisa mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik siswa atau peserta diklat maupun guru atau instruktur.
 
Ketiga, modul dapat digunakan secara tepat dan bervariasi.
 
Keempat, modul dapat meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta didik.
 
"Ketika membuat modul, anda juga harus melihat karakteristik peserta didik, jadi modul ini untuk siapa?" jelas Al.
 
"Kalau untuk anak SD, yang jelas kalau modulnya hanya berisi kata-kata, tidak menarik. Jadi, harus menarik, ada gambar-gambar berwarna, jadi bisa meningkatkan ketertarikan siswa untuk membaca atau mempelajari modul tersebut."
 
Kelima, modul bisa mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya.
 
Keenam, modul memungkinkan siswa atau peserta didik belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya.
 
Ketujuh, memungkinkan siswa atau peserta didik dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
 
"Karena di dalam modul, kita paham formatnya ada evaluasi, jadi setelah mempelajari modul, si pemakai bisa melihat sampai mana mereka memahami isi modul dengan mengerjakan evaluasi yang ada dalam modul," terangnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

 

Tags: