Soal HOTS, Tetap Mewarnai UN 2019

Redaksi 02 Februari 2019

Peningkatan kualitas soal UN terus dilakukan dengan kebijakan memunculkan soal-soal berlevel tinggi (higher order thinking skills/HOTS).

Hal tersebut diutarakan Kepala LPMP Jawa Timur, Bambang Agus Susetyo, saat akan mengakhiri wawancaranya di sela di Rakor (Rapat Koordinasi) Sosialisasi UN yang diselenggarakan Dinas Pedidikan Prov. Jatim di Hotel Novotel Surabaya, Selasa (29/1/2019),

Bambang menegaskan bahwa soal-soal UN kali ini dirancang berbasis permasalahan kontekstual. Ini tentu saja bukan lagi sekadar pertanyaan yang menuntut kemampuan siswa mengingat saja. 

Implementasi Kurikulum 2013 sebenarnya memang  memotivasi guru, selain mengembangkan soal ulangan yang mengarah pada level pemahaman, mereka juga harus mampu merancang soal-soal aplikasi bahkan penalaran. “Itu bagian revisi sistem penilaian pada implemenetasi K.13,”ungkap Bambang 

Meski di UN kali ini soal penalaran (HOTS) baru 10-15%, pemunculan soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, tetap saja menuntut latihan yang sungguh-sungguh dari peserta ujian. 

Bambang juga menuturkan, sejak diterapkannya soal-soal HOTS pada UN, memang ada pengaruh pada hasil UN dua tahun terakhir ini. Nilai rata-rata capaian siswa mengalami penurunan. Hal itu menurutnya tidak terlalu dipersoalkan selagi tingkat kejujuran siswa semakin baik mengikuti ujian nasional. 

Sekarang UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Mengutip Mendikbud Anies Baswedan tahun 2015 mengatakan bahwa pelaksanaan UN bukan hanya bentuk tanggung jawab konstitusional tetapi juga merupakan tanggung jawab moral. 

Sementara Mendikbud Muhadjir Effendy tahun 2017 juga pernah mengatakan, ujian bagi anak didik adalah bagian dari pendidikan. Maka perlu dihindarkan dan dicegah semua upaya yang mengarah pada ketidakjujuran karena hal itu jelas mengingkari hakekat pendidikan. 

Bambang menekankan, di sinilah pentingnya tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Sekolah (guru/pendidik) harus konisisten untuk terus membekali anak-anak dengan latihan menjawab soal (drill soal) dengan jujur. Sedangkan orang tua bertanggung jawab mengontrol belajar anak-anaknya di rumah. 

Bambang menghimbau agar jangan terlalu mencemaskan UN. Pemerintah akan tetap menyelenggarakannya karena UN itu penting untuk pemetaan pendidikan, termasuk kualitasnya. (Yuwandinta Hermawan/Bagus Priambodo)

Info lengkap UN dapat disimak (diunduh) pada link berikut: https://un.kemdikbud.go.id/  

Tags: