Siswa Indonesia Torehkan Prestasi di International Earth Science Olympiad IESO 2021

Redaksi 03 September 2021

Jakarta, 31 Agustus 2021 -  Delapan siswa Indonesia kembali harumkan nama bangsa Indonesia pada ajang International Earth Science Olympiad (IESO) ke-15 tahun 2021, yang digelar secara daring pada 25 s.d. 30 Agustus 2021. Pada ajang ini, tim Indonesia berhasil meraih tiga medali perak dan empat medali perunggu. Selain ketujuh medali tersebut, wakil Indonesia juga meraih beberapa penghargaan lain untuk setiap kegiatannya.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Asep Sukmayadi, terus mendorong dan menyemangati para pemenang untuk tetap meneruskan prestasinya hingga ke tingkat selanjutnya. Asep mengatakan, Kemendikbudristek memberi apresiasi berupa beasiswa bagi para pemenang.
 
Baca selengkapnya berbagai informasi dari Kemendikbudristek di siaran pers dan berita

“Terima kasih kasih atas semangat dan prestasi yang menjadi inspirasi bagi semua teman sebaya. Kegiatan ini merupakan energi positif yang terus memberikan prestasi yang terbaik ke depannya. Tahun ini kita diberi amanat untuk mengelola beasiswa yang diperuntukkan bagi talenta muda berprestasi di tingkat nasional,” terang Asep Sukmayadi saat dihubungi secara virtual, pada Selasa (31/8).

Tiga medali perak dengan predikat very good diraih oleh Sean Matthew, siswa SMAK Petra 2 Surabaya; Iqbal Rakha Perdana, siswa SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo; dan Glady Sajidah Zahra, siswa SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta. Sementara itu, empat medali perunggu dengan predikat good diraih oleh Eillen Theodora, siswa SMAK Petra 2 Surabaya; Andrereza Medya Endrikaputra, siswa MAN Insan Cendekia Lampung Timur; Hilman Agung Saputra, siswa MAN 2 Kota Malang; dan Tania Cresentia. Siswa SMAK Immanuel Pontianak.

Tujuh medali ini, diraih tujuh siswa pada kategori lomba Data Mining Test (DMT). Tes ini merupakan uji kemampuan siswa di antaranya tes tertulis dan tes praktik di lapangan secara virtual. Tes ini lebih menekankan pada penalaran siswa dalam mempraktikkan pemahaman teoretis dalam ilmu kebumian untuk kasus tertentu. Kasus yang diangkat pada tes ini adalah mengenai aktivitas vulkanik Gunung Etna di Italia dan deposit bauksit di Provence, Prancis.   

Sementara itu, Rani Saraswati, siswa MAN 2 Kota Malang; Andrereza Medya Endrikaputra, Hilman Agung Saputra, Eillen Theodora, dan Tania Cresenti, berhasil meraih predikat good sebagai National Team Field Investigation. Selain itu, Rani Saraswati  dan Sean Matthew juga berhasil meraih penghargaan dengan predikat good untuk lomba Earth System Project (ESP).

Pada lomba ini, siswa dibagi menjadi kelompok internasional. Setiap kelompok harus membuat suatu diskusi mengenai topik tertentu yang diberikan oleh dewan juri. Kemudian, hasil riset tersebut diwujudkan dalam sebuah poster yang kemudian dipamerkan dan dinilai oleh para juri. Topik-topik tersebut adalah isu-isu yang aktual saat ini, misalnya hubungan antara pandemi Covid-19 dengan sistem bumi.

Penghargaan selanjutnya, peringkat ketujuh untuk lomba Mission to Mars diraih oleh Andrereza Medya Endrikaputra. Lomba ini merupakan suatu permainan melakukan ekspedisi di Planet Mars dengan memecahkan masalah-masalah yang diberikan menggunakan suatu aplikasi khusus. Permainan ini membantu peserta mengeksplorasi fitur-fitur dari Planet Mars.

Penghargaan berikutnya, peringkat pertama kegiatan Mentor Choice in Earth System Art oleh Iqbal Rakha Perdana. Peringkat ketiga kegiatan Student Choice in Earth System Art oleh Iqbal Rakha Perdana dan Hilman Agung Saputra, serta peringkat kedua kegiatan Student Choice in Art for Art’s Sake oleh Hilman Agung Saputra.

IESO merupakan ajang kompetisi siswa pra perguruan tinggi untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan terkait geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi. Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.
 
IESO ke-15 tahun ini diikuti oleh 185 siswa dari 34 negara yang berpartisipasi. Para siswa yang mewakili Indonesia pada kompetisi ini merupakan siswa terbaik hasil seleksi Kompetisi Sains Nasional (KSN) di bidang Ilmu Kebumian tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek. Para siswa tersebut menjalani pelatihan dan seleksi melalui tiga tahap pembinaan secara daring selama total dua bulan pada akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021.

“IESO merupakan salah satu contoh dari olimpiade yang menuntut kemampuan komprehensif siswa dalam berpikir kritis analitis, kreativitas menjawab persoalan secara tepat, komunikasi yang prima, dan kerja sama yang dinamis antarpeserta dari seluruh dunia. Ini adalah kemampuan abad ke-21 yang nyata diperlihatkan oleh generasi-generasi berbakat dunia dalam IESO,” jelas Asep Sukmayadi.
 
Sebelumnya, ajang IESO ke-14 diselenggarakan di Daegu, Korea Selatan, pada 26 Agustus - 3 September 2019 lalu. Kemudian, IESO ke-13 ini diikuti oleh 43 tim dari 41 negara peserta dengan dua negara peserta baru, yaitu Uni Emirat Arab dan Tajikistan. (www.kemdikbud.go.id/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari www.kemdikbud.go.id)

Tags: