Sinergi Antarwarga Pendidikan Kunci Sukses Inovasi Pembelajaran

26 Desember 2022

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) senantiasa memegang komitmen untuk menjamin tercapainya sinergitas peran antara sekolah, kepala sekolah, guru, siswa dan komunitas dalam menciptakan inovasi pada pembelajaran di sekolah.  
 
Memahami pentingnya sinergi yang harus dijalin dengan warga pendidikan tersebut,  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kemendikbudristek mengundang penggerak komunitas belajar se-Indonesia yang telah terdaftar dalam Platform Merdeka Mengajar, untuk berbagi praktik baik dalam “Pekan Komunitas Serentak Berbagi”. 
 
Kemudian, menyadari pentingnya sinergi antarwarga pendidikan, pada kesempatan ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menegaskan kembali bahwa kesuksesan program Sekolah Penggerak, ditentukan oleh dukungan beberapa pihak. Seperti kepala sekolah, guru, siswa, dan komunitas di sekitarnya yang turut mendukung proses belajar yang berpusat pada peserta didik.
 
Baca juga: Rangkaian Webinar ‘Pekan Komunitas Serentak Berbagi’ Gaet 60 Ribu Partisipan
 
“Komunitas dalam Sekolah Penggerak ini terdiri dari sejumlah orang tua, tokoh, serta organisasi masyarakat yang dapat menyokong sekolah dalam meningkatkan kualitas belajar peserta didik,” ujarnya ketika menyosialisasikan kebijakan Merdeka Belajar episode keempat yang bertajuk Program Organisasi Penggerak.
 
“Komunitas menjadi kunci dari berbagai program yang sedang dijalankan karena Bapak/Ibu praktisi pendidikan yang tergabung itu secara rutin berkolaborasi, saling berbagi dan saling menggerakkan menuju satu tujuan, berorientasi kepada murid, salah satunya melalui kegiatan pelatihan ini,” ucap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD dan Dikdasmen), Iwan Syahril saat menghadiri kegiatan ini secara luring pada awal November 2022 lalu.
 
Sementara itu, menyinggung proses transformasi pendidikan yang secara langsung menyebabkan banyaknya perubahan dalam proses pembelajaran diakui Dirjen Iwan sebagai sebuah keniscayaan. Ia mengatakan, kondisi tersebut sering kali membuat banyak orang tidak nyaman. Namun Iwan meyakini bahwa kemajuan mensyaratkan untuk bergerak ke depan atau berjalan ke satu titik yang menjadi tujuan bersama.
 
“Partisipan yang hadir di kegiatan hari ini adalah penggerak komunitas yang luar biasa, yang saya lihat terus bersemangat, terus berjuang dalam melakukan transformasi di pendidikan, salah satunya dengan berjejaring dalam komunitas penggerak seperti ini,” imbuhnya.
 
Kegiatan Pekan Komunitas Serentak Berbagi mendapat antusiasme yang besar dari tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Total partisipan mencapai 60.000 lebih tenaga pendidik yang turut berpartisipasi. Bahkan, webinar dengan judul “Identifikasi Kekuatan Sekolah dengan Fasilitas Terbatas” sebagai webinar pembuka di hari pertama, diikuti oleh 3.528 tenaga pendidik.
 
“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa tenaga pendidik antusias dalam terus belajar untuk pengembangan diri menciptakan inovasi pada pembelajaran di sekolah yang berpusat pada peserta didik,” ujar Iwan optimistis.
 
Tentang Pekan Komunitas Serentak Berbagi
 
Lebih dari 60.000 tenaga pendidik se-Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian Webinar ‘Pekan Komunitas Serentak Berbagi’ dari Platform Merdeka Mengajar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperdalam materi-materi yang berpusat pada murid. Nantinya partisipan diharapkan untuk dapat mengimplementasikan materi inovasi pembelajaran tersebut di wilayahnya masing-masing. Beberapa tema pelatihan yang diperoleh terkait dengan refleksi peran pendidik, kelas belajar inovatif, kelas Implementasi Kurikulum Merdeka, dan lain-lain.
 
Acara ini terbagi menjadi dua sesi, yang pertama dilakukan secara daring melalui webinar pada 7—11 November 2022 dengan total 25 sesi webinar. Sedangkan sesi kedua dilakukan secara luring pada 24—27 November 2022 dengan mengundang total tujuh narasumber undangan yang merupakan praktisi pendidikan profesional seperti perwakilan dari Daya Dimensi Indonesia, Itje Chodijah, Simon Petrus Rafael, Rizqie Irfan, Nisa Felicia, dan Kontributor Bahan Ajar serta Modul Ajar. 
 
Adapun mitra Platform Merdeka Mengajar yang turut berpartisipasi dan mendukung jalannya acara turut memberikan apresiasi berupa kupon (voucher) edukasi bagi para tenaga pendidik yang berpartisipasi, diantaranya seperti Cakap, Guru Binar, Orbit, Mau Belajar Apa, Blibli, Wardah, dan Daya Dimensi Indonesia. 
 
Komunitas Belajar merupakan wadah untuk belajar dari sesama rekan pendidik di seluruh Indonesia, yang kini telah menjadi bagian dari salah satu menu yang tersedia di Platform Merdeka Mengajar. Mereka terdiri dari sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin.
 
Dalam aktivitasnya, mereka berpartisipasi aktif guna mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Sebagai informasi, hingga saat ini, dalam Platform Merdeka Mengajar sudah ada lebih dari 12.274 komunitas yang bergabung. Selain itu, sebanyak 686 webinar telah diselenggarakan oleh para komunitas yang melibatkan kalangan pendidik.   
 
“Fasilitas dan inovasi yang ada pada platform Merdeka Mengajar diharapkan bisa mendorong Bapak/Ibu Guru untuk memberikan layanan terbaik bagi peserta didik,” jelas Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Ditjen GTK, Rachmadi Widdiharto. 
 
Ia juga berharap, tenaga pendidik Indonesia terus bergerak, belajar dan mengembangkan diri melalui komunitas belajar yang ada pada platform Merdeka Mengajar. “Agar antarguru bisa saling menyemangati dalam berbagi praktik menciptakan inovasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,” pungkasnya.  
 
Sekilas tentang Platform Merdeka Mengajar 
 
Platform Merdeka Mengajar adalah platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, serta mendukung guru untuk mengajar, belajar dan berkarya lebih baik. Platform ini membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Guna mempermudah masyarakat untuk mengaksesnya, platform ini dapat diakses melalui gawai android maupun laman situs. 
 
Menu yang tersedia di dalam platform Merdeka Mengajar sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang berpusat pada peserta didik. Seperti fitur 1) Pelatihan Mandiri yang berisikan topik-topik pelatihan terkait Kurikulum Merdeka, 2) Menu Komunitas sebagai wadah untuk belajar dari sesama rekan pendidik di seluruh Indonesia, 3) Video Inspirasi di mana terdapat kumpulan video inspiratif yang telah dikurasi, 4) Bukti Karya untuk membangun portofolio karya agar dapat saling berbagi inspirasi.
 
Berikutnya, 5) Tentang Kurikulum Merdeka yang berisikan informasi lengkap mengenai prinsip dan dokumen penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, 6) Asesmen Murid sebagai alat bantu untuk dapat menganalisis pembelajaran literasi serta numerasi, serta 7) Perangkat Ajar yang menyediakan ribuan referensi modul ajar, bahan ajar, buku, hingga model projek berdasarkan mata pelajaran dan fase. 
 
Saat ini, ada lebih dari dua juta guru telah login ke dalam platform Merdeka Mengajar. Guru-guru dari berbagai rentang usia dapat mengakses platform ini. Tidak hanya dari kalangan guru muda, guru-guru di atas 50 tahun sekitar 21,5 persen pendidik turut mengakses platform ini. Pengguna platform Merdeka Mengajar tak hanya guru yang berdomisili di kota-kota besar, kenyataannya terdapat 32.000 pengguna aktif platform ini yang berasal dari daerah 3T.
 
Ribuan konten yang tersedia diharapkan dapat membantu guru mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Salah satu fitur yang paling diminati adalah Pelatihan Mandiri yang telah digunakan oleh 1,4 juta guru untuk mempelajari Kurikulum Merdeka. (www.kemdikbud.go.id/Icha Bella/Editor: Denty/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: