Silaturahmi ke Kadindik Jatim untuk Bersama Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jatim

Redaksi 26 September 2022

Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Sujarno M.Pd beserta para konsultan BBPMP Jatim berkunjung ke kantor Dinas Provinsi Jawa Timur.
 
Dalam kunjungannya pekan lalu itu (Selasa, 20/9/2022), Kepala BBPMP Jatim diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Dr.Ir.Wahid Wahyudi, MT.
 
Kepala BBPMP Jatim menyebutkan, kunjungan tersebut digelar untuk silaturahmi. Apalagi, Sujarno terbilang baru dilantik sebagai Kepala BBPMP Jatim.
 
"Untuk saya pribadi, kunjungan ini untuk perkenalan. Saya dilantik baru tanggal 8 September kemarin," kata Sujarno.
 
Selain itu, kunjungan ini juga untuk mendiskusikan beberapa hal yang bisa disinergikan dan dioptimalkan bersama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dengan BBPMP Jawa Timur, demi meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur.
 
"Salah satu yang penting adalah terkait dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang oleh Gubernur Jatim, telah dicanangkan 100 persen," lanjutnya
 
Terkait kurikulum merdeka tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan bahwa di Jawa Timur ada 332 sekolah yang wajib mengimplementasikan kurikulum merdeka.
 
Namun di luar itu, ada 2.754 sekolah yang secara mandiri mengimplementasikan kurikulum merdeka.
 
"Sehingga totalnya 3.084 dari 4.044 sekolah atau 76 persen. Yang saya mohon dukungan, disparitas pelaksanaan kurikulum merdeka masih tinggi. Pemahaman para guru masih berbeda-beda," kata Wahid Wahyudi.
 
Kata dia, Gubernur telah mengamanatkan bahwa di tahun ajaran 2023/2024, sudah 100 persen sekolah di Jawa Timur mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
 
"Artinya pada semester genap tahun 2023, itu diharapkan sudah 100 persen sekolah menerapkan kurikulum merdeka. Artinya kita tinggal punya waktu sisa semester tahun 2022 ini dan semester 1 tahun 2023," lanjutnya.
 
Mendongkrak literasi dan numerasi
 
Dilanjutkan Sujarno, BBPMP Jatim juga mendorong adanya sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk mengoptimalkan dan memperbanyak mitra pembangunan, demi meningkatkan kualitas anak didik, terutama dalam kemampuan literasi dan numerasi.
 
Pasalnya, saat ini tingkat kemampuan numerasi dan literasi di Jawa Timur terbilang masih rendah.
 
"Kita juga banyak yang di bawah angka nasional. Itu yang mau kita dorong agar meningkat. Kemarin ada dari PSKP (Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan) sudah hadir ke BBPMP Jawa Timur. Apa yang salah dan kurang, itu masih dikaji oleh mereka," ujar Sujarno.
 
"Tapi sepertinya definisi literasi itu yang belum sama. Itu yang mungkin perlu kita kolaborasikan untuk dikembangkan," imbuhnya. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Silaturahmi dengan Kadindik Jatim, Kepala BBPMP Jatim Berharap Kolaborasi Semakin Baik untuk Implementasi Kurikulum Merdeka/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: