Sharing Knowledge di Internal LPMP Jatim

Redaksi 07 Juni 2019

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur sebagai garda terdepan Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) di Jawa Timur mengawal penjaminan mutu pendidikan (PMP) dan ‘kampus’nya para guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah dengan tanggungjawab yang makin komplek, tidak seperti dulu yang hanya berstatus sebagai Balai Pelatihan Guru Surabaya, terus kreatif mencari formula terbaik untuk memaksimalkan mutu layanannya di bidang penjaminan mutu pendidikan

Terlebih lembaga yang tahun lalu berhasil meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) ini, sedang menuju ke arah WBBM (Wilayah Bersih Bebas Melayani)

Segenap internal LPMP Jawa Timur sadar, salah satu penentu kemajuan sebuah lembaga terletak pada kemampuan atau kapabilitas para personelnya (karyawannya)

Pegawai yang berkarakter baik saja tidak akan cukup tanpa diimbangi dengan pemahaman yang mendalam mengenai tugas fungsi utama lembaga dan kompetensi yang ekselen

Maka, untuk meraih keduanya, membiasakan budaya belajar bagi tiap pegawai melalui sharing knowledge (berbagi pengetahuan) di satu bagian mulai skup/kelompok terkecil yaitu interaksi empat mata maupun lintas bagian bisa menjadi pilihan solusi yang tepat dan efektif

Sharing knowledge perdana lintas bagian di LPMP Jawa Timur dilakukan pada Rabu (29/5/20190) di Ruang Widyaiswara Gedung B Lt. 1 LPMP Jawa Timur

Dihadiri oleh para widyaiswara, Kepala Seksi Sistem Informasi (SI) LPMP Jawa Timur, Maryono didampingi anggota Satgas (Satuan Tugas) Dapodik (Data Pokok Pendidik) Kemdikbud 2018, Wahsun, menyampaikan berbagai kegiatan Seksi SI tahun ini diantaranya penanganan dapodik, NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan)  dan sertifikasi guru

Ia juga menyebutkan, saat ini tim teknologi informasi (TI) sedang melakukan peningkatan dan pengembangan mutu layanan berbasis online yang mengintegrasikan berbagai kepentingan seperti permintaan info NUPTK, sertifikasi, dapodik, standar nasional pendidikan, hasil UN, penilaian angka kredit (PAK) guru IV/b ke atas, supervisi mutu pendidikan, kerjasama PMP, permohonan narasumber serta peminjaman sarana dan prasarana

Servis berbasis online ini sebenarnya sempat beroperasi, hanya saja off untuk sementara karena adanya beberapa perbaikan dan penambahan fitur /fasilitas agar performa dalam proses pelayanan onlinenya ‘makin menjanjikan’

Sharing knowledge  ini menurut Kepala Seksi SI sangat manfaat. Mengingat beragamnya respon insan pendidikan di Jawa Timur terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan dasar dan menengah yang tentunya mempengaruhi tingkat komitmen dan keseriusan mereka mengatasi akar permasalahan pendidikan yang terjadi di wilayahnya masing-masing

Ia menambahkan, terobosan ini sebenarnya tindak lanjut dari arahan Bapak Kepala LPMP Jawa Timur Dr. Bambang Agus Susetyo, M.M., M.Pd agar semua pejabat struktural, widyaiswara dan pegawai selalu literat dan jangan enggan berinovasi terutama demi memberikan layanan prima kepada customer sesuai tusi (tugas dan fungsi) lembaga

Beliau pernah menuturkan, keberhasilan dan maksimalnya layanan penjaminan mutu pendidikan, tidak cukup hanya berbekal mapannya program maupun produk penjaminan mutu pendidikan yang harapannya mampu menggenjot dan mengakselerasi sekolah-sekolah di Jawa Timur mencapai 8 standar nasional pendidikan, menguatkan pendidikan karakter, meningkatkan budaya literasi dan mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kecakapan abad 21

Namun pemahaman dan kecakapan (kompetensi) para pembawa program dan produk tersebut di lapangan justru menjadi yang utama

“Betul sekali, apa bisa, orang yang tidak tahu sama sekali cara menganalisa data mutu pendidikan, bahkan membacanya saja bingung, tapi  tetap kita paksakan untuk menganalisanya meskipun dibantu dengan aplikasi terbaru dan cuanggih,” imbuh Maryono sambil tersenyum dan menggelengkan kepala.

Ia pun tak lupa menyampaikan harapan Kepala LPMP Jawa Timur, semoga budaya belajar bersama melalui berbagi pengetahuan di internal LPMP Jawa Timur ini dapat diadopsi oleh para pemangku kebijakan pendidikan di daerah, masyarakat internal sekolah dan para penggiat pendidikan di Jawa Timur, khususnya tim penjaminan mutu pendidikan daerah (TMPD) di dinas pendidikan kabupaten/kota maupun cabang dinas pendidikan, dan tim penjaminan mutu pendidikan sekolah (TPMPS) di sekolah-sekolah model SPMI. (Bagus Priambodo)

Tags: