Semua Materinya Menarik dan Membuka Wawasan

Redaksi 16 Juli 2018

Setelah teori di hari pertama, Rabunya (11/7/2018) tim publikasi LPMP Maluku melakukan pendalaman praktik menulis berita dengan kaidah 5W+1H, dan mengidentifikasi perbedaan "berita" dan "feature". Kelima peserta itu diminta untuk membaca koran yang telah disediakan. Setelahnya trainer menunjuk mereka "one by one" untuk menjelaskan hasil bacaan mereka.

"Pembahasan atau bedah berita nantinya disesuaikan, secepatnya. Karena masih ada beberapa materi lain tentang desain dan pengelolaan media internal khususnya majalah yang wajib mereka tahu", ungkap Dian Kusuma Dewi, salah satu trainer di shortcourse tersebut yang dulu pernah berprofesi sebagai wartawan Surabaya Post.

Dia menjelaskan, materi lain itu beberapa diantaranya teknik penggunaan kamera, white design (ruang kosong), jenis-jenis feature, foto bebicara hingga editing naskah dan gambar.

Menurutnya materi white design harus dipaparkan lewat beberapa contoh majalah seperti Natgeo, Time, Newsweek, The Jakarta Post dan Median LPMP Jatim.

Pemateri (trainer) kedua, Ariel Dahrullah, menyatakan, pentingnya etika jurnalistik seperti verifikasi, identifikasi masalah, dan niat baik sehingga materi berita yang disampaikan kepada masyarakat sesuai fakta sebenarnya.

Pimred realita.co dan manajer marketing Harian Surabaya Pagi itu menambahkan, agar berita atau sebuah karya tulis dapat tersebar lebih luas, media online (web) perlu dilirik dan diperhitungkan juga oleh tim publikasi LPMP Maluku.

"Selain lebih cepat update, costnya lebih murah, bila terjadi salah ketik dan lain-lain, dapat langsung direvisi saat itu juga tanpa harus cetak ulang seperti majalah. Urgennya lagi, web adalah media penembus batas ruang dan waktu yang jangkauannya jauh melebihi media konvensional", terangnya

Husni Rahman, salah satu anggota tim LPMP Maluku mengaku sangat antusias mengikuti rangkaian acara tersebut. Bahkan, ia merasa menjadi semakin terbuka wawasannya. Sebelumnya, dirinya tidak pernah tahu apa itu "white design" yang ternyata ada di hampir semua desain majalah komersil kelas dunia.

Anggota tim yang lain, S.O Kofleisch bertekad, apa yang diajarkan dalam shortcourse tersebut akan diaplikasikan secara serius di LPMP Maluku. Baginya, materi yang disampaikan tadi menarik semua, utamanya tentang peran web dalam membantu penyebarluasan produk media cetak.

Sebagai pengelola majalah dia tidak pernah memikirkan peran vital media online. "Selama ini kami anggap pengelola laman, ya sudah sana kerjakan tugasnya sendiri”, pungkasnya.

Sedangkan materi ekstra seperti media alat diplomasi budaya, etalase media, rubric budgeting, tematikal majalah, masuk cetak dan strategi pendanaan disampaikan langsung oleh tim pengelola majalah dan web LPMP Jawa Timur. (Bagus Priambodo)

Tags: