Semangat Berubah demi Masa Depan Bangsa

Redaksi 29 Desember 2019

Globalisasi & Strategi - Dalam kuliah umum di acara Musyawarah Nasional ke-5 Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (16/12/2019), Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan, revolusi sebenarnya sudah sangat terlihat di depan mata, dan itu harus kita sadari. Ketika kita tidak memilih untuk mengikuti arus perkembangan, maka akan tenggelam. Dunia pendidikan ikut juga menggadang konsep mental revolusi untuk perubahan masa depan bangsa.

Pertama. Perubahan yang terjadi adalah konsep dalam bekerja yang sedikit demi sedikit telah berubah. 10 tahun yang lalu, suasana yang dihadapi Indonesia adalah soal bekerja di satu waktu yang sama, lokasi yang sama, dan pekerjaan yang tidak bisa bercabang. Perkembangan teknologi memberikan dampak perubahan besar dalam konsep budaya bekerja saat ini.

Dapat kita lihat praktiknya di luar sana, digitalisasi membuat pekerjaan tidak lagi ada di satu waktu tetapi bisa bercabang. Paralel dengan lokasi yang berbeda. Dan tentu tanpa batasan dalam berkarya. Bisa saja pekerja kantoran masa kini separuh waktunya untuk mengembangkan bisnis yang ia miliki secara digital. Banyak cara untuk berkarya secara independen demi mencari nafkah. Perubahan juga terlihat dari fragmentasi konsep status jabatan seperti bos dan bawahan yang sudah tak seperti dulu.

Kedua. Perubahan terlihat dalam konsep soal kepemilikan. Kita bisa memiliki banyak aset dan jasa tanpa harus memilikinya dengan cara membeli. Hal-hal yang dulu harus dimiliki untuk bisa digunakan, kini bisa saja hanya menyewa. Misalnya seperti rumah, hotel, tranportasi, semuanya ada dalamkonsep yang bisa kita “sewa”. Contoh-contohnya nyata seperti house co-living, co-working, semua kini bisa jadi milik bersama.

Ketiga. Perubahan generasi milenial dan pekerjaan yang tergantikan. Apa yang kita lihat dari millenial saat ini? Mereka bukan lagi membeli barang-barang baru, atau berlomba memiliki asset baru yang bisa dipamerkan. Millenial akan bertukar informasi dan menunjukkan prestasi mereka mendapatkan pengalaman (experience). Hal itulah yang tentu akan merubah struktur ekonomi negara Indonesia beberapa tahun ke depan.

Perubahan struktur ekonomi itu tentu saja berdampak juga pada efisiensi suatu perusahaan melihat peluang menyediakan sumber daya secara efisien. Berbagai sektor akan mengalami yang dinamakan ‘Otomasi’. Mengacu kepada adanya pekerjaan-pekerjaan yang tergantikan terutama pekerjaan yang bersifat manual, akan hilang secara otomatis.

Ada konsep bahwa teknologi tidak akan bisa dibendung selamanya sepanjang sejarah manusia. Hal itu benar adanya. Coba bayangkan ketika kita ada dalam mesin waktu yang membawa kita ke masa depan. Ketika melihat banyak mesin baru, mungkin kita akan melongo dan kaget, ditambah jika tidak mampu mengoperasikan kerja mesin itu, kita akan hilang dan tenggelam.

Teknologi tersebut tidak hanya menyentuh sektor industri, hiburan, sosial, dan budaya saja, tetapi juga soal pendidikan sebagai cita-cita bangsa. (Bagus Priambodo/Sumber narasi “You Tube Channel” Kemendikbud RI: https://www.youtube.com/watch?v=oN9D22yd0Y4/foto ilustrasi dipenuhi melalui Google image)

Tags: