Seleksi Program Guru Penggerak Angkatan 6 Dibuka, Mulai 10 Januari - 18 Februari 2022

Redaksi 24 Januari 2022

Program Guru Penggerak kini memasuki angkatan ke-6 dengan daerah sasaran Kabupaten Gresik, Kabupaten Sampang, Kota Surabaya, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kota Batu.
 
Seleksi tahap 1 digelar pada 10 Januari hingga 18 Februari 2022, meliputi registrasi, esai dan tes bakat skolastik
 
Registrasi, yaitu mengisi daftar riwayat hidup sesuai dengan pertanyaan yang diberikan, mengunggah 3 dokumen pendukung berformat PDF: KTP, Surat dukungan dari Kepala Sekolah, dan Surat referensi/rekomendasi dari atasan/teman sejawat/komunitas/organisasi.
 
Esai, yaitu menjawab 5 paket pertanyaan esai dan masing-masing paket memiliki 3 - 4 pertanyaan tambahan. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan akan berkisar pada pengalaman hidup peserta.
 
Tes Bakat Skolastik, yaitu mengerjakan tes yang mencakup kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran dalam waktu 85 menit.
 
 
Simulasi mengajar (4 - 22 April 2022), yaitu pada jadwal yang telah ditetapkan, peserta akan diundang oleh tim seleksi untuk melakukan simulasi mengajar selama 10 menit menggunakan fasilitas konferensi video. Tidak ada siswa yang dilibatkan, peserta akan mengajar seakan-akan memiliki beberapa siswa.
 
Wawancara (9 Mei - 15 Juni 2022), yaitu peserta akan menerima jadwal undangan wawancara yang disertai tautan untuk konferensi video dengan tim seleksi. Wawancara akan berlangsung 2 kali dengan durasi 1 jam setiap sesinya.
 
Setelah seleksi selesai, calon Guru Penggerak akan diserahkan pada P4TK (PPPPTK) yang menjadi pembina atau pelaksana Program Pendidikan.
 
Untuk Jawa Timur yang menjadi pelaksana adalah P4TK PKn dan IPS, ditambah dengan 2 kabupaten dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.
 
Dalam acara "Sharing Knowledge Program Guru Penggerak 2022", Selasa (18/1/2022), Dr. Kusnohadi, M.Pd, selaku Widyaprada LPMP Provinsi Jawa Timur, berharap para guru ikut berpartisipasi dalam program ini.
 
"Harapannya semakin banyak guru yang berpartisipasi, semakin banyak pula peluang untuk mendapatkan kuota sebagai calon Guru Penggerak nantinya," ujarnya.
 
Perjalanan Guru Penggerak dimulai dengan tahap seleksi dan mengikuti rangkaian Program Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan, yang terdiri dari kelas pelatihan daring, lokakarya, dan pendampingan.
 
Pelatihan atau pembelajaran daring fokus pada pengenalan materi dan konsep Guru Penggerak.
 
Lokakarya fokus pada pelatihan keterampilan dan merefleksikan pengalaman bersama rekan sejawat.
 
Pendampingan fokus pada implementasi dan refleksi penerapan pembelajaran.
 
Kusnohadi menjelaskan, Program Pendidikan Guru Penggerak mayoritas menggunakan LMS, di dalamnya sudah didesain paket-paket modul yang akan dituntaskan oleh masing-masing calon Guru Penggerak.
 
Untuk Lokakarya dilakukan secara tatap muka dengan menghadirkan sejumlah stakeholder yang ada di daerah tersebut untuk bersama-sama membahas materi yang ada di LMS.
 
Sedangkan, untuk Pendampingan, dilakukan oleh pengajar praktek yang turun langsung ke sekolah masing-masing calon Guru Penggerak untuk memberikan pendampingan melaksanakan aksi nyata terkait materi yang dipelajari.
 
"Mereka lebih banyak belajarnya dengan komunitas praktisi yang ada di sekolah masing-masing, yaitu dengan guru, kepala sekolah, pengawas, dan juga para siswanya," jelasnya.
 
"Selebihnya, berkolaborasi dengan fasilitator, instruktur, dan teman-teman Guru Penggerak lainnya."
 
Pengumuman calon Guru Penggerak Tahap 2 akan dilaksanakan pada 17 - 21 Juni 2022, sedangkan persiapan penyelenggaraan UPT digelar pada 27 Juni - 29 Juli 2022.
 
Nantinya, Pendidikan Guru Penggerak akan dimulai pada 2 Agustus - November 2022 dan Februari - Maret 2023. Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: