Sekilas tentang Identifikasi, Refleksi & Benahi di Rapor Pendidikan

Redaksi 21 November 2022

Rapor pendidikan menjadi basis perencanaan sekolah maupun daerah yang bebas dari berbagai unsur kepentingan penyebab data rapor penjaminan mutu pendidikan sebelum-sebelumnya tak sesuai dengan fakta yang ada (kerap terjadi manipulasi data).
 
Berbagai data di dalamnya lepas dari rekayasa dan berbagai hal yang melemahkannya (yang membuatnya tidak valid).
 
Maka hendaknya pemda (pemerintah daerah) gencar mensosialisasikan dan mengimplementasikannya untuk keperluan perencanaan berbasis data (PBD) baik PDB di level pemda maupun sekolah.
 
Jadi tidak hanya mengakses, setelahnya no aktivitas atau tidak melakukan tindakan apapun.
 
Terdapat 3 poin aktivitas penting di dalam mengakses Rapor Pendidikan yang perlu diketahui dan difahami khususnya oleh satuan pendidikan (sekolah).
 
Pertama adalah identifikasi.
 
Di tahap ini, sekolah diminta untuk mengidenfikasi kekurangan yang ada pada sekolahnya.
 
Berikutnya adalah refleksi dan benahi.
 
Di tahap kedua dan ketiga tadi, sekolah diminta untuk melakukan refleksi dari kekurangan yang ada sehingga setelahnya harus segera melakukan pembenahan.
 
Apa yang dilakukan khususnya oleh sekolah tadi erat kaitannya, salah satunya dengan pemanfaatan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
 
Dengan melakukan ketiga tahapan aktivitas saat mengakses Rapor Pendidikan, yaitu identifikasi, refleksi dan benahi, maka berbagai permasalahan yang terekam adalah permasalahan yang memang terjadi dan harus segera ditindaklanjuti.
 
Dengan begitu tidak terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi masalah, dan salah satu golnya pemanfaatan dana BOS akan tepat guna karena adanya perencanaan yang tepat sasaran.
 
Hal tadi perlu benar-benar difahami khususnya oleh satuan pendidikan.
 
Sehingga penyakit-penyakit yang dialami oleh sekolah selama ini dapat segera disembuhkan karena realisasi pemanfaatan dana BOS nya juga benar atau menyentuh substansi yang dibutuhkan oleh sekolah.
 
Bagi satuan pendidikan yang mengalami kesulitan dalam melakukan proses identifikasi, relfeksi dan benahi, saat ini di Rapor Pendidikan telah tersedia fitur rekomendasi.
 
Melalui fitur tersebut satuan pendidikan secara otomatis dapat melihat langsung rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan untuk membenahi apa saja yang masih menjadi kelemahannya.
 
Fitur rekomendasi PBD dapat diunduh melalui platform Rapor Pendidikan.
 
Ada lima prioritas rekomendasi yang harus dilengkapi untuk membuat rekomendasi PBD.
 
Berikut langkah sederhana untuk membenahi satuan pendidikan melalui rekomendasi PBD:
 
Pertama, mencetak seluruh rekomendasi PBD termasuk lima prioritas rekomendasi melalui platform Rapor Pendidikan.
 
Kedua, kepala sekolah, pendidik, komite sekolah, dan tenaga kependidikan yang lain bersama-sama mengevaluasi kembali dan menentukan langkah pembenahan sederhana yang dapat dilakukan bersama sesuai dengan kebutuhan pembenahan satuan pendidikan, sumber daya, dan anggaran.
 
Ketiga, hasil kesepakatan lalu didokumentasikan dalam tabel yang berisi deskripsi kegiatan dan sumber. Jika dibutuhkan anggaran, dapat memasukkan kode kegiatan yang relevan dalam RKAS.
 
Keempat, setelah langkah disepakati bersama, selanjutnya bisa diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar.
 
Kelima, jangan lupa untuk melakukan refleksi pembelajaran bersama pemangku kepentingan satuan pendidikan seperti komite sekolah.
 
Bila anda masih merasa kesulitan dalam mengoperasikan berbagai fitur yang ada di rapor pendidikan, atau ingin lebih memahami hal-hal teknis terkait rapor pendidikan, silahkan kunjungi Pusat Bantuan Rapor Pendidikan atau Perencanaan Berbasis Data di Pusat Bantuan Rapor Pendidikan. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: