Sebab Pendidik Didorong Implementasikan Kurikulum Merdeka

Redaksi 22 Agustus 2022

Kemendikbudristek telah meluncurkan 21 episode Merdeka Belajar yang menyentuh berbagai aspek pendidikan.
 
Salah satu yang sedang didorong kuat pelaksanaannya saat ini adalah IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) dengan memanfaatkan PMM (Platform Merdeka Mengajar)
 
Mas Menteri, Nadiem Anwar Makarim melalui kanal you tube resmi Kemendikbudristek menyampaikan apresiasinya kepada kepala sekolah dan guru di lebih dari 140.000 satuan pendidikan (sekolah) di Indonesia yang telah memilih menerapkan Kurikulum Merdeka di tahun ajaran 2022/2023
 
Terdapat tiga keunggulan yang akan didapatkan oleh sekolah-sekolah penerap Kurikulum Merdeka
 
Pertama, Kurikulum Merdeka berfokus pada materi-materi esensial. Hal ini tidak membuat para guru tergesa-gesa dalam mengajar anak-anak didiknya
 
Para guru tersebut juga dapat lebih memperhatikan proses belajar siswa-siswanya dan menerapkan pembelajaran yang mendalam ketimbang saat mereka menggunakan kurikulum sebelumnya
 
Kedua, pada kurikulum baru ini disediakan jam pelajaran khusus bagi pengembangan karakter peserta didiknya melalui P5 atau yang dikenal dengan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila
 
Keunggulan ketiga, Kurikulum Merdeka sangat fleksibel dan tidak mempersulitkan atau melarang sekolah untuk merancang kurikulum operasionalnya sendiri
 
Kurikulum ini memberikan peluang kepada para guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan tingkat kemampuan para siswanya
 
Dengan kerangka kurikulum yang fleksibel, sekolah-sekolah penerap kurikulum tersebut semakin dimudahkan dalam merancang berbagai pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.
 
Kemudahan tersebut tentunya tidak pandang bulu karena dapat dirasakan juga  oleh sekolah-sekolah yang fasilitasnya minim, dan sekolah-sekolah yang berada di wilayah-wilayah terpencil
 
Mas Menteri lagi-lagi menegaskan, Kurikulum Merdeka mengedepankan kemerdekaan pada pembelajaran. Oleh karenanya sekolah tidak dipaksa untuk melaksanakan kurikulum tersebut.
 
Sehingga di tahun ajaran 2022/2023, sekolah dapat menerapkan kurikulum tersebut dengan tingakatan yang berbeda sesuai dengan kesiapannya masing-masing.
 
Maka melalui terobosan Merdeka Belajar Episode ke-15 yang meluncurkan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, Mas Menteri berharap agar Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan tidak memaksakan tingkat penerapannya ke sekolah di wilayah tugasnya masing-masing
 
Beliau justru mendorong terbentuknya komunitas-komunitas belajar guru yang aktif bersama-sama mempelajari dan menerapkan berbagai materi yang telah tersedia di Platform Merdeka Mengajar
 
Harapannya terjadi kolaborasi antar para guru dalam berbagi praktik baik yang mereka lakukan serta refleksi atas penerapan Kurikulum Merdeka
 
Ia juga menyampaikan Unit-unit Pelaksana Teknis Kemendikbudristek di daerah siap mendampingi penerapan Kurikulum Merdeka
 
Terkait informasi mengenai kurikulum ini, ada 2 situs resmi sebagai sumber terpercaya dalam mengakses berbagai informasi tentang Kurikulum Merdeka, yaitu: https://kurikulum.kemdikbud.go.id dan https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id
 
Kita tidak dapat menyangkal adanya krisis pembelajaran akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya pemulihan dan perbaikan di pendidikan kita harus segera dilakukan
 
Kurikulum Merdeka adalah terobosan untuk menggapai hal tersebut. Kurikulum ini didesain untuk membantu guru dan kepala sekolah mengubah proses belajar menjadi jauh lebih relevan, mendalam dan menyenangkan
 
Kurikulum Merdeka juga menjadi salah satu cara bagi kita untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan termasuk di dua hal yang cukup esensial bagi kehidupan peserta didi kelak, yaitu literasi dan numerasi (Kanal You Tube Kemendikbudristek/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Kanal You Tube Kemendikbudristek)

Tags: