SDM Unggul Kunci Mewujudkan Indonesia Masuk Dalam Top Five Negara Maju di Dunia

Redaksi 08 November 2022

Pemerintah memiliki mimpi, suatu saat Indonesia masuk dalam daftar Top Five atau daftar lima besar negara terhebat di dunia. Setidaknya mimpi itu harus dapat terwujud di tahun 2045, atau tepat 100 tahun sejak Indonesia merdeka, dengan memanfaatkan bonus demografi.
 
Foto headline: (dari kiri ke kanan) Dirjen PDM Kemendikbudristek Iwan Syahril, Kepala BBPMP Jatim Sujarno dan Kepala Bagian Umum BBPMP Jatim Rizqi di acara Sinkronisasi Merdeka Belajar, Jumat (4/11/2022) di BBPMP Jatim
 
Hal itu disampaikan Dr Iwan Syahril Ph.D, Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbud Ristek saat berkunjung ke BBPMP Jawa Timur di Surabaya beberapa waktu lalu (Jumat, 4/11/2022).
 
Menurut dia, kunci untuk mewujudkan mimpi itu adalah dengan melahirkan SDM-SDM unggul. Karena itulah, peran pelaku pendidikan menjadi sangat penting, terutama di daerah-daerah dengan permasalahannya masing-masing.
 
Menurut dia, tentu tidak mudah untuk membawa Indonesia ke dalam daftar 5 besar negara maju. Sebab, ada beberapa negara yang harus disalip.
 
“Di dunia, ada 7 negara yang sering dianggap sebagai negara maju. Kalau kita mau masuk menjadi lima besar, maka harus ada beberapa negara yang kita salip,” katanya.
 
Di sisi lain, harus diakui bahwa pendidikan Indonesia sudah jauh tertinggal. Negara-negara yang 20 tahun lalu kualitas pendidikannya ada di belakang Indonesia, saat ini sudah berhasil membelakangi Indonesia.
 
“Ironisnya, kita sendiri tidak sadar. Merasa baik-baik saja. Padahal, kita jalan di tempat dan negara-negara lain, tiba-tiba pelan-pelan naik mendahului kita karena kita sibuk hanya melihat diri kita saja. Jadi, harus dirancang agar kita membuat lompatan jauh ke depan,” tuturnya,
 
Untuk itulah, sesuai pesan presiden Joko Widodo, Indonesia harus melakukan inovasi, melahirkan cara-cara baru dan model-model kerja yang baru.
 
“Harus dipaksa untuk meninggalkan cara-cara lama dalam mengelola organisasi, lembaga, maupun pemerintahan. Salah satu contoh yang sudah dilakukan adalah penghapusan eselon 3 dan eselon 4. Ini ada perubahan drastis. Tidak mudah memang, karena banyak yang moralnya langsung turun. Tapi ternyata itu bisa disesuaikan,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: