Saatnya Pertemukan Para Siswa ke Komunitas Baru

11 Mei 2020

Selama masa pandemi Covid-19, para guru tentu bertanya-tanya apa yang dapat mereka lakukan dan ciptakan untuk memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi anak-anak. Tentu saja, kita juga sadar bahwa hanya ‘berceramah’ dan memberikan berbagai jenis tugas bisa membuat para siswa jenuh selama mengikuti pembelajaran jarak jauh menggunakan perangkat komunikasi.

Untungnya, pemanfaatan teknologi komunikasi dalam pembelajaran jarak jauh sebenarnya memberikan kita kesempatan untuk berkreasi dan mempraktikkan hal-hal baru. Hal-hal baru itu, mungkin tidak sering atau bahkan tidak pernah dilakukan di ruang kelas sebelumnya.

Salah satunya adalah memperkenalkan komunitas-komunitas di sekitar kita yang bisa membagikan nilai-nilai baik mereka kepada para siswa. Tak ada salahnya mereka dilibatkan untuk mengajar para siswa melalui pembelajaran bersama menggunakan fasilitas video call misalnya.

Beberapa sekolah di dalam maupun luar negeri sudah mempraktikkan hal ini. Salah satunya adalah yang dilakukan Tanesha, seorang guru menulis di sebuah sekolah di New Haven, negara bagian Connecticut, Amerika Serikat.

Seperti dipublikasikan oleh New York Times pada pekan pertama April 2020 silam, Tanesha bercerita bahwa mulanya dia mengalami dilema karena tidak bisa memberikan tugas menulis seperti ketika pandemi Covid-19 belum melanda negaranya. Di masa-masa ‘normal’ tersebut, setiap tahun sekolah melibatkan para siswa dalam sebuah event besar di kota mereka yang digelar untuk memeringati hari penghapusan perbudakan. Event tersebut bertajuk Juneteenth.

Setelah mengajak para siswa untuk hadir dan terlibat di event tersebut, mereka selalu diberi tugas untuk menceritakan pengalamannya dalam tulisan. Namun karena pandemi Covid-19, peringatan tahunan itu tak digelar sementara. Maka wajarlah bila Tanesha harus berpikir lebih keras untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sebuah pertemuan virtual yang tak kalah bermakna.

Untuk mewujudkan itu, Tanesha melibatkan ‘orang-orang luar’ ke dalam pembelajaran jarak jauh menggunakan Zoom. Hasilnya, para siswa kelas 6 SD yang dididik oleh Tanesha, tampak lebih antusias menyimak dan lebih bersemangat ketika diminta untuk melakukan apa yang harus mereka kerjakan.

 

Apa yang dilakukan Tanesha itu mengajarkan kepada kita bahwa melibatkan komunitas-komunitas di sekitar kita ternyata memberi pengalaman belajar yang seru dan bermanfaat bagi para siswa. Komunitas-komunitas ini beragam. Bisa jadi mereka adalah kelompok relawan, komunitas profesi, komunitas orangtua, atau bahkan siswa-siswa dari sekolah lain.

Apakah mungkin hal tersebut kita terapkan di tempat kita? Mengapa tidak? Bukannya di sekitar kita banyak komunitas yang bermunculan selama pandemi Covid-19 ini? Persoalannya, apakah kita mau melibatkan mereka dan ‘menyerahkan’ dominasi kita selama di kelas, kepada mereka? Ingat, pandemi Covid-19 adalah momen adaptasi. Di sinilah kita belajar untuk melakukan apa yang kita bisa lakukan demi memastikan para siswa mendapatkan hak-hak pendidikannya.

Referensi

https://www.nytimes.com/2020/04/28/style/teachers-students-coronavirus-help.html?

(Bagus Priambodo/Judul asli catatan: Saatnya Mempertemukan Para Siswa Dengan Komunitas Baru/Semua foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: