Rincian Implementasi Kurikulum Merdeka secara Mandiri

Redaksi 01 Juli 2022

Dalam rangka menindaklanjuti peluncuran Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Peluncuran Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh Mendikbudristek pada tanggal 11 Februari 2022 dan Keputusan Mendikbudristek No.56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangak Pemulihan Pembelajaran, terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui
 
Pertama, implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri merupakan pilihan bagi satuan pendidikan. Untuk itu, satuan pendidikan perlu didukung untuk melaksanakan kurikulum yang dipilihnya pada tahun ajaran 2022/2023
 
Hal tersebut merupakan upaya pemulihan pembelajaran. Sehingga satuan pendidikan dapat memilih salah satu dari 3 opsi kurikulum, yaitu: Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat atau Kurikulum Merdeka
 
Bagi satuan pendidikan yang memilih Kurikulum Merdeka, terdapat 3 pilihan kategori implementasi Kurikulum Merdeka. 
 
Satuan pendidikan dapat memilih kategori mandiri belajar. Di sini satuan pendidikan menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka dengan tetap menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2013 yang disederhanakan/Kurikulum Darurat
 
Sedangkan bagi satuan pendidikan yang memilih kategori mandiri berubah, mulai tahun ajaran 2022/2023, mereka akan menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang disediakan dalam PMM sesuai dengan jenjang satuan pendidikan, yaitu perangkat ajar untuk jenjang PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10
 
Bagi satuan pendidikan yang memilih kategori mandiri berbagi, satuan pendidikan tersebut menerapkan Kurikulum Merdeka dengan melakukan pengembangan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10 mulai tahun ajaran 2022/2023
 
Daftar satuan pendidikan pelaksana implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 terdapat di Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek No.034/H/KR/2022 tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun 2022/2023
 
Mulai tanggal 29 Juni sampai 5 Juli 2022, satuan pendidikan dapat melakukan perubahan pilihan kategori melalui laman http://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id 
 
Kedua, Kemendikbudristek dalam mengimpelementasi Kurikulum Merdeka menggunakan 6 strategi yang berpusat pada penguatan komunitas belajar bagi pendidik dan satuan pendidikan
 
Platform Merdeka Mengajar (PMM) menjadi media dalam mengakses Pelatihan Kurikulum Merdeka secara mandiri, termasuk buku teks pelajaran dalam bentuk digital, perangkat ajar dan dokumen terkait Kurikulum Merdeka. Tidak ada bimtek/diklat berjenjang terkait Kurikulum Merdeka
 
Seri Webinar untuk penguatan pemahaman terhadap Kurikulum Merdeka dapat diselenggarakan oleh Pusat dan Daerah. Informasi mengenai webinar dapat diperoleh melalui berbagai kanal informasi Kemendikbudristek seperti media sosial, PMM, Grup Telegram dan kanal komunikasi lainnya
 
Memberdayakan Komunitas Belajar di satuan pendidikan, tingkat daerah dan komunitas dalam jaringan. Komunitas belajar bersifat inklusif atau terbuka untuk seluruh pendidik, tidak berdasarkan pilihan kategori implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri. Komunitas belajar dapat dibentuk bersama dengan sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak atau SMK Pusat Keunggulan, komunitas belajar guru penggerak,  atau komunitas belajar lain yang sudah ada (KKG, KKKS, MGMP, MKKS, PKG dll) ataupun komunitas belajar lainnya. Komunitas belajar daring dilakukan melalui PMM
 
Menyediakan narasumber berbagi praktik baik Implementasi Kurikulum Merdeka yang sudah direkomendasikan oleh pusat yang dapat dihubungi melalui PMM sebagai salah satu sumber inspirasi
 
Kerjasama dengan mitra pembangunan. UPT Kemendikbudristek akan menginformasikan mitra pembangunan yang bekerja di daerah masing-masing kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota 
 
Pusat Layanan Bantuan (Helpdesk) yang disediakan oleh Kemendikbudristek di nomor WhatsApp 081281435091
 
Ketiga, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berperan penting dalam membantu dan mengawal implementasi Kurikulum Merdeka di daerah
 
Mereka dapat membentuk tim/pokja implementasi Kurikulum Merdeka di wilayahnya, yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, kepala satuan pendidikan, pendidik, pengawas/penilik, serta mitra pembangunan atau perguruan tinggi jika ada
 
Mereka juga berperan dalam mendorong semua satuan pendidikan mengaktivasi akun belajar.id, mengunduh dan menggunakan PMM (baik melalui aplikasi atau laman https://guru.kemdikbud.go.id/
 
Peran mereka juga penting dalam melakukan pemantauan dan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri melalui dashboard https://bit.ly/dashboardIKMPMM untuk aktivitas belajar guru di PMM dan mengakses https://bit.ly/dashboardkombel untuk aktivitas komunitas belajar
 
Mereka juga berperan dalam memastikan semua pendidik, kepala satuan pendidikan, dan pengawas/penilik mampu mengakses dan memahami perangkat ajar dan asesmen yang sudah ada di PMM
 
Apabila satuan pendidikan memutuskan untuk menggunakan buku teks pelajaran cetak, mereka (Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota) dapat menginformasikan pemesanan buku teks pelajaran cetak melalui aplikasi SIPLAH atau E-KATALOG serta dapat menggunakan dana BOS/BOP. Mereka harus menerima perubahan RKAS satuan pendidikan sebelum minggu ketiga bulan Oktober 2022
 
Turut mendorong guru mempelajari Kurikulum Merdeka bersama komunitas belajar menggunakan PMM dan panduan-panduan, baik di dalam maupun antar satuan pendidikan
 
Mereka diharapkan mendukung 6 strategi implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri dan dapat menambahkan strategi di masing-masing daerah sesuai kebutuhan
 
Disarankan juga ke mereka memberikan dukungan tambahan untuk implementasi Kurikulum Merdeka, baik untuk satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan akses, aktivitas komunitas belajar, maupun dukungan lainnya yang dibutuhkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri
 
Keempat, satuan pendidikan yang akan menggunakan Kurikulum Merdeka secara mandiri perlu mempersiapkan diri sesuai dengan pilihan implementasi serta kesiapan masing-masing
 
Mereka (satuan pendidikan) menentukan langkah-langkah persiapan yang diperlukan, dan melakukan refleksi pencapaian dari langkah-langkah tersebut. Mereka dapat mengakses instrumen refleksi melalui http://kurikulum.gtk.kemendikbud.go.id yang dapat diakses mulai tanggal 29 Juni 2022 sampai 5 Juli 2022. Dalam proses refleksi ini mereka dapat mengubah pilihan kategori implementasi
 
Dukungan mereka dibutuhkan untuk proses belajar yang berkelanjutan dalam upaya mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui pembentukan atau penguatan komunitas belajar. Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri dapat disesuaikan dengan kesiapan pendidik dan satuan pendidikan (mereka), termasuk dalam kondisi mereka  dengan sarana prasarana yang terbatas. Kesiapan yang dimaksud adalah pola pikir pendidik yang siap belajar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta memberikan layanan kepada setiap peserta didik agar berkembang sesuai potensi
 
Pendidik dan kepala satuan pendidikan mengaktivasi akun belajar.id pada https://belajar.id/#cara-aktivasi, mengunduh PMM di Play Store atau mengaksesnya melalui laman https://guru.kemdikbud.go.id/ dan mempelajari Kurikulum Merdeka melalui modul di Pelatihan Mandiri. Rekomendasi kegiatan belajar di PMM bersama komunitas belajar dapat dilihat di PMM pada menu Tentang Kurikulum Merdeka bagian Penerapan Kurikulum 
 
Mereka menentukan perangkat ajar (alur tujuan pembelajaran, buku teks, modul ajar, dan/atau modul projek penguatan profil pelajar Pancasila) yang akan digunakan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Keputusan yang perlu disepakati bersama antara lain: (1) Mengembangkan perangkat ajar atau meggunakan contoh-contoh yang disediakan; dan (2) Menggunakan buku teks digital atau cetak. Meskipun beberapa Capaian Pembelajaran mengalami pembaruan, perangkat ajar yang disediakan dalam PMM tetap selaras dengan Capaian Pembelajaran yang berlaku
 
Pembelian buku teks pelajaran dalam bentuk cetak dapat dipesan melalui aplikasi SIPLAH atau melalui mekanisme E-KATALOG. Pembelian buku teks cetak dapat berasal dari dana BOS Reguler/BOP/BOSDA/yayasan/mandiri, atau sumber dana lainnya
 
Mereka dapat menguatkan budaya belajar di kalangan pendidik melalui komunitas belajar. Proses belajar mengimplementasikan Kurikulum Merdeka perlu dilakukan secara kolektif oleh seluruh pendidik. Oleh karena itu komunitas belajar di satuan pendidikan menjadi wadah untuk proses belajar implementasi Kurikulum Merdeka bagi para pendidik. Strategi komunitas belajar dapat dipelajari di Panduan Komunitas dan Buku Saku Penggerak Komunitas dalam PMM 
 
Pendidik melakukan asesmen formatif di awal pembelajaran untuk mengetahui kesiapan peserta didik serta kebutuhan belajar mereka. Hasil asesmen digunakan untuk merencanakan pelaksanaan pembelajaran
 
Untuk satuan pendidikan SMA/SMK/sederajat, kebijakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri akan selaras dengan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka 
 
Kebijakan akreditasi dan pemenuhan beban kerja pendidik selaras dengan Kurikulum Merdeka
 
Informasi mengenai kebijakan dan dokumen penerapan Kurikulum Merdeka dapat diaskses di laman http://kurikulum.kemdikbud.go.id/ dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Jika daerah dan satuan pendidikan mengalami kendala atau ada pertanyaan, dapat menghubungi Pusat Layanan Bantuan (Help desk) di nomor WhatsApp 081281435091
 
(Sumber: Surat Edaran Implementasi Kurikulum Merdeka/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)
 

Tags: