Revolusi industri 4.0 untuk Pendidikan di Indonesia

Redaksi 29 Desember 2019

Globalisasi & Strategi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung konsep Revolusi Industri 4.0 yang dikaitkan dengan dunia Pendidikan di Indonesia saat menjadi pembicara di kuliah umum acara Musyawarah Nasional ke-5 Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia pada Kamis (16/12/2019).

Nadiem Makarim membeberkan adanya keterkaitan penting antara Revolusi Industri 4.0 dengan Pendidikan Indonesia yang akan menuju persaingan secara global. Masa depan Indonesia sangat dipengaruhi oleh dunia pendidikan.

Sektor pendidikan suatu negara memberikan cerminan masa depan bangsa. Di Indonesia pentingnya pendidikan persis seperti yang disampaikan oleh Al Arifin. Dalam Jurnalnya Pembangunan Pendidikan (2012), Al Arifin menyatakan sebuah negara harus berpikir bahwa pendidikan adalah perwujudan dari cita-cita bangsa. Oleh karena itu, penentu negara telah mencapai perkembangan tak lain tak bukan dari sisi pendidikan yang dibawa bersaing dengan berbagai negara/bangsa di dunia.

Dalam praktiknya, Indonesia dituntut ikut menghadapi perubahan masa depan di dunia dari berbagaisektor. Perubahan tersebut menurut Nadiem terlihat dari 4 hal: (1) Perubahan sisi organisasi; (2) Konsep kepemilikan; (3) Konsep bekerja; dan (4) Konsep budaya, semuanya punya perubahan dramatis.

Zaman digitalisasi membentuk adanya konsep khusus dalam memandang dunia yang kita tinggali.

Saatini, kita tidak hanya hidup dalam satu dunia seperti 20 tahun yang lalu. Ada 2 dunia kini beriringan bersama kita, dunia itu mengalami perubahan dinamis dan tak bisa diprediksi. Yakni dunia nyata dan dunia digital.

Lalu, bagaimana meraih kemajuan dalam dunia pendidikan?

Seperti pepatah yang mengatakan ‘Malu Bertanya Akan Tersesat di Jalan’. Enggan mengkritisi perkembangan zaman, maka akan tersesat dan tenggelam dimakan zaman. Tolok ukur perkembangan zaman satu di antaranya adalah teknologi yang tidak bisa dibendung bagaimanapun taktik kita ingin berusaha menghentikannya.

Mendikbud Nadiem Makarim menyinggung bahwa masa depan bangsa dilihat dari kualitas kaum penerus. Sosok-sosok tersebut tak lain dan tak bukan adalah para generasi muda, anak-anak kita, penerus bangsa. Mereka sudah tidak lagi ada dalam pemahaman agar diajarkan menggunakan teknologi, karena kenyataannya semua anak lebih mahir menggunakan teknologi dibandingkan orang tua dan generasi di atas mereka.

Fokus lain yang harus diantisipasi adalah soal dampak-dampak yang ditimbulkan. Bagaimana cara mencegah adanya dampak negatif untuk mereka yang berusia masih sangat muda? Itulah gunanya peran orang tua dalam pengawasan dan bimbingan saat terima asupan teknologi yang begitu kompleks. (Bagus Priambodo/Sumber narasi “You Tube Channel” Kemendikbud RI: https://www.youtube.com/watch?v=oN9D22yd0Y4/foto ilustrasi dipenuhi melalui Google image)

Tags: