Rencana Pencanangan Elektronifikasi Dana BOS

Redaksi 14 September 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI berencana melakukan elektronifikasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) pada 2020 mendatang. Untuk mewujudkan rencana tersebut, mulai saat ini sudah dikembangkan berbagai aplikasi.  

"Integrasi pengelolaan dana BOS ini perlu waktu. Tetapi pada akhirnya, tahun 2020 nanti semua aplikasinya terintegrasi. Kalau sekarang memang masih parsial. Aplikasi RKAS sendiri, aplikasi Dapodik sendiri, dan aplikasi PMP sendiri. Tetapi pada akhirnya semua akan diintegrasikan. Itu road map kita ke depan," kata Dadan Hamdani, Staf Subbagian Data dan Informasi di Setditjen Dikdasmen Kemdikbud RI pada Bimtek Dapodikdasmen Gelombang kedua yang digelar LPMP Jawa Timur selama 4 hari, yakni mulai 26 Agustus hingga 29 Agustus 2019 lalu di Hotel Utami Sidoarjo

Dadan mengatakan, dalam penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut, satuan pendidikan atau sekolah hanya bertugas melakukan 2 hal, yakni entri data dan sinkronisasi data. Sedangkan aplikasinya, telah disediakan oleh pusat.

"Aplikasi ini intinya untuk mempermudah pengelolaan sekolah. Selama sekolahnya lurus-lurus saja, insyaallah gampang mengerjakannya," imbuhnya.

Ia menjabarkan, setelah aplikasi-aplikasinya terintegrasi satu sama lain, di tahun berikutnya, 2021, targetnya adalah aplikasi RKAS dapat terintegrasi dengan sistem yang dimiliki oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Apabila target itu terwujud, di tahun-tahun berikutnya yang dilakukan adalah perbaikan terus menerus.

Wujudkan transparansi BOS lewat aplikasi RKAS

Terkait aplikasi RKAS, dia mengatakan bahwa aplikasi ini dibuat untuk memfasilitasi sekolah dalam melakukan tata kelola keuangan dengan memanfaatkan Teknologi informasi dan Komunikasi. Perubahan paling utama dari hadirnya aplikasi RKAS ini adalah pergeseran dari cara-cara konvensional dan manual menjadi digital.

Meski ada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, Dadan menyebut bahwa aplikasi RKAS ini sebenarnya bersifat semi online dan terintegrasi dengan BOS Online.

"Intinya, semuanya jadi dipermudah dengan adanya aplikasi ini," kata Dadan.

Dadan menegaskan, aplikasi RKAS ini menjadi sangat penting karena menjadi alat ukur sejauh mana dampak yang ditimbulkan oleh dikucurkannya dana BOS yang nilainya mencapai puluhan triliun Rupiah. Dengan kata lain, aplikasi RKAS ini juga merupakan upaya untuk mewujudkan transparansi penggunaan anggaran negara.

"Aplikasi RKAS ini penting untuk mengukur peningkatan SNP (Standar Nasional Pendidikan), untuk mengetahui sejauh mana dampak dari dana  BOS yang besarnya mencapai 50 triliun itu. Apalagi sebentar lagi akan ada 3 jenis BOS, yaitu BOS reguler, BOS kinerja, dan BOS afirmasi,” tegasnya. (Bagus Priambodo)

Tags: