PSP Gerakkan Guru Terapkan Praktik-Praktik Pembelajaran Terbaik

Redaksi 25 Agustus 2022

Pertemuan PMO di Program Sekolah Penggerak (PSP) bukan hanya sekedar kebutuhan pemenuhan administrasi dan wadah menyelesaikan berbagai permasalahan di pelaksanaan PSP.
 
Kegiatan ini rutin diadakan karena hakekat dari Program Sekolah Penggerak (PSP) itu sendiri, yaitu upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila
 
Itu disampaikan Plt. Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur saat membuka Pertemuan Periodik PMO ke-4 pada hari Kamis (25/8/2022) melalui zoom meeting
 
Selengkapnya tentang kegiatan ini dapat disimak pada video berikut:
 
 
Saat ini seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur telah menjadi pelaksana PSP, dan jumlah sekolah penggeraknya baik di Angkatan 1, 2 dan 3 adalah tertinggi se-Indonesia.
 
Bangga sebagai pengejawentahan rasa syukur atas hal tersebut, Rizqi berharap munculnya juga budaya praktik baik dari sekolah-sekolah penggerak di Jawa Timur yang mampu menjadi praktik terbaik di Indonesia
 
Yang perlu diperhatikan di pelaksanaan Program Sekolah Penggerak menurut Rizqi adalah IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Kedua hal tersebut perlu untuk dibudayakan, dan akhirnya menjadi kebiasaan
 
Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dari pemerintah daerah terkait PSP (Program Sekolah Penggerak)
 
Pertama, bersama dengan para Fasilitator PSP, Dinas Pendidikan diharapkan selalu memastikan dan mengawal agar pembelajaran yang dipraktikkan di sekolah-sekolah penggerak maupun sekolah-sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka secara mandiri berfokus ke siswa
 
Kedua, sebelum pembelajaran dimulai, perlu dilakukan tes di awal pembelajaran atau tes diagnostik. Hal tersebut penting untuk mengetahui kemampuan awal dan kemampuan tiap siswa
 
Rizqi berpesan, peran kepala sekolah sangat diperlukan untuk mengawal proses tersebut. Dengan begitu, bakat dan minat siswa dapat dipastikan sejak awal untuk mempermudah terjadinya praktik-praktik pembelajaran berdiferensiasi pada para siswa tadi
 
Karena fokus utamanya adalah siswa, Rizqi menekankan, penanaman karakter dan kompetensi menjadi prioritas untuk diintegrasikan pada tiap pembelajaran di sekolah-sekolah penggerak melalui penguatan Profil Pelajar Pancasila
 
Terdapat 6 profil Pelajar Pancasila yang perlu dikuatkan dan diterapkan kepada siswa agar pembelajaran yang berlangsung di lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, menyenangkan, inklusif dan aman.
 
Keenam profil tersebut, berakhlak mulia, berkebinekaan, global, mandiri, bergotong-royong, bernalar kritis dan kreatif
 
Menjadi sekolah penggerak tidak mudah, sang kepala sekolah wajib melalui berbagai proses seleksi yang sangat ketat. Maka Rizqi menggarisbawahi, kualitas kepala sekolahnya tidak perlu diragukan lagi
 
Oleh karenanya ia menghimbau, kepala sekolah di sekolah-sekolah penggerak diharapkan mampu menjadi agen pemimpin perubahan di sekolahnya masing-masing.
 
Rizqi menuturkan, salah satu perubahan yang diharapkan di sekolah-sekolah penggerak, adanya budaya refleksi di sekolah. Bentuknya dapat berupa pembiasaan belajar bersama antara kepala sekolah, para guru dan para stakeholder yang ada di sekolah
 
Pembiasaan selanjutnya yang diharapkan dari sekolah-sekolah penggerak terjadinya upaya berbagi bersama mengenai praktik-praktik pembelajaran terbaik. Sehingga di dalamnya tumbuh komunitas-komunitas belajar yang mendukung terjadinya budaya belajar dan berbagi tadi
 
Melanjutkan arahannya, Rizqi mendorong agar sekolah-sekolah penggerak menjadi sekolah yang memang layak menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain yang belum berstatus sebagai sekolah penggerak, baik yang belum menerapkan maupun telah menerapkan IKM atau prinsip-prinsip yang ada di sekolah penggerak secara mandiri.
 
Bila transformasi tadi benar-benar terjadi, Rizqi meyakinkan seluruh peserta kegiatan tesebut, optimalisasi peningkatan kompetensi literasi, numerasi dan penguatan karakter siswa di berbagai daerah akan dapat segera terwujud. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: PSP Dorong Guru Terapkan Asesmen Diagnostik,  Pembelajaran Berdiferensiasi, Budaya Refleksi & Berkomunitas/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: