Program Sekolah Penggerak di Jatim Sudah on The Track

Redaksi 22 September 2022

Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak (PSP) di Jawa Timur sudah berjalan on the track atau sebagaimana mestinya. Hal ini diketahui dari isu-isu eskalasi yang sudah mampu terselesaikan, baik di level daerah maupun level pusat.
 
Berdasarkan data per tanggal 13 September 2022, jumlah isu eskalasi di tingkat daerah, dari 43 isu turun menjadi 37 isu. Namun, setelah tim pokja PSP Jatim bergerak, akhirnya isu-isu dari satu kabupaten itu sudah mampu terselesaikan seluruhnya.
 
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi tim Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jatim pada Jumat pekan lalu (16/9/2022).
 
Menurut Dyah Ayu Mexliesiyana, SS, MPd, tim Pokja PSP BBPMP Jatim, isu yang belum terselesaikan itu sebenarnya isu lama yang masih nyantol. “Per pagi tadi (16/9/2022), kita sudah nol,” terang Nana, panggilan Dyah Ayu Mexliesiyana.
 
Sementara isu eskalasi yang membutuhkan dukungan tim Program Management Office (PMO) Pusat hanya menyisakan enam isu dari sebelumnya 26 isu.
 
“Itu artinya, teman-teman direktorat menerima ajuan, sudah mendapatkan isu ini, dan sudah menyelesaikan,” kata Nana.
 
Sementara terkait laporan pelatih ahli (PA) untuk angkatan pertama ,dari 293 sekolah, sudah ada 264 sekolah yang melaporkan. Sisanya diberikan waktu hingga akhir September 2022 bagi PA untuk melaporkan sekolahnya. Dari 264 sekolah yang sudah dilaporkan pun belum ada ajuan yang berarti.
 
Nana mengimbau kepada para koordinator pelatih ahli untuk menyamakan persepsi ulang terkait isu eskalasi program sekolah penggerak ini.
 
“Mohon dipetakan kembali isu-isu yang butuh dieskalasi, dan isu yang bisa diselesaikan oleh PA,”kata Nana.
 
Hal ini beralasan karena dari beberapa ajuan eskalasi PA, ada isu-isu mengenai pemahaman masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan sendiri oleh pelatih ahli.
 
“Harapannya hal itu tidak perlu dieskalasi ke PMO daerah, karena bisa dibantu rekan-rekan fasilitator sekolah penggerak.  Karena itu, kami minta bantuan disamakan persepsinya kembali, agar tidak menjadi tambahan raport mingguan kita,” katanya.
 
Untuk menyamakan persepsi ini, pokja PSP BBPMP Jatim menggelar rapat PMO periode September pada 22 September 2022 (Kamis kemarin).
 
Di rapat ini juga diundang tim PSP dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jatim. “Harapan kami BBGP Jatim bisa berkenan hadir karena kami sangat membutuhkan masukan,” tegasnya.
 
Seperti diketahui,keberhasilan Program Sekolah Penggerak (PSP) sangat ditentukan oleh Program Management Office atau PMO di masing-masing level. Ketika PMO tidak berjalan, maka berpotensi pada kegagalan PSP.
 
PMO ini lah yang melakukan standarisasi proses dari program dan mengoordinasikan penggunaan bersama sumber daya, metodologi, peralatan dan teknik. Hal itu akan berlaku di setiap proses mulai dari perencanaan, pemantauan, pengelolaan, pengendalian isu strategis dan resiko-resiko yang timbul hingga pembuatan laporan.
 
Dalam pelaksanaannya, PMO akan dilakukan secara berlevel dan berjenjang, mulai dari paling bawah tingkat sekolah, daerah, UPT hingga level pusat.
 
Tim PMO level sekolah terdiri dari stakeholder di sekolah, mulai kepala sekolah, pengawas, guru, komite pembelajaran dan seluruh unsur yang diperlukan. PMO level sekolah ini akan difasilitasi oleh pelatih ahli.
 
PMO level sekolah akan melakukan rapat koordinasi minimal satu kali tiap bulan untuk membahas capaian sekolah, target bulan depan, kendala yang ada dan rencana tindaklanjut serta solusi dari permasalahan yang timbul.
 
Ketika masalah bulan ini diidentifikasi, maka pelatih ahli dan stakeholder harus mencari penyelesaiannya. Namun, apabila tidak bisa terselesaikan, maka masalah ini harus dieskalasi atau dinaikkkan ke level yang lebih tinggi dalam hal ini level daerah.
 
Sementara untuk level pusat ada pertemuan PMO rutin yang bisa jadi lebih dari sekali dalam satu bulan karena kebijakan membutuhkan beberapa diskusi dan pembahasan. PMO pusat ini lah yang akan mengevaluasi program sekolah penggerak secara nasional. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: