Program Guru Penggerak Jadikan Guru Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan

Redaksi 23 Januari 2022

Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.

Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak.

Selama program berlangsung, guru tetap menjalankan tugasnya sebagai guru.

Dalam acara "Sharing Knowledge Program Guru Penggerak 2022", Selasa (18/1/2022), Tatik Dwi Suswati, S.Pd, M.Pd. selaku Widyaprada LPMP Provinsi Jawa Timur menjelaskan prinsip dari Guru Penggerak adalah Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan.

"Tergerak untuk melakukan perubahan. Bergerak tidak boleh pasif, harus selalu melakukan perubahan. Menggerakkan komunitas di sekolah maupun di daerahnya," jelasnya.
 
Simak berbagai kegiatan kami melalui Kanal You Tube LPMP Provinsi Jawa Timur
 
 
Hal ini sesuai dengan Visi Pendidikan Nasional, yaitu mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

6 aspek dalam Pelajar Pancasila meliputi: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; (2) Berkebinekaan Global; (3) Bergotong-royong. (4) Kreatif; (5) Bernalar kritis; (6) Mandiri.

"Guru Penggerak pada akhirnya bisa menjadikan siswa menjadi atau memiliki profil Pelajar Pancasila yang menjiwai 6 aspek tadi," ungkap Tatik.

"Tidak hanya kompetensi kognitif saja, tetapi karakter juga diutamakan atau dipraktekkan oleh Guru Penggerak. Dan nantinya semua guru juga akan mewujudkan bagaimana siswa memiliki profil Pelajar Pancasila."

Ada 5 tujuan dari program Pendidikan Guru Penggerak, pertama mewujudkan profil guru yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, dan kolaborasi.

Kedua, memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik.

Ketiga, merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua.

Keempat, mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi satuan pendidikan yang mengoptimalkan proses belajar peserta didik yang berpihak pada peserta didik dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar satuan pendidikan.

"Guru Penggerak harus tahu aset-aset yang dimiliki oleh guru, siswa, orang tua siswa, lingkungan, itu diberdayakan untuk mewujudkan visi sekolah tersebut," ujar Tatik.

Kelima, berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dan komunitas untuk pengembangan satuan pendidikan dan kepemimpinan pembelajaran.

"Komunitas misalnya MGSPS, KKG mini di sekolah itu, juga komunitas di luar sekolah tersebut," terang Tatik.

Indikator keberhasilan Pendidikan Guru Penggerak yaitu, mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikan.

Serta, berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan satuan pendidikannya masing-masing.

"Mungkin ini salah satu alasan calon kepala sekolah diambilkan dari Guru Penggerak, karena Guru Penggerak ditengarai menjadi pemimpin pendidikan," ucap Tatik.

"Dan di dalam belajar menjadi Guru Penggerak, mereka sudah diajari bagaimana melakukan manajemen sekolah dan lain sebagainya. Karena berpusat pada siswa, maka Guru Penggerak dapat mewujudkan rasa nyaman dan bahagia atau well being terhadap siswa yang diajarnya."

Tatik menegaskan, Guru Penggerak akan selalu berpihak pada siswa.

Guru menggerakkan komunitas belajar di sekolah dan luar sekolah, guru lain dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa.

"Pembelajaran diferensiasi, pembelajaran emosional, itu dilakukan, sehingga guru yang melakukan kegiatan-kegiatan tersebut bisa mewujudkan Murid Merdeka Belajar," ungkap Tatik.

"Jadi, tidak seperti dulu, guru yang mempunyai aturan sendiri dan murid harus mengikuti aturan-aturan yang sudah disepakati bersama guru."

"Kalau Guru Penggerak ada Merdeka Belajar, sehingga apa yang harus dilakukan oleh guru dan murid ada kesepakatan, kolaborasi, kerja sama, baik guru dengan murid, guru dengan guru, dan guru dengan orang tua, sehingga keterbukaan itu tercipta."

Guru Penggerak diharapkan dapat menjadi pendorong transformasi pendidikan di Indonesia.

Peran guru saat ini adalah mendorong peningkatan prestasi akademik siswa, mengajar dengan kreatif, dan mengembangkan diri secara aktif.

Sedangkan, harapan peran guru penggerak adalah mendorong tumbuh kembang siswa secara holistik (profil Pelajar Pancasila), menjadi pelatih/mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada siswa, dan menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: