Prima atau Tidaknya Layanan Ditentukan Juga oleh Kualitas SDM

Redaksi 22 November 2022

Menuju WBBM – Kualitas layanan prima ke stakeholder terus ditingkatkan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim.
 
Tak hanya layanan sarana dan prasarana beserta layanan teknologi yang mutunya perlu diupgrade secara berkelanjutan.
 
Hal itu diungkapkan ketua tim Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM) BBPMP Jatim, Dr. Amirudin saat berbagi wawasan dan pengalaman di apel pagi Senin (21/11/2022) di BBPMP Jatim.
 
Ia mengungkapkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) BBPMP Jatim sebaiknya tak lupa turut ditingkatkan secara berkelanjutan.
 
Menurut Amir, seluruh personel di BBPMP Jatim perlu menguasai secara mendalam program Merdeka Belajar khususnya PSP (Program Sekolah Penggerak), IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) dan PDB (Perencanaan Berbasis Data).
 
Baginya bila seluruh personel BBPMP Jatim mengetahui ketiga hal tadi secara mendalam, layanan prima ke stakeholder otomatis akan lebih maksimal.
 
Berdasar pengalamannya saat turun ke daerah, antusias keingintahuan stakeholder di daerah terhadap perkembangan kebijakan dan pelaksanaan program Merdeka Belajar khususnya PSP, IKM dan PDB sangat tinggi.
 
Tak hanya hal-hal umum yang mereka tanyakan. Hal-hal dan kendala-kendala teknis yang mereka alami di pelaksanaan PSP, IKM dan PDB juga mereka tanyakan.
 
Maka dengan penguasaan (pengetahuan dan pemahaman yang mendalam) tentang ketiga hal itulah, berbagai pertanyaan yang datang dari stakeholder di daerah akan mampu dijawab secara gamblang dan mendalam oleh tiap personel BBPMP Jatim saat melakukan pendampingan konsultatif maupun asimetris ke daerah.
 
Artinya bagi Amir, terwujudnya layanan prima diatas ditentukan juga oleh kualitas SDM BBPMP Jatim yang mumpuni.
 
Maka Amir menyarankan agar sering diadakan penguatan dan pendalaman wawasan serta data atau informasi detil yang terjadi di Jawa Timur maupun nasional terkait perkembangan pelaksanaan PSP, IKM dan PDB.
 
Cara transfer pengetahuan, data maupun informasi terkini tentang PSP, IKM dan PDB bisa melalui berbagai model, diantaranya lewat beberapa aktivitas berbagi informasi yang telah membudaya di BBPMP Jatim:
- Menyimak dan mencatat pertemuan (rapat) Reboan secara daring oleh pusat
- Arahan pimpinan saat apel pagi
- Desiminasi secara luring
- Sharing knowledge secara daring
- Pemanfaatan grup WhatsApp
- Komunikasi terhubung antar pokja (kelompok kerja)
- Pertemuan rutin mulai dari skup terkecil yang ada di pokja
- dan lain-lain
 
Selain itu Amir juga berharap dapat membawa product knowledge yang dapat menjawab berbagai keingintahuan stakeholder di daerah tentang PSP, IKM dan PDB saat dirinya dan tiap personel di BBPMP Jatim turun ke daerah melakukan pendamingan konsultatif maupun asimetris tentang pelaksanaan PSP, IKM dan PDB. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: