Perlunya Sempurnakan Kualitas & Kuantitas Dapodik

Redaksi 17 Agustus 2020

Surabaya - Kualitas serta kuantitas data pokok pendidikan (Dapodik) tahun 2020 terbilang sudah mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Maryono, Kasi Sistem Informasi LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Timur (saat ini bertugas sebagai Pengembang Teknolodi Pembelajaran/Pendidikan), saat ini kuantitas dapodik di Jatim sudah sekitar 99 persen atau mendekati sempurna. Sedangkan pada 2019 lalu, kuantitas data tersinkron dalam dapodik di Jatim masih 94 persen.

Lihat juga: Materi lengkap Bimbingan Teknis Data Pokok Pendidik Dapodik Tahun 2020 di Etalase New Normal

Berita terkait: Mewujudkan Dapodik yang Lebih Berkualitas & Mengintip Aplikasi Dapodik Versi 2021

“Tahun 2020 ini memang sudah hampir sempurna. Tapi tetap perlu kita tingkatkan,” ujar Maryono ketika membuka Bimtek Dapodik Angkatan 3 tahun 2020 yang digelar secara virtual oleh LPMP Jatim beberapa waktu yang lalu.

Dia menambahkan, para operator dapodik di kota/kabupaten maupun sekolah perlu terus menerus diberi paparan materi teknis baru seputar pengisian dan pengakurasian dapodik. Apalagi, aplikasi dapodik juga terus mengalami pembaruan.

“Setiap pembaruan aplikasi itu, ada berbagai permintaan untuk memenuhi kebutuhan data di Kemendikbud. Jadi, bimtek ini diharapkan dapat membuat kualitas dan kuantitas dapodik dapat lebih sempurna,” lanjutnya.

Maryono melanjutkan, melalui bimtek ini, LPMP Jatim juga berharap peringkat kualitas dan kuantitas Dapodik Jawa Timur di level nasional mengalami peningkatan. Saat ini, secara nasional Jawa Timur berada di peringkat ke-12. Sedangkan dalam kaitannya dengan data sekolah yang meliputi data peserta didik, data rombel, data guru, dan data pegawai, Jatim ada di peringkat kedua.

“Jadi kami harapkan, kendala-kendala yang terjadi di daerah bisa terjawab lewat di bimtek ini,” lanjutnya.

Maryono mengingatkan, dapodik adalah elemen penting dalam pendidikan nasional yang perlu terus menerus diperbaiki. Pasalnya, apa yang ada di dalam dapodik tersebut merupakan dasar pembuatan kebijakan oleh pemerintah, dalam hal ini diwakili Kemendikbud.

“Kalau kualitas dapodik bagus, maka pengambilan keputusan akan lebih bagus. Terutama terkait sarana dan prasarana sekolah. Kalau datanya riil, maka pusat dengan sendirinya akan melakukan penambahan sarana dan prasarana berdasarkan dapodik tersebut,” pungkasnya.(Bagus Priambodo/Judul asli berita: Meski Hampir Sempurna, Kualitas dan Kuantitas Dapodik 2020 Perlu Terus Didongkrak)

Tags: