Perlu Gandeng Tangan Untuk Wujudkan Jatim Sebagai Barometer Pendidikan Nasional

04 November 2022

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki mimpi untuk menjadikan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional.
 
Salah satunya dengan mengoptimalkan implementasi kurikulum merdeka (IKM) di semua kota/kabupaten.
 
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi saat memberikan sambutan dalam launching gerakan akselerasi implementasi kurikulum merdeka dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/11/2022), di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Kegiatan tersebut digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation.
 
Wahid Wahyudi mengakui, masih ada ketakutan di benak guru atau kepala sekolah yang belum melaksanakan implementasi kurikulum merdeka.
 
“Mereka dibayang-bayangi seolah-olah kurikulum merdeka adalah hal yang sulit. Padahal Kurikulum Merdeka itu orientasinya adalah project based learning. Sederhananya, mirip guru olahraga yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengajarkan praktik berolahraga pada para muridnya,” kata Wahid Wahyudi
 
Memang, lanjutnya, dalam hal jumlah SMA, SMK, dan SLB yang ikut dalam implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri, Jawa Timur boleh berbangga karena menjadi yang terbanyak.
 
Namun apabila jumlah lembaga PAUD, SD, dan SMP ikut masuk dalam hitungan, maka Jatim ada di peringkat kelima setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
“Jadi di acara ini kami mengundang para walikota dan anggota DPRD karena ingin mengajak bergerak bersama untuk melaksanakan implementasi kurikulum merdeka. Harapan besar kita semua, Jatim akan jadi barometer pendidikan nasional,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa optimistis Jawa Timur bisa menjadi barometer pendidikan nasional seperti disebutkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.
 
Namun syarat utamanya adalah komitmen semua pihak untuk bergerak bersama.
 
 
Usai acara, para peserta kegiatan dan panitia berfoto bersama Gubernur Jawa Timur:
 
 
 
Simak juga video Launching Akselerasi IKM di Jawa Timur berikut:
 
 
 
Dia menyebutkan, kolaborasi itu terbukti telah mampu memberikan catatan emas bagi Jawa Timur dalam beberapa tahun belakangan.
 
“Tahun 2020 dan tahun 2021, meski pandemi covid-19, tapi upaya kita bersama telah membuat Jawa Timur menjadi provinsi yang jumlah pelajarnya paling banyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui 4 jalur yang tersedia,” katanya.
 
Selain itu, selama 3 tahun berturut-turut, Jawa Timur berhasil menjadi juara umum Olimpiade Sains Nasional setelah selama 18 tahun sebelumnya tak menyabet gelar.
 
“Itu karena seluruh kepala daerah, dinas pendidikan kabupaten kota, kepala sekolah, guru, murid, orangtua murid, dan private sector, semuanya bergerak. Itu karena kita kompak, solid, dan bergandengan tangan. Bukan karena kerja satu orang saja,” lanjut gubernur.
 
“Dan kalau kabupaten kota juga menyiapkan anggaran yang lebih proporsional lagi, pendidikan jawa timur bisa nomor satu,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Gubernur Khofifah: Perlu Gandeng Tangan Untuk Wujudkan Jatim Sebagai Barometer Pendidikan Nasional/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: