Perkuat Pemahaman Literasi & Numerasi Pemda beserta Praktik Baiknya

Redaksi 14 Juni 2022

Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 untuk mensosialisasikan panduan penguatan literasi dan numerasi serta mengimplementasikan strategi penguatan literasi dan numerasi di sekolah dan melakukan pembentukan Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) sebagai penguatan literasi dan numerasi secara manajemen yang di gelar oleh BBPMP Provinsi Jawa Timur selama 3 hari mulai Minggu 12/6/2022 sampai Selasa 14/6/2022 melibatkan juga mitra pembangunan bidang pendidikan Kemendikbudristek, yaitu INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia untuk area Jawa Timur sebagai narasumber
 
Di kegiatan ini para narasumber berkolaborasi memberikan pemahaman kekinian mengani makna literasi (termasuk juga numerasi).
 
Jangan sampai para peserta menyempitkan pemahaman terhadap literasi, bahwa aktivitas tersebut hanya sekadar membaca ataupun menulis saja. Padahal, literasi adalah kemampuan untuk menyerap informasi dan mengolahnya agar berguna untuk kehidupan.
 
 
 
 
Materi-materi pokok di kegiatan tersebut antara lain:
 
(1) Kebijakan Literasi dan Numerasi Pauddikdasmen; (2) Sosialisasi Panduan Literasi dan Numerasi Pauddikdasmen; (3) Penjelasaan Program Literasi dan Numerasi; (4) Growth Mindset, Games tentang Literasi dan Numerasi; (5) Praktik Baik Literasi dan Numerasi di jenjang SD; (6) Diskusi kelompok mengenai identifikasi potensi dan kendala untuk pengembangan praktik baik di satuan Pendidikan, dan adaptasi praktik baik di satuan Pendidikan; (7) Diskusi Adaptasi supervisi untuk peningkatan literasi dan numerasi yang mendukung peningkatan AKN; Praktik baik pembentukan tim penguat Literasi Kab. Sumenep; (8) Instrument spotcheck Literasi dan Numerasi Kelas awal; (9) Penugasan individu; dan (10) RTL (Rencana Tindak Lanjut)
 
 
Peserta Kegiatan ini  berjumlah 65 orang berasal dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur di Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari Pengawas Sekolah Dasar (SD) atau Pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, serta Pengawas Sekolah Menengah Atas (SMA) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota
 
Salah satu narasumber, Tatik Dwi Suswati, Widyaprada BBPMP Provinsi Jawa Timur menyampaikan penguatan literasi dan numerasi khususnya bagi para siswa tidak lepas dari kemampuan dan peran para guru
 
Dalam materi paparannya, beberapa ‘ciri’ dan ‘kemampuan’ yang setidaknya wajib dimiliki guru abad 21 agar penguatan literasi dan numerasi di sekolag dapat terimplementasi dengan baik, diantaranya:
 
(1) Mengakses web; (2) Kreatif dan suka publikasi; (3) Mengelola informasi; (4) Membangun paradigma baru; (5) Berpikir pedagogis; (6) Keterampilannya di set untuk abad 21; dan (7) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif
 
Terkait keberadaan TPLD (Tim Pendamping Literasi Daerah) dalam upaya penguatan literasi dan numerasi di sekolah, peran utamanya memberikan masukan dan rekomendasi berdasarkan fakta berbasis data yang ditemukan di lapangan terkait dengan kondisi dan situasi pendidikan di daerah dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan literasi dan numerasi di sekolah.
 
Di kesempatan itu Tatik juga menjelaskan mengenai strategi menciptakan lingkungan yang literat dan numerat beserta contoh-contohnya, reading strategy, parameter sekolah yang berhasil membangun budaya literasi dan numerasi, kegiatan pengembangan, keanggotaan dan struktur TLPD (tugas dan tanggungjawabnya), keanggotaan dan struktur TLS (Tim Literasi Sekolah) beserta tugas dan tanggungjawabnya dan beberapa materi lain tentang literasi dan numerasi di level global
 
Prioritas kegiatan ini yang salah satunya menggenjot peran TPLD agar mampu juga mengoptimalisasikan peran Tim Literasi Sekolah dalam membantu sekolah melakukan penguatan literasi dan numerasi khususnya bagi para siswa merupakan upaya agar proses pembelajaran di satuan pendidikan tidak mengabaikan literasi dan numerasi sebagai dasar berpikir, dan materi yang diajarkan oleh para guru juga relevan dengan kehidupan keseharian siswa sehingga bermakna.
 
Dalam paparan Tatik, kompetensi literasi dan numerasi yang mumpuni dari siswa akan mampu menghindarkan mereka dari beberapa hal buruk pada keberlangsungan hidupnya di masyarakat, seperti:
 
(1) Kesulitan melanjutkan belajar ke tingkat pendidikan selanjutnya; (2) Daya saing rendah di era berbasis teknologi dan digital terutama di level internasional; dan (3) Kesadaran rendah terhadap hoax yang tersebar di masyarakat
 
Oleh karenanya BBPMP Provinsi Jawa Timur secara berkelanjutan berupaya memaksimalkan sinergi dan kolaborasi ke berbagai pemangku kepentingan pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah, sehingga implementasi strategi penguatan literasi dan numerasi di ranah fisik, sosial-afektif, dan akademik yang menjadi pintu masuk terciptanya budaya literasi di sekolah sebagai simpul kolaborasi, mampu membangun warga sekolah sebagai pembelajar sepanjang hayat. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: BBPMP Jatim Kuatkan Pemahaman Pemda mengenai Literasi & Numerasi beserta Paraktik Baiknya untuk Sekolah/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

 

Tags: