Peran Kepala Sekolah & Pengawas dalam Pengawasan Pembelajaran Paradigma Baru

Redaksi 18 Februari 2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mulai menerapkan kurikulum Paradigma Baru pada tahun ajaran 2021. Kurikulum Paradigma baru ini masih diberlakukan secara terbatas di sekolah-sekolah penggerak yang ada di Indonesia.
 
Salah satu tujuan dibentuknya kurikulum paradigma baru ini ialah untuk melahirkan profil Pelajar Pancasila.
 
Karena pentingnya tujuan akhir dari dibentuknya pembelajaran paradigma baru ini, maka semua pihak di satuan pendidikan, mesti memahami seluk beluknya dan dapat mengidentifikasi peran dan tugasnya masing-masing dalam pelaksanaan pembelajaran paradigma baru tersebut.
 
Di satuan pendidikan, guru atau pendidik memiliki peran yang vital dalam implementasi kurikulum pembelajaran baru. Namun yang tak kalah penting sebenarnya adalah peran dari kepala sekolah dan pengawas sekolah.
 
Simak berbagai kegiatan kami melalui Kanal You Tube LPMP Provinsi Jawa Timur
 
 
Dr. Amiruddin, Widyaprada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Timur, dalam sesi Sharing Knowledge yang digelar beberapa waktu lalu (Kamis, 13/1/2022) mengatakan, untuk memastikan pembelajaran paradigma baru berjalan baik, harus ada peran pengawas dan kepala sekolah.
 
“Sebenarnya ini sudah diamanahkan oleh Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, di mana kepala sekolah dan pengawas sekolah harus melakukan pengawasan pembelajaran,” ujar Amiruddin.
 
Dia lalu menguraikan, Permendikbud tersebut menyatakan bahwa pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas guna peningkatan mutu secara berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran, pelaporan hasil pengawasan serta tindak lanjut secara berkala dan berkelanjutan.
 
Sebagai implementasi dari Permendikbud tersebut, pengawasan yang telah dilakukan ini harus disertai dengan tindak lanjut.
 
Kata Amiruddin, tindak lanjut hasil pengawasan pun beragam.
 
Di antaranya, perbaikan rencana dan pelaksanaan pembelajaran untuk memastikan rencana dan pelaksanaan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik.
 
Kemudian, pendampingan teknis kepada pendidik yang membutuhkan konsultasi dan dukungan lain untuk menyelesaikan permasalahan dan tantangan dalam proses pembelajaran.
 
Lalu, pemberian penghargaan kepada pendidik yang menunjukkan kinerja yang baik, serta penguatan dan pemberian kesempatan kepada pendidik untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.
 
“Berikutnya, diseminasi praktik baik pelaksanaan pembelajaran juga bisa dijadikan tindak lanjut. Misalnya melalui kegiatan sharing knowledge seperti yang kita jalankan saat ini,” imbuhnya. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Peran Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dalam Pengawasan Pembelajaran Paradigma Baru/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: