Pentingnya Implementasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Jawa Timur

Redaksi 31 Agustus 2022

Kurikulum Merdeka disusun untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar sesuai perkembangan zaman. Siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas dan kreatif, tetapi juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka dibentuk sebagai lulusan yang mencerminkan kualitas generasi dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang disebut sebagai Profil Pelajar Pancasila.
 
Implementasi Kurikulum Merdeka di Jawa Timur (Jatim) pun tidak boleh mengabaikan Profil Pelajar Pancasila ini. Inilah acuan utama dalam memandu kebijakan pendidikan di tingkat nasional, termasuk sebagai acuan bagi pendidik untuk mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik di ruang kelas.
 
Dr Rizqi, Plt. Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, mengatakan penting sekali bagi sekolah-sekolah di Jatim untuk menerapkan Profil Pelajar Pancasila ini. Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila sebaiknya dimasukkan dalam pembelajaran di kelas.
 
Ingin tahu lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi? Baca Leading and Managing A Differentiated Classroom by Carol Ann Tomlinson and Marcia B. Imbeau dan terjemahannya di sini
 
Akses juga berita-berita dan siaran pers dari Kemendikbudristek
 
Enam dimensi tersebut adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, serta kreatif. Bentuk penerapan keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila di sekolah direncanakan dengan kegiatan yang disebut Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
 
“Pembelajaran yang aman dan nyaman, bebas perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, dan inklusif akan tercapai. Bahkan tidak lagi ada perbedaan antara siswa yang miskin dan kaya atau laki-laki dan perempuan, semua sama,” tegas Rizqi, beberapa waktu lalu (Senin, 22/8/2022).
 
Lingkungan sekolah dan proses pembelajaran yang nyaman dan aman membuat siswa dapat mengeksplorasi potensi dirinya seluas-luasnya. Dengan demikian, bakat yang dimiliki siswa akan berkembang lebih optimal dan menghasilkan karya positif yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
 
Pernyataan ini disampaikan di hadapan para pengawas sekolah yang tengah mengikuti Coaching Clinic Platform Merdeka Mengajar (PMM) Pengawas Sekolah Jenjang SMA, SMK, PK-PLK Tingkat Provinsi Jatim di Graha Utama BBPMP Jatim. Rizqi berpesan agar pengawas sekolah senantiasa mengarahkan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di daerah binaannya untuk menerapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di setiap penyampaian mata pelajaran.
 
Dalam Kurikulum Merdeka, alokasi waktu untuk satu mata pelajaran terbagi menjadi dua, berupa beban belajar di kelas (intrakurikuler) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (ekstrakurikuler). Dengan kata lain, Proyek Profil Pelajar Pancasila adalah unit pembelajaran terintegrasi, bukan tematik.
 
Proyek ini dilaksanakan dengan melatih para siswa untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar. Mereka dilatih untuk berkolaborasi dalam mengamati dan memecahkan masalah tersebut. Cara ini membuat siswa mampu menerima dan menghargai perbedaan, baik sosial, budaya, agama, maupun suku bangsa.
 
Ada tujuh tema proyek penguatan profil Pelajar Pancasila, yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, dan Kewirausahaan. Untuk pelaksanaannya, pemerintah daerah dan satuan pendidikan dapat mengembangkan tema menjadi topik yang lebih spesifik, sesuai dengan budaya serta kondisi daerah dan satuan pendidikan. Jenjang pendidikan SMA wajib memilih minimal tiga tema per tahun. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: