Penjaminan Mutu Pendidikan di Sekolah-sekolah Inklusi

Redaksi 17 Juli 2019

Pelaksanaan The 3rd International Conference on Special Education hasil kerjasama antara Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Special Education (SEAMEOSEN) di Hotel Sangrilla Surabaya pada tanggal 13 – 15 Juli 2019 merupakan momen yang fenomenal bagi dunia Pendidikan.

(Keterangan foto: tim LPMP Jatim di ICSE 2019 Shangrila Hotel Surabaya)

Pendidikan terpadu yang dewasa ini berkembang menjadi pendidikan inklusi diarahkan bersama oleh seruan dunia internasional tentang Education for All (EFA) yang dikumandangkan UNESCO sebagai kesepakatan global yaitu World Education Forum di Dakar, Senegal Tahun 2000 bahwa penuntasan EFA telah ditetapkan pencapaiannya pada tahun 2015.

Indonesia juga termasuk di dalam forum tersebut. Pasca 2015 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah mencanangkan program baru tentang pembagunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) berlaku dari tahun 2015 – 2030 berupa 17 agenda pembangunan berkelanjutan yang harus diadopsi oleh negara-negara di dunia salah satu di antaranya  berkaitan dengan pendidikan inklusi yaitu memastikan kesamaan kualitas pendidikan inklusif serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hidup untuk semua pihak.

Pelaksanaan ICSE di atas juga dihadiri oleh Dr. Sanusi M.Pd  selaku Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus Dirjen Dikdasmen Kemendikbud.

Menurut  Dr. Bambang Agus Susetyo, MM.,M.Pd. (Kepala LPMP Jawa Timur), sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka LPMP telah melatih Kepala Sekolah dan Guru-guru di Sekolah Inklusi baik jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Jawa Timur.  Pelatihan tersebut melalui program Sekolah Binaan (Sekolah Model) dan sekolah imbas dalam rangka pelaksanaan Sistim Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai Permendikbud No 28 Tahun 2016.

Program Sekolah Binaan telah dilakukan mulai tahun 2016. Khusus tahun 2019 ini seluruh Sekolah Binaan (Sekolah Model dan Sekolah Rujukan) dimana Sekolah Inklusi ada didalamnya, maka akan dilatih tentang Sistim Penjaminan Mutu Internal (SPMI) baik Kepala Sekolah dan Tim Penjaminan Mutu Sekolah (TPMPS), diharapkan setiap program dan kegiatan disekolah selalu bermuara pada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan SNP),  sehingga Budaya Mutu yang menjadi Goal akan tercapai.

Selamat atas suksesnya penyelenggaraan The 3rd International Conference on Special Education 2019 yang diikuti 11 Negara dan 1.100 lebih peserta di Surabaya, Jawa Timur Indonesia, sampai bertemu lagi di Kuala Lumpur, Malaysia  dalam The 4rd International Conference on Special Education 2021. (Dr. Wahyu Nugroho, M.M)

Tags: