Penghargaan Khusus bagi Sekolah yang Sukses Terapkan & Imbaskan Kurikulum Merdeka

24 Mei 2022

Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) BBPMP Provinsi Jawa Timur yang baru (sekaligus Plt Kepala BBPMP Prov. Jatim), Dr. Rizqi saat membuka Coaching Clinic ke Pemerintah Daerah Bagian Anggaran Bendahara Negara Tahap 1 Angkatan 1 Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 di Hotel Harris, Kota Malang pada Senin (16/5/2022) meyampaiakan, bagi sekolah-sekolah pendaftar Kurikulum Merdeka secara mandiri, sebenarnya sekolah-sekolah tersebut sama dengan sekolah penggerak, karena proses transformasinya sama dengan sekolah-sekolah penggerak, terkait dengan Kuriku;um Merdeka
 
Sekolah-sekolah tersebut juga memiliki peluang menjadi suksesor sekolah penggerak dan guru penggerak sebagai narasumber
 
“Nanti pedomannya ketika keluar akan kami sosialisasikan kepada bapak ibu sekalian. Sehingga sekolah bapak ibu sekalian mendapatkan label yang hampir sama dengan sekolah penggerak. Ini ke depannya bapak ibu sekalian,” tutur Rizqi
 
Oleh karenanya saat para peserta coaching  clinic ini tiba di sekolah masing-masing dan berhasil menerapkan Kurikulum Merdeka sesuai kriteria atau kategori (Mandiri Belajar, Mandiri Berubah atau Mendiri Berbagi), melakukan pengimbasan ke beberapa sekolah sekitar dan berhasil, maka BBPMP Provinsi Jawa Timur, salah satunya akan memberikan penghargaan khusus kepada upaya-upaya para peserta dalam menerapkan dan mengimbaskan Kurikulum Merdeka tadi
 
 
 
Dalam kesempatan ini, Rizqi juga meyampaikan, tugas prioritas lain dari BBPMP Provinsi Jawa Timur adalah perencanaan berbasis data yang mengacu ke beberapa sumber data seperti dapodik, catatan dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan lain sebagainya termasuk dari hasil AN (Asesmen Nasional).
 
Rizqi mengatakan, BBPMP Provinsi Jawa Timur akan mendampingi sekolah-sekolah Menyusun anggaran berbasis data.
 
Dengan begitu, harapannya penyusunan anggaran di tiap sekolah tepat sasaran (sesuai kebutuhan sekolah), karena merujuk pada data terkait kondisi yang memang masih lemah atau bermasalah di sekolah-sekolah tersebut dan perlu upaya-upaya perbaikan
 
Sekali lagi Rizqi menegaskan, di sini data yang berbicara, bukan angan-angan yang tidak berdasar atau perkiraan saja
 
Maka terkait hal tersebut, Ia memperjelas kembali, mulai tahun ini juga, beberapa sekolah di Jawa Timur akan didampingi dalam menyusun anggaran berbasis data tadi, sekaligus menjadikannya pemodelan (percontohan) bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur
 
Terkait hal itu, Risqi memberikan contoh, bila ada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, maka perlu dilakukan penganggaran untuk perbaikan di tahun depan. Dirinya menghimbau, jangan sampai hal tersebut tidak dianggarkan.
 
Karena tidak sedikit kasus sekolah rusak (gedung/bangunannya), tetapi tidak segera diperbaiki.
 
Hal tersebut kerap terjadi dan sangat merugikan warga sekolah khususnya di proses pembelajaran. “Lagi-lagi masalahnya sama, lepas dari penganggaran atau tidak dianggarkan upaya perbaikannya,” pungkas Rizqi
 
Rizqi mengungkapkan, cukup banyak hal yang terlewatkan oleh Kemendikbudristek mengenai kebutuhan sekolah (seperti gedung rusak dan lain-lain) karena dalam merencanakan anggaran, tidak sedikit sekolah yang belum berbasis pada data
 
Rizqi menghimbau kembali agar sekolah-sekolah di Jawa Timur terbuka mengenai kondisi lapangannya masing-masing atau tidak menutupi kekurangan yang ada di sekolah agar Kemendikbudristek dapat memprioritaskan anggaran (bantuan) perbaikan ke sekolah-sekolah tersebut di tahun berikutnya
 
“Kalau diajukan tahun ini, maka tahun depan akan ada perbaikan terkait dengan kondisi kelas, kondisi sekolah, kekurangan jumlah kelas dan lain sebagainya, ini akan dilakukan ,” tegas Rizqi
 
Bila angka partisipasi di sekolah-sekolah tinggi, namun sarana dan prasaranya tidak memadai maka membutuhkan penambahan unit kelas baru.
 
Ketiadaan atau kekurangan sekolah di suatu daerah tertentu pun menurutnya akan terakses oleh pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek dan akan direncanakan (dianggarkan) dalam APBN bila pemerintah daerah (termasuk sekolah) berperan serta melakukan perencanaan berbasis data
 
Tahun ini BBPMP Provinsi Jawa Timur juga akan melakukan pendampingan mengenai DAK (Dana Alokasi Khusus) baik fisik dan non fisik
 
Rizqi sedikit menjelaskan, DAK fisik yang dimaksud seperti dana alokasi untuk kelas baru dan lain sebagainya. Sedangkan DAK non fisik diantaranya BOS Kinerja, BOS Reguler dan BOS Afirmasi.
 
“Sehingga dalam perencanaannya sesuai dengan perencanaan berbasis data ini sudah tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kemudian laporannya tepat waktu dan zero salah,” sampai Rizqi
 
Menutup arahannya, Rizqi menyampaikan, pendampingan terkait DAK ini akan dilakukan pada Juni sampai Oktober tahun ini (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: